Metropolis

Amsakar Harap Bank Riau Kepri Tingkatkan Sistem Keamanan

Bank Riau Kepri 2 F Cecep Mulyana e1652342018116
Sejumlah nasabah berada didepan Kantor Bank Riau Kepri cabang Batam, Selasa (10/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Wakil Wali Kota Batam, Masakan Achmad mengatakan sampai saat ini persoalan tindakan kejahatan skimming yang terjadi di mesin ATM Bank Riau Kepri (BRK) sudah masuk ke ranah hukum.

Pihak bank sudah membuat laporan resmi di Polda Kepri, sebagai tindakan lanjutan usai melakukan penyidikan internal. Sejauh ini total kerugian mencapai Rp 800 juta. Sebagai salah satu mitra dalam transaksi perbankan di Pemko Batam. Nasabah yang mengalami kerugian dari kalangan ASN sudah melapor, dan menunggu uang mereka kembali.

“Pak Sekda dan Pak Yusfa sudah intens menanyakan persoalan ini kepada pihak BRK. Dan tentunya kami sebagai pemerintah Kota Batam berharap persoalan ini cepat selesai,” sebutnya saat dijumpai di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (12/5).

Baca Juga: Dugaan Skimming Nasabah Bank Riau Kepri, Kerugian Mencapai Rp 800 Juta

Pemko Batam sebagai salah satu pemegang saham di BRK berharap ada perbaikan dan peningkatan sistem pelayanan dan pengamanan di mesin ATM. Nasabah diminta rutin mengganti pin ATM dan diingatkan untuk menjaga kerahasian kartu baik debit maupun kredit.

“Berkaca dari kasus ini, saya sebagai pemerintah kota Batam meminta agar dilakukan peningkatan sistem pengamanan. Agar kejadian ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Baca Juga: Pelaku Skimming di Batam Terekam CCTv

Sehingga jika ada transaksi yang mencurigakan pihak bank bisa langsung bertindak. Peningkatan dari segi keamanan sangat penting ditingkatkan. Melakukan kontrol rutin berkala, misalnya analisis per tiga bulan sekali. Tujuan untuk pembenahan sistem yang lebih baik.

“Ini yang kami tekankan kepada BRK. Jadi bisa meminimalisir kejadian serupa terulang kembali. Jika pemeliharaan dan peningkatan sistem rutin dilakukan, diharapkan bisa mencegah kejadian ini ke depannya,” ungkapnya.

Amsakar mengakui sejauh ini penyertaan modal yang ditanamkan di BRK cukup memberikan dampak yang signifikan bagi pendapatan daerah. Untuk itu, sebagai mitra pemko Batam ia berharap BRK bisa segera menyelesaikan persoalan ini.

Mengenai rencana menambah modal di BRK, Amsakar menjelaskan itu merupakan hal yang berbeda dengan kejadian ini. Usulan dari rekan-rekan di DPRD untuk mendirikan bank daerah akan dibahas nantinya.

“Setahu saya bank daerah ini berhenti di tingkat provinsi. Sehingga urusannya nanti di pemerintah Kepri. Kalau sekarang kita fokus dulu dengan BRK dan penyelesaian persoalan Skimming ini,” tegasnya. (*)

 

Reporter : YULITAVIA