Metropolis

Disperindag Kembali Tera Ulang Timbangan Pedagang Tos 3000

pasar jodoh disperindag
Petugas Disperindag Batam menera ulang timbangan pedagang di Pasar Tos 3000, Lubukbaja. Foto: Disperindag Kota Batam untuk Batam Pos

batampos – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam kembali melakukan tera ulang timbangan para pedagang di pasar basah Toss 3000, Lubukbaja, karena masih banyak laporan terkait keakuratan timbangan para pedagang.

Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, mengatakan, pengecekan keakuratan timbangan kali ini lebih dikhususkan di area pasar basah atau pedagang ikan dan ayam.

Sebab, banyak laporan dari masyarakat bahwa timbangan pedagang masih banyak yang curang.

”Kami menerima banyak laporan timbangan tak akurat. Dan hari ini (kemarin, red) puluhan tim kembali diturunkan untuk mengecek timbangan pedagang,” ujar Gustian.

Meski banyak penolakan, Gustian mengaku tim yang turun berhasil melakukan tera ulang timbangan pedagang.

Menurut dia, tera ulang dilakukan karena memang hampir rata-rata timbangan pedagang tidak akurat atau lari dari tera yang sebenarnya.

”Pasti banyak yang menolak, tapi kami beri edukasi dan melihat keakuratan timbangan mereka. Ternyata tera timbangan mereka memang banyak yang tidak sesuai atau lari, makanya mau tak mau mereka pasrah timbangan ditera ulang,” imbuh Gustian.

Dijelaskan Gustian, para pedagang tak bisa menolak jika timbangan mereka dicek atau ditera ulang.

Sebab, aturan itu sudah ada aturannya yakni UU Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, dan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

”Sudah jelas ada undang-undangnya, jadi tak bisa menolak. Semua timbangan yang ada pada setiap pedagang wajib ditera ulang jika sudah masuk masanya. Ini untuk kenyamanan masyarakat atau konsumen yang berbelanja,” katanya.

Menurut Gustian, timbangan pedagang yang telah ditera ulang tak boleh diacak atau diubah lagi. Sebab, jika kembali tak sesuai, tak menutup kemungkinan para pedagang dikenakan sanksi pidana hingga denda.

”Untuk saat ini kami masih mengedukasi dengan cara baik meski dimarahi pedagang. Namun, jika kembali menyalahi, bisa dikenakan sanksi pidana dan denda,” tegas Gustian.

Tak hanya pedagang, Gustian juga meminta agar pengelola pasar tak lupa memperingatkan para pedagang untuk jujur dalam berjualan.

Sebab, jika para pengelola abai, tak nenutup kemungkinan juga akan dikenakan sanksi.

”Karena pengelola sebagai penyedia tempat, maka mereka wajib mengimbau pedagang agar jujur. Jika mereka abai, pastinya juga ada sanksi. Namun, pengakuan dari pengelola mereka kerap mengimbau agar pedagang selalu jujur,” jelas Gustian.

Sementara itu, Adira, salah satu warga yang kerap berbelanja di pasar tersebut menyambut baik langkah Disperindag Kota Batam yang melakukan pengecekan timbangan pedagang.

Sebab, ketidakakuratan timbangan di Pasar Tos 3000 Jodoh sudah menjadi rahasia umum.

”Semoga dengan langkah ini, tak ada lagi pedagang curang. Sehingga berbelanja pun jadi nyaman,” kata Adira.(*)

Reporter: Yashinta