Ekonomi & Bisnis

Erick Berkomitmen Menjadikan Indonesia sebagai Industri Halal Nomor Satu di Dunia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai industri halal nomor satu di dunia. (istimewa)

batampos – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai industri halal nomor satu di dunia. Karena menurutnya, penduduk Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia. Namun, secara industri dikalahkan oleh bangsa lain.

“Sehinga kita berharap ekonomi umat tidak seperti hari ini, kenapa? Kita nomor 1 di dunia secara penduduk muslim. Tapi coba dicek ketika kita bicara industri halal. Kita tidak masuk 10 besar dunia,” kata Erick Thohir saat memberikan sambutan di acara halalbihalal dan peringatan milad ke-109 Mathla’ul Anwar, di Pandeglang, Rabu (11/5).

Artinya, lanjut Erick, ada yang salah dalam industri ini, karena itu harus diubah kembali dan yakinlah bahwa Indonesia bisa menjadi bangsa yang produktif. “Karena kita juga merupakan ekonomi umat terbesar dunia,” kata Erick Thohir.

Erick juga menjelaskan, untuk menjadikan industri halal terbesar harus melibatkan pesantren dan juga para santri. Untuk itu, ia menegaskan BUMN harus hadir dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di pesantren.

“Kenapa kita mendekat? Tidak lain ingin memastikan dan meningktakan ekonomi ummat jadi sebuah keseimbangan dan memastikan pendidikan kapabilitas umat terus meningkat,” tandasnya.

BACA JUGA: Pemerintah Pacu Industri Halal Melalui Penguatan Ekosistem

Tak hanya itu, Erick juga meminta agar Bank Syariah Indonesia (BSI) harus dapat menciptakan muslimpreneur di lingkungan para santri agar perekonomian meningkat.

“Kita minta BSI mengangkat muslimpreneur, pesantren jadi mercusuar peradangan dengan ekonimi keumatan BSI mendampingi pesantren dan pendidikan meningkatkan kapabilitas,” sambung Erick Thohir.

Dalam acara halalbihalal dan peringatan milad ke-109 Mathla’ul Anwar juga dihadiri oleh tokoh Mathla’ul Anwar, seperti Ketua Pengurus Besar (PB MA) Embay Mulya Syarief dan ribuan jamaah. (*)

Reporter: JP Group