Ekonomi & Bisnis

Kunjungan Pusat Perbelanjaan Terkerek 90 Persen Selama Periode Mudik

 

batampos – Keyakinan konsumen berangsur membaik. Itulah yang ditunjukkan dari hasil survei konsumen Bank Indonesia (BI) April 2022 yang mengindikasikan keyakinan terhadap kondisi ekonomi meningkat.

Ilustrasi suasana salah satu mal di Jakarta Barat. (Dewa Ketut Sudiarta Wiguna/Antara)

Keyakinan pada optimisme ke depan juga diamini industri pusat perbelanjaan. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menuturkan, kunjungan ke pusat perbelanjaan terus membaik.

”Tingkat kunjungan mulai berangsur meningkat kembali sejak pemerintah memberikan berbagai pelonggaran pada Agustus 2021,” ujarnya, Rabu (11/5/2022).

Alphonzus mengakui, pada Februari 2022, kunjungan ke pusat perbelanjaan sempat terganggu. Penyebabnya adalah peningkatan kasus positif Covid-19 varian Omicron. Dia menyatakan, sebelum momen Ramadan tiba, kondisi sebaran virus SARS-CoV-2 mampu terkendali dengan baik. Apalagi, kebijakan diperbolehkannya mudik berdampak pada tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan yang mencatat rata-rata kenaikan hingga 80–90 persen.

”Rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada 2022 ini diperkirakan bisa mencapai 70–80 persen jika dibandingkan sebelum pandemi, yaitu pada 2019. Serta lebih baik daripada tahun 2021 yang mencatat rata-rata 60 persen dan tahun 2020 yang hanya bisa mencapai rata-rata 50 persen,” paparnya.

Alphonzus menekankan, Ramadan dan Idulfitri tahun ini menjadi momen penting yang menentukan bagi pemulihan kondisi usaha. Menurut dia, sangat penting tetap mengendalikan pandemi ke depannya.

”Jika terjadi sebaliknya, akan semakin memperburuk kondisi usaha di tengah situasi kenaikan berbagai harga secara bersamaan yang memberatkan kehidupan masya-rakat,” katanya.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyebutkan, indeks keyakinan konsumen (IKK) April mencapai 113,1. Naik 111 dari bulan sebelumnya. Peningkatan IKK terpantau pada mayoritas kategori pengeluaran, kelompok usia, dan pendidikan responden. Secara spasial, kenaikan IKK terjadi di sebagian besar kota cakupan survei, terbesar di Bandar Lampung, lalu diikuti Samarinda dan Denpasar.

”Keyakinan konsumen yang meningkat pada bulan lalu didorong membaiknya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini. Peningkatan tersebut berkaitan dengan persepsi terhadap penghasilan saat ini, ketersediaan lapangan kerja, dan pembelian barang tahan lama (durable goods) yang meningkat,” jelas Erwin di Jakarta, kemarin.

Peningkatan IKK terpantau pada sebagian besar kelompok pengeluaran responden, tertinggi pada responden dengan pengeluaran di atas Rp 5 juta per bulan serta mayoritas kelompok usia responden dengan kenaikan terbesar pada responden berusia 51–60 tahun.

Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan tetap berada di level optimistis (indeks >100) meski tidak setinggi bulan sebelumnya. Kondisi itu ditopang terutama oleh ekspektasi penghasilan.

Erwin menjelaskan, indeks ekspektasi konsumen (IEK) April 2022 berada pada level 127,2, sedikit termoderasi dari bulan sebelumnya sebesar 128,1. (*)

 

 

Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG