Metropolis

Nilai Ekspor Kota Batam Naik

kontainer pelabuhan
Ilustrasi. Reach stacker mengangkut peti kemas di Pelabuhan Batuampar. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Batam pada Maret 2022 mencapai USD 1.196,71 juta. Capaian ini tercatat naik 31,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya USD 807,12 juta. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Batam pada Maret 2022 mencapai USD 1.196,71 juta. Capaian ini tercatat naik 31,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya USD 807,12 juta.

Secara bulanan (month to month), ekspor Batam juga tumbuh 7,65 persen dibanding Februari 2022.

Hal tersebut disebabkan naiknya sektor migas sebesar 12,24 persen dan sektor nonmigas sebesar 7,23 persen.

Adapun total ekspor kumulatif Januari-Maret 2022 sebesar USD 3.362,12 juta. Jika dibanding dengan total ekspor kumulatif Januari-Maret 2021 mengalami kenaikan senilai USD 807,12 juta (31,59 persen).

”Nilai ekspor Batam bulan Maret menyumbang 69,44 persen dari total ekspor se-Kepri sebesar USD 1.723,44 juta,” ujar Kepala BPS Batam, Rahmad Iswanto.

Selama bulan Januari-Maret 2022 komoditas ekspor nonmigas Kota Batam terbesar nilai ekspornya adalah golongan barang mesin atau peralatan listrik yaitu senilai USD1.439,80 juta, dengan perannya 47,05 persen.

Kemudian, ekspor kumulatif nonmigas Kota Batam menyumbang 90,57 persen dari ekspor kumulatif (Januari-Maret 2022) Kepulauan Riau senilai USD 3.378,48 juta.

Komoditas berikutnya yang mempunyai peran cukup besar terhadap ekspor nonmigas adalah:

1. Mesin-mesin/pesawat mekanik senilai USD 383,12 juta (12,52 persen)
2. Benda-benda dari besi dan baja senilai USD 222,78 juta (7,28 persen)
3. Berbagai produk kimia senilai USD 182,82 juta (5,97 persen)
4. Minyak dan lemak hewan/nabati senilai USD 170,35 juta (5,57 persen)
5. Perangkat optik senilai USD 81,71 juta (2,67 persen)
6. Plastik dan barang dari plastik senilai USD 78,61 juta (2,57 persen).

”Komoditas ekspor ikan dan udang secara kumulatif mengalami kenaikan sebesar 9,78 persen bila dibanding Januari-Maret 2021, dengan sumbangan 0,20 persen terhadap total ekspor nonmigas Kota Batam Januari-Maret 2022,” ungkap Rahmad.

Negara tujuan ekspor Kota Batam Maret 2022 dengan nilai terbesar ke negara Singapura yaitu mencapai USD 498,06 juta.

Ekspor ke Singapura pada bulan ini mengalami kenaikan dibanding keadaan Februari 2022, yaitu naik sebesar 11,51 persen dan naik 26,78 persen jika dibandingkan Maret 2021.

Sementara itu, untuk tujuan ekspor dengan nilai terbesar kedua selama Maret 2022 yaitu ke Amerika Serikat mencapai USD 229,13 juta atau turun 9,72 persen dari bulan sebelumnya.

”Selanjutnya negara tujuan ekspor terbesar ketiga sampai kesepuluh adalah Tiongkok, Jepang, Jerman, Prancis, Australia, Mauritania, Qatar, dan Kanada,” terangnya.

”Kesepuluh negara tujuan ekspor Batam tersebut mempunyai peran sebesar 81,34 persen terhadap total ekspor Batam Januari-Maret 2022,” jelas Rahmad lagi.

Nilai ekspor Kota Batam Maret 2022 terbesar melalui Pelabuhan Batuampar USD 755,19 juta. Disusul Pelabuhan Sekupang sebesar USD 224,21 juta, Pelabuhan Kabil/Panau USD 110,82 juta, Pelabuhan Belakangpadang USD 105,44 juta, dan Pelabuhan Hang Nadim (U) USD 1,05 juta.

Kontribusi kelima Pelabuhan adalah sebesar 100 persen dari kumulatif ekspor Kota Batam Januari-Maret 2022.

Selain ekspor, nilai impor Kota Batam Maret 2022 juga mengalami kenaikan yakni mencapai USD 1.245,57 juta atau naik 52,49 persen dibanding impor Februari 2022.

Nilai impor migas pada bulan Maret 2022 mencapai USD 6,69 juta atau naik 131,85 persen dibanding Februari 2022.

Nilai impor nonmigas pada Maret 2022 mencapai USD 1.238,88 juta atau naik 52,21 persen dibanding Februari 2022.

Maret 2022 impor nonmigas terbesar adalah golongan barang mesin/peralatan listrik (85) dengan nilai USD 561,82 juta atau 45,35 persen dari total impor nonmigas.

”Negara pemasok barang impor terbesar pada bulan Maret 2022 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai USD 354,46 juta dengan konstribusi 28,46 persen,” ungkap Rahmad.

Pelabuhan bongkar barang impor terbesar selama bulan Maret 2022 adalah Pelabuhan Batuampar dengan nilai impor sebesar USD 769,84 juta, disusul Pelabuhan Sekupang dengan nilai impor sebesar USD 288,91 juta, dengan konstribusi keduanya mencapai 85,00 persen dari total impor.(*)

Reporter: Rengga Yuliandra