Metropolis

Pelebaran Jalan di Batam Lanjut Dikerjakan

Pelebaran Jalan Depan Harmoni One Batamcentre fff Iman Wachyudi
Pelebaran jalan di depan Hotel Harmoni One Batam Centre, Rabu (11/5). F.Iman-Wachyudi

batampos – Meskipun capaian pendapatan asli daerah belum maksimal, beberapa proyek fisik yang masuk dalam skala prioritas dilanjutkan tahun ini. Termsuk pelebaran jalan di Batam. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam, Yumasnur, Selasa (11/5).

Ia menyebutkan untuk tahun ini pembenahan infrastruktur Batam tidak saja dikerjakan Pemko Batam, beberapa ruas jalan juga sudah mulai dilakukan penataan oleh BP Batam.

“Tahun ini penataan kota ditargetkan lebih baik. Karena BP Batam juga sudah mulai mengerjakan pelebaran di jalan utama. Rencananya dari Laluan Madani menuju bandara akan dibuat lima lajur kiri dan kanan. Seperti yang disampaikan Pak Wali,” kata dia.

Untuk ruas jalan tersebut ditargetkan bisa selesai dan rampung dikerjakan tahun 2024 mendatang. Sementara untuk proyek milik Pemko Batam dalam waktu dekat ini juga akan mulai berjalan.

Beberapa proyek yang dipastikan dilanjut tahun ini, di antaranya pembenahan simpang basecamp, simpang Tembesi. Serta pelebaran jalan dari basecamp menuju Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.

Selanjutnya pelebaran Simpang Kara ke arah simpang Kepri Mal di jalur sebelah kiri juga direncakan tahun ini. Beberapa proyek tersebut termasuk prioritas dikerjakan. Sedangkan untuk lanjutan proyek lainnya juga masih menunggu.

“Melihat ketersediaan anggaran. Kalau kami maunya semua dikerjakan, agar infrastruktur Batam lebih maju,” sebutnya.

Yumasnur menjelaskan setiap proyek pembangunan tidak semua selesai dalam satu tahun pengerjaan. Beberapa proyek harus dikerjakan tahun jamak (multiyears). Untuk itu, meskipun sudah direncanakan, kelanjutan proyek tetap melihat ketersediaan anggaran.

“Kalau anggaran ada, bisa dilelang dan mulai dikerjakan. Namun jika tidak nanti pimpinan akan ambil kebijakan untuk kelanjutan proyek fisik,” sebutnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan mengatakan penambahan unit sekolah baru menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Sejak pandemi lalu, rencana pembangunan sekolah juga termasuk yang ditunda, namun berhasil direalisasikan tahun 2021 lalu.

“Alhamdulillah beberapa sekolah rampung dibangun. Tahun ini sudah bisa digunakan untuk ditempati siswa baru,” sebutnya.

Hendri mengungkapkan kebutuhan sekolah setiap tahun mengalami peningkatan seiring bertambahnya jumlah peserta didik. Kendati demikian, pihaknya tetap meminta orangtua yang memiliki kemampuan finansial untuk bisa mendaftar ke swasta.

“Tahun ini belum tahu apakah bisa bangun sekolah atau tidak. Intinya sekolah yang dibangun tahun lalu bisa ditempati. Sebanyak apapun sekolah, kalau semua ke negeri tetap tidak mampu menampung. Makanya saya minta ke swasta bagi yang mampu” ujarnya.

Pembangunan sekolah merupakan salah satu yang prioritas. Kendati demikian untuk merealisasikan tentu membutuhkan anggaran. Saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan pendaftaran peserta didik baru (PPDB). Ia berharap jumlah pendaftar sesuai dengan kuota yang disediakan.

“Bagusnya 28 orang per kelas. Jadi sistem belajar optimal dan tingkat konsentrasi siswa baik. Namun kami masih melakukan pendataan, nanti akan diumumkan berapa kuota untuk sekolah negeri,” tutupnya.

Sementara itu, capaian pendapatan asli daerah dari berbagai sektor masih belum optimal. Melalui siependa.batam.go.id capaian retribusi parkir tepi jalan cukup rendah yaitu baru 2 persen. Dari target Rp 40 miliar yang baru tercapai Rp 1,2 miliar.

Begitu juga dengan perolehan perpanjangan izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA) yang masih belum ada sama sekali atau 0 persen. Tahun IMTA ditargetkan Rp 28 miliar. Sementara dari capaian pajak masih didominasi dari BPHTB yakni Rp 25 miliar dari target Rp 255 miliar atau 27 persen. Disusul pajak penerangan jalan Rp 75 miliar, pajak restoran Rp 27 miliar, pajak hotel Rp 19 miliar.

Untuk PAD tahun ini ditargetkan 1.6 triliun dan baru tercapai Rp 315 miliar atau 19.51 persen. (*)

 

 

Reporter: YULITAVIA