Metropolis

Amerika Serikat Tertarik Kembangkan Industri Manufaktur di Batam dan Natuna

Perwakilan kedutaan AS kunjungi Pemko Batam F Humas Pemko Batam2 e1652417350321
Perwakilan Kedutaan AS saat kunjungi Pemko Batam, Kamis (12/5). F Humas Pemko Batam

batampos – Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan segera mengirimkan delegasi bisnis untuk melihat peluang investasi yang bisa dikembangkan di wilayah Kepri, khususnya Batam dan Natuna. Amerika sangat tertarik pada pengembangan industri manufaktur di Batam karena lokasinya yang sangat strategis dengan dengan beragam kemudahan yang diberikan dengan status sebagai kawasan FTZ.

Hal ini terungkap saat perwakilan Keduataan AS kembali mengunjungi Batam, Kamis (12/5). Perwakilan AS itu, yakni Sekretaris kedua Kedubes Amerika Serikat, Abbey Jorstad Canata, Nick Austin (Enviromental Kedubes AS), dan Hans Sukamto, Konsulat AS di Medan.

Ketiganya menyempatkan diri berkunjung ke Kantor Pemko Batam dan diterima langsung Asisten Pemerintahan Setdako Batam, Yusfa Hendri. Ia didampingi Kepala Dinas Kominfo Kota Batam, Azril Apriansyah, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Batam.

“Kedatangan pihak kedubes AS menindaklanjuti kunjungan Duta Besar Amerika Serikat untuk Republik Indonesia Sung Y. Kim 29 Maret 2022 lalu,” ujar Yusfa.

Abbey membenarkan kunjungan kali ini sebagai bagian kunjungan lanjutan setelah Duta Besar Amerika Serikat untuk Republik Indonesia Sung Y. Kim pada 29 Maret lalu.

“Kami akan bawa delegasi bisnis pada kunjungan berikutnya ke Batam (Kepri, red),” ujar Abbey.

Yusfa sendiri pada pertemuan kali ini kembali menjelaskan tentang sejumlah peluang investasi di Batam. Baik di sektor industri, pariwisata, perdagangan, dan transhipment.

Yusfa juga menjelaskan kalau Batam saat ini memiliki dua kawasan ekonomi khusus (KEK) berbasis teknologi tinggi dan terkini. Yakni, KEK Batam Aero Technic di wilayah Bandara Hang Nadim Batam, dan KEK Nongsa Digital Parkr (NDP) di Nongsa.

Selain itu, Batam juga membuka diri untuk pengembangan industri hijau. Salah satunya, pengembangan energi terbarukan, seperti solar cell. Sejumlah perusahaan asing juga sudah menyatakan ketertarikan pada industri hijau ini,

“Semua peluang investasi yang ada di Batam sudah kami jelaskan pada delegasi AS,” kata Yusfa.

Dari penjelasan tersebut, delegasi AS semakin tertarik untuk segera mengirimkan delegasi bisnisnya ke Batam untuk melihat langsung peluang investasi di Batam dan wilayah lainnya di Kepri.

“Delegasi bisnis AS rencananya akan ke Batam pada Oktober mendatang,” ujar Yusfa.

Sebelumnya, saat Duta Besar Amerika Serikat untuk Republik ndonesia Sung Y. Kim datang ke Batam pada 29 Maret 2022, ia menyampaikan kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad, bahwa Amerika sangat senang berinvestasi di Kepri. Bahkan, semakin tertarik mengembangkan berbagai industri manufaktur di Batam, setelah beberapa perusahaan AS lama berkiprah lebih awal di Batam. Dua di antaranya, PT. Mc Dermott dan PT.Caterpillar.

“Pada Oktober 2022 mendatang, akan ada delegasi bisnis AS yang cukup besar ke Batam,” ujar Ansar.

Delegasi bisnis ini akan membicarakan beberapa peluang investasi yang bisa dikembangkan. “Ini peluang yang tak boleh kita sia-siakan. Kita sangat terbuka untuk para investor menanamkan modalnya di Kepri,” ujar Ansar.

Sung menyatakan, Kepri adalah mitra penting dan sangat kuat dalam upaya memperluas dan memperdalam hubungan ekonomi antara Indonesia dengan Amerika Serikat.

Perdagangan bilateral antara Batam dengan Amerika Serikat, menurut Sung Y. Kim, setiap tahunnya sudah melampaui angka USD 3 millar dan itu sudah melewati 10 persen dari angka perdagangan bilateral secara keseluruhan antara Indonesia dan Amerika. Ini angka yang siginifikan namun dirinya percaya masih banyak peluang-peluang yang bisa dilakukan untuk lebih meningkatkan volume perdangan ini.

“Kami senang dapat bekerja sama dengan Kepri guna memastikan dan dapat mengeksplorasi lagi semua peluang-peluang yang ada. Termasuk nanti sebelum Oktober akan ada tim dari MCC yang akan datang melihat peluang-peluang apa saja yang ada di sini,” papar Sung.

Delegasi ini membawa misi pengembangan bisnis manufaktur lanjutan yang dipimpin oleh para eksekutif AS ke Indonesia, Singapura, dan Jepang. Delegasi misi tersebut adalah para perwakilan perusahaan AS yang menyediakan produk dan sistem manufaktur canggih.

“Kami menghargai dukungan Pemerintah Kepulauan Riau dan jajaranya untuk perusahaan AS yang berkontribusi pada ekonomi setempat, peluang untuk meningkatkan kolaborasi akan terus kita tingkatkan,” ujarnya. (*)

 

REPORTER : MUHAMMAD NUR