Metropolis

Kasus Penyelundupan Sabu 107,258 Kg, 5 Terdakwa Minta Tak Dihukum Mati

sabu kepri antara 750x481 1
Ilustrasi: Polda Kepri mengungkap kasus peredaran 107,258 Kg narkotika jenis sabu di Batam, Senin (20/9) (ANTARA/ Naim)

batampos – Lima terdakwa sindikat narkoba jaringan internasional memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Batam, kemarin. Mereka berharap dapat hukuman yang adil dan terbebas dari hukuman mati.

Permohonan keringanan hukuman itu disampaikan para terdakwa dan kuasa hukum terdakwa dalam sidang beragendakan pledoi. Para terdakwa memohon keringanan hukuman secara lisan. Dimana mereka berharap terbebas dari hukuman mati.

Permohonan hukuman secara lisan disampaikan para terdakwa secara bergantian. Bahkan, diantara para terdakwa ada yang menangis dikarenakan ada tanggungan keluarga dan berjanji akan mengulangi lagi perbuataanya.

Atas pledoi terdakwa, Jasa Penuntut Umum (JPU) Amanda meminta waktu untuk memberi tanggapan atau replik atas pledoi. Hakim pun menunda sidang hingga satu minggu kedepan dengan agenda replik.

Kuasa Hukum 4 terdakwa (Agus Zainul, Rafli Absar, Erik Anderson dan Herdiana) Christopher Silitongga menjelaskan para terdakwa telah menyesali perbuataanya. Karena itu, mereka berharap hukuman yang adil dan terbebas dari tuntutan mati.

Beberapa poin alasan mereka minta keadilan hukuman, karena bukan pemilik barang bukti. Para terdakwa juga tidak mengetahui secara persis barang bukti yang mereka selundupkan adalah 107 kilogram sabu.

“Para terdakwa ditawari membawa barang, namun tak dijelaskan secara spesifik jika yang dibawa itu adalah 104 kg sabu. Mereka mengakui, dan baru tahu jika barang bukti saat pengeledahan oleh pihak Beacukai,” ujar Christopher.

Tak hanya itu, lanjutnya, para terdakwa juga punya tanggungan keluarga. Serta berjanji akan berubah dan tak mengulangi perbuatanya.

“Intinya para terdakwa mengakui dan menyesali. Mereka minta diberi waktu untuk memperbaiki diri,” jelas Christopher.

Sebelumnya, lima terdakwa sindikat narkoba jaringan internasional dituntut mati oleh Kejaksaan Negeri Batam. Kelima terdakwa dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 114 Ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Namun sebelum menjatuhkan hukuman, jaksa punya pertimbangan dari hal memberatkan dan meringankan. Hal memberatkan diantaranya perbuatan terdakwa dapat merusak generasi bangsa. Perbuatan terdakwa tidak mendukung gerakan pemerintah untuk memberantas peredaran dan memerangi penyalahgunaan narkotika. Perbuatan terdakwa merupakan sindikat jaringan internasional peredaran narkotika dari Malaysia ke Indonesia, serta jumlah barang bukti narkotika yang sangat banyak. Hal meringankan tidak ada.

Kasus penyelundupan sabu seberat 107,258 Kg ini merupakan hasil penindakan dari Polresta Barelang dan DJBC Kepri pada 5 September 2021 lalu.

Penyelundupan ratusan Kg sabu oleh sindikat peredaran narkotika jaringan internasional ini menggunakan modus baru, yakni para pelaku berpura-pura menjadi pemancing dengan menggunakan kapal mewah cepat. Barang bukti 107,258 Kg sabu ini ditaksir memiliki harga sekira Rp 128 Miliar. (*)

 

Reporter : Yashinta