Metropolis

Polisi Bentuk Tim Buru Pelaku Skimming Nasabah Bank Riau Kepri

ATM Bank Riau Kepri
Ilustrasi. ATM Bank Riau Kepri. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Setelah menerima laporan dari Bank Riau Kepri atas raibnya dana nasabah senilai Rp 800 juta yang diduga akibat aksi skimming, Polda Kepri langsung membentuk tim guna memburu pelaku skimming dan jaringannya itu.

“Kami masih melakukan pengembangan,” ujar Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Kepri, Kompol Yunira, saat dihubungi Batam Pos, Kamis (12/5) malam.

Tim kepolisian Polda Kepri juga mempelajari rekaman CCTV tempat para pelaku memasang alat pemindai data nasabah atau skimmer. Baik di PriMart, Tibancenter, maupun mesin ATM yang ada di HBC Plaza, Sekupang dan Jodoh Center.

Di tempat terpisah, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad meminta pihak Bank Riau Kepri (BRK) memperjuat pengawasan keamanan data nasabah, agar para nasabah merasa tenang dan aman dananya di bank tersebut.

Sebagai salah satu mitra dalam transaksi perbankan di Pemko Batam, Amsakar mengatakan, nasabah yang mengalami kerugian dari kalangan ASN sudah melapor, dan menunggu uang mereka kembali.

“Pak Sekda dan Pak Yusfa sudah intens menanyakan persoalan ini kepada pihak BRK. Dan tentunya kami sebagai pemerintah Kota Batam berharap persoalan ini cepat selesai,” ujarnya, kemarin.

Pemko Batam sebagai salah satu pemegang saham di BRK berharap ada perbaikan dan peningkatan sistem pelayanan dan pengamanan di mesin ATM. Nasabah diminta rutin mengganti pin ATM dan diingatkan untuk menjaga kerahasian kartu baik debit maupun kredit.

“Berkaca dari kasus ini, saya sebagai pemerintah kota Batam meminta agar dilakukan peningkatan sistem pengamanan. Agar kejadian ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Sehingga jika ada transaksi yang mencurigakan pihak bank bisa langsung bertindak. Peningkatan dari segi keamanan sangat penting ditingkatkan. Melakukan kontrol rutin berkala, misalnya analisis per tiga bulan sekali. Tujuan untuk pembenahan sistem yang lebih baik.

“Ini yang kami tekankan kepada BRK. Jadi bisa meminimalisir kejadian serupa terulang kembali. Jika pemeliharaan dan peningkatan sistem rutin dilakukan, diharapkan bisa mencegah kejadian ini ke depannya,” ungkapnya.

Amsakar mengakui sejauh ini penyertaan modal yang ditanamkan di BRK cukup memberikan dampak yang signifikan bagi pendapatan daerah. Untuk itu, sebagai mitra pemko Batam ia berharap BRK bisa segera menyelesaikan persoalan ini. (*)

 

Reporter : JUANDA/YULITAVIA