Ekonomi & Bisnis

Rumah Bebas Bakteri dan Jamur

ILUSTRASI: Teknologi probiotik kini sudah dikembangkan untuk membantu masyarakat menciptakan hunian yang bersih dan higienis. f. Pinterest

batampos – Selama pandemi Covid-19, kebersihan menjadi kebiasaan dan gaya hidup baru yang paling diutamakan. Di rumah, jamur, bakteri, dan bau tak sedap harus dihilangkan demi menjaga kesehatan keluarga dari virus penyakit. Pembersih dengan teknologi probiotik saat ini menjadi terobosan.

Dalam Indonesia Hygiene Forum (IHF) oleh PT Unilever Indonesia, Tbk, diungkapkan teknologi Probiotik yang membuat produk pembersih rumah menjadi lebih efektif membersihkan serta ramah lingkungan. Untuk itu, menjaga kebersihan rumah sama pentingnya de­ngan menjaga kebersihan diri, sebagai upaya untuk melindungi keluarga dari berbagai jenis kuman.

“Pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta penerapan protokol kesehatan pun masih terus harus diperkuat, probiotik menjadi salah satu terobosan,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk Reski Damayanti.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemente­rian Kesehatan Lucia Rizka Andalusia, yang diwakilkan oleh Agusdini Banun Saptaningsih, sebagai Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian, Kementerian Kesehatan mengatakan pemerintah mencanangkan GERMAS sebagai upaya promotif dan preventif hidup sehat. Tujuannya meningkatkan produktivitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit.

“Dalam upaya ini, masyarakat memerlukan akses pada Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) yang memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, mutu, dan kemanfaatan,” kata Agusdini.

Lalu apa itu teknologi probiotik? Probiotik sebelumnya dikenal sebagai mikroorganisme hidup yang membantu sistem pencernaan tubuh. Kini ternyata teknologi probiotik juga sudah dikembangkan untuk membantu masyarakat menciptakan hunian yang bersih.

Guru Besar Universitas Bina Nusantara sekaligus President of Indonesian Scientific Society for Probiotics and Prebiotics (ISSPP) Prof Ingrid S Surono, menjelaskan, beberapa produk berbasis teknologi Probiotik untuk kebersihan rumah tangga makin marak diluncurkan di berbagai belahan dunia dalam satu dekade terakhir. Teknologi yang disruptif ini memanfaatkan konsorsium spora Bacillus sp, terbukti aman, memiliki berbagai keunggulan.

Salah satunya kemampuan untuk membersihkan secara mikroskopis atau deep cleaning, memastikan keseimbangan biologis yang aman, menghilangkan bau tidak sedap, efektif menghilangkan bakteri bahkan jamur secara jangka panjang, dan mampu melawan lapisan biofilm dari bakteri.

BACA JUGA: Kebutuhan Rumah Tangga di Hypermart Diskon hingga 70%

“Sejalan pula dengan meningkatnya kebutuhan konsumen akan produk-produk yang ramah lingkungan, teknologi Probiotik hanya menggunakan probiotik, 100 persen bahan alami dan ramah lingkungan,” kata Prof Ingrid.

Produk higienis untuk rumah berupa disinfektan dengan Bioshield Protection, mengandung Probiotik yang ramah lingkungan. Disinfektan ini mampu membunuh 99,9 persen kuman, memberikan perlindungan terhadap pertumbuhan kuman dan jamur penyebab alergi hingga 3 hari, dan mampu membersihkan kotoran ataupun debu dari permukaan yang memiliki celah dan alur yang dalam. (*)

Reporter: JP Group