Metropolis

Waspada DBD, Ada 303 Kasus dan 2 Meninggal di Batam

fogging dbd
Antisipasi DBD, pengelola ruko dan perumahan melakukan peng-asapan (fogging) di Ruko The Summer, Batam Center, beberapa waktu lalu. Kasus DBD di Kota Batam cukup tinggi awal tahun ini.
F. Immanuel Sebayang/Batam Pos

batampos – Musim penghujan yang terjadi saat ini hendaknya jadi perhatian serius masyarakat guna mewaspadai penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebab, pertumbuhan nyamuk akan semakin tinggi dan meningkat disaat musim penghujan tiba.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menyebutkan, sepanjang tahun 2022 ini atau periode Januari sampai 11 Mei 2022 terdapat 303 kasus DBD di Kota Batam. Angka ini melebihi jumlah penderita DBD periode yang sama di tahun sebelumnya yang berjumlah sebanyak 263 kasus.

“Berdasarkan data yang masuk ke Dinkes Batam ada 303 kasus. Tertinggi itu di bulan Januari yakni sebanyak 85 kasus DBD,” ujar Didi, Jumat (13/5).

Ia menjelaskan dari 303 kasus DBD tahun 2022 ini, ada dua kasus yang dinyatakan meninggal dunia. Warga yang meninggal akibat DBD ini ialah warga Lubukbaja dan Batuaji masing-masing satu kasus kematian.

Kondisi musim penghujan di tahun ini menjadi salah satu faktor peningkatan DBD di tahun ini. Didi menyebutkan disaat curah hujan biasanya populasi nyamuk aedes aegypti penyebab DBD meningkat. Peningkatan ini tentunya juga meningkatkan penularan penyakit DBD khususnya di masyarakat.

“Kasus DBD ini bersifat fluktuatif. Di saat musim hujan, penyakit DBD akan meningkat,” tambahnya.

Didi menghimbau bagi masyarakat untuk selalu hidup bersih. Selain itu diharapkan juga peranaktif masyarakat dalam mencegah penyebaran DBD ini, semisal menguras, menutup dan mengubur tempat-tempat yang jadi sarang nyamuk aedes aegypti.

“Tidak ketinggalan kita juga terus memberikan penyuluhan ke masyarakat dan aktif menggalakan peran juru pemantau jentik (jumantik) dengan program Gerakan 1 rumah 1 jumantik,” tutupnya. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra