Pro Kepri

Berkat Restorative Justice dan Difasilitatori MUI Natuna, Pencuri Keramik dari Gereja di Natuna Akhirnya Bebas

batampos- Kejari Natuna menggelar proses Restorative Justice (RJ) atas kasus pencurian keramik Gereja Santo Paulus Batu Hitam Ranai, di Aula Kejari Natuna, Jumat (13/5).

Kegiatan ini dipimpin Kejari Natuna, Imam MS. Sidabutar dan dihadiri Bupati Natuna, Wan Siswandi, Wakil Bupati Natuna, Rodial Huda dan Kapolres Natuna, AKBP Iwan Aryandhi, Ketua MUI Kabupaten Natuna, H. Mustafa Sis dan Camat Bunguran Timur, Hamid Hasnan.

Pelaku dan korban memilih berdamai berkat adanya Restorative Justice di Kejari Natuna

Turut dihadirkan juga kedua belah pihak yang berperkara dalam hal ini Pastor Gereja Santo Paulus, Jimmy Anderson selaku korban pencurian dan terdakwa pelaku pencurian itu inisial RO.

BACA JUGA: Terekam CCTv, Tiga Pelaku Pencurian Motor Akhirnya Bisa Ditangkap Polisi

Kajari Imam mengatakan, perkara hukum yang direstorasi secara hukum itu merupakan kasus pencurian kramik sebanyak 20 dus dengan harga Rp2,5 juta di Gereja Batu Hitam Ranai pada Bulan Februari lalu.

“”Pagi ini kita melaksanakan kegiatan RJ terhadap perkara pencurian,” kata Kajari Imam.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan pada Surat Edaran Jaksa Agung Muda Nomor 15 tahun 2022 tentang Pelaksanaan Penyelesaian Perkara Pidana melalui Restorative Justic.

Selain itu, perkara ini diselesaikan melalui prose Rstorative justice karena kasusnya merupakan perkara yang simpel dengan menimbulkan kerugian bagi korban kurang lebih Rp 2,5 juta.

“Dan pertimbangan lain yang mendasari RJ ini adalah karena tersangka pelaku pencurian itu masih muda dalam hal ini seorang pemuda berinisial RO yang masih berumur 19 tahun,” ungkapnya.

Bupati Natuna, Wan Siswandi mengapresiasi langkah Kejari Natuna itu. Ia mengakatan, langkah ini sebagai kelanjutan atas program Kampung Restorative Jaustice yang telah digalakkan oleh Kejaksaan Agung dan telah diresmikan di Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur oleh Kejari Natuna.

“Kami selaku Pemerintah Kabupaten Natuna senang sekali dengan kegiatan ini. Kami sampaikan terima kasih kepada Kejari Natuna yang telah menginisiasi perdamaian ini. Dan kami juga menghargai itikad baik kedua belah pihak sehingga perdamaian ini bisa terwujud. Mudah-mudahan ini jadi contoh dan pelajaran bagi masyarakat Kabupaten Natuna,” ujarnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan berkas penyelesaian perkara yang dilakukan oleh pihak Gereja Santo Paulus dan tersangka RO, orang tua tersangka, Kapolres Natuna, Camat Bunguran Timur, Ketua MUI Kabupaten Natuna dan fasilitator. (*)

Reporter: Sholeh