Ekonomi & Bisnis

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I Tumbuh Diatas Prapandemi

 

batampos – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tercatat 5,01 persen (yoy). Capaian itu sukses mengantarkan Indonesia ke kelompok negara-negara dengan level pertumbuhan di atas prapandemi. Kamar Dagang Indonesia (Kadin) meramalkan, pertumbuhan pada kuartal II akan lebih baik.

ilustrasi / freepik.com

”Kuartal I kita sudah di atas 3 persen. Itu di atas rata-rata PDB 2019. Ini sangat menggembirakan. Ekonomi mulai pulih,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu, Jumat (13/5/2022).

Dia menambahkan bahwa tingkat pertumbuhan sejumlah negara pada kuartal I masih lebih rendah dari Indonesia. Tiongkok tumbuh 4,8 persen. Pertumbuhan Amerika Serikat (AS) 3,6 persen, Singapura 3,4 persen, Korea Selatan 3,1 persen, dan Taiwan 3,1 persen.

”Filipina mencatatkan pertumbuhan 8,3 persen. Tapi, masih jauh di bawah pertumbuhan ekonomi mereka sebelum pandemi,” tegasnya.

Meski pertumbuhan kuartal I masuk zona positif, Febrio menyatakan bahwa pemerintah masih perlu mewaspadai sejumlah hal.

”Tiongkok menerapkan zero Covid-19 policy. Itu menyebabkan kontraksi aktivitas manufaktur. Sedangkan, Rusia terkait tensi geopolitik juga masih terkontraksi,” bebernya.

Sementara itu, realisasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun ini berjalan dengan baik. Kementerian Keuangan melaporkan, sampai 28 April lalu realisasi anggaran mencapai Rp 70,37 triliun. Itu merupakan 15,4 persen dari total pagu anggaran untuk program PEN tahun ini yang mencapai Rp 455,62 triliun.

”Realisasi PEN sampai April sudah berjalan dengan baik, terutama dalam konteks penanganan kesehatannya,” ujar Febrio.

Di sisi lain, Kadin memprediksi bahwa performa kuartal II tahun ini akan lebih baik lagi. Yang perlu diwaspadai adalah risiko inflasi dan dampaknya terhadap daya beli masyarakat. Koordinator Wakil Ketua Umum III Kadin Indonesia Shinta W. Kamdani meramalkan pertumbuhan ekonomi kuartal II pada kisaran 5–6 persen.

Menurut dia, pertumbuhan kuartal I yang bagus itu menunjukkan bahwa Indonesia berada pada rute pemulihan ekonomi yang lebih solid. ”Hanya, kami agak mengkhawatirkan risiko inflasi. Kalau terlalu tinggi, bisa memperlambat pertumbuhan dan kinerja pada kuartal berikutnya,” terang Shinta.

Dia juga menegaskan, dorongan konsumsi dan kegiatan ekonomi yang meningkat sepanjang April-Mei ini akan menjadi stimulasi yang bagus bagi kinerja kuartal II. Itu juga berarti respons pemerintah terhadap pandemi sudah baik.

Khususnya, terkait penggencaran vaksinasi dan PPKM terlokalisasi. ”Ini perlu di-pertahankan ke depannya,” ungkap Shinta. (*)

 

Reporter : JP GROUP Editor : RYAN AGUNG