Metropolis

Syarat Masuk Wisman ke Indonesia Memberatkan, Pengusaha Travel Harus Cari Akal Meyakinkan Calon Wisatawan

batampos– Sebanyak 94 orang turis, 89 pemegang paspor India dan 5 orang berpaspor Singapura, datang ke Batam, Sabtu (14/5). Para turis ini didatangkan Josaphat Travel Batam. Namun, memperjuangkan rombongan turis ini datang ke Batam, tidak mudah.

WhatsApp Image 2022 04 06 at 11.21.23 e1649222290444
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar. (istimewa)

Pimpinan Josaphat Travel Batam, Ripka Sembiring mengaku berusaha keras, agar rombongan ini datang ke Batam. “Kami mati-matian meyakinkan mereka datang ke Batam. Sebab, dari awal mereka tujuannya ke Melaka, tapi akhirnya bisa datang ke Batam,” katta Ripka, Sabtu (15/5).

Pernyataan Ripka ini bukan tanpa alasan. Sebab, jika para turis ke Melaka tidak banyak syarat yang diwajibkan. “Semudah datang ke Singapura. Ke Singapura tidak tidak perlu lagi pakai antigen, tak ada lagi beli asuransi,” ungkap Ripka.

BACA JUGA: Kunjungan Wisman ke Batam Meningkat

Sedangkan ke Batam, berdasarkan aturan pemerintah pusat, masih menerapkan permintaan antigen, pembelian asuransi. Sehingga, hal ini membuat para turis berpikir datang ke Batam. “Antigen di Singapura itu 35 dollar, asuransi 35 dollar, belum lagi ada harga tiket yang masih lumayan mahal 80 dollar (yang dulunya hanya 35 dollar). Bagi pemegang paspor India, harus bayar Visa On Arrival sebesar Rp500 ribu,” ujarnya.

Jika beberapa aturan dihapuskan, tentunya memudahkan para pelaku pariwisata. “Jadi lebih enak menjualnya, uang yang harus dikeluarkan itu bisa dibelanjakan para turis selama di Batam,” ungkapnya.

Selama di Batam, para wisman ini akan menginap di salah satu hotel di kawasan Lubuk Baja. Ripka mengaku sudah membuat jadwal lengkap, kegiatan para wisman selama di Batam. “Kami akan kunjungi beberapa destinasi wisata, lalu juga ke Vihara Maitreya, Masjid Cheng Ho, Kepri Coral. Untuk makan, saya bawa ke beberapa restoran seafood dan masakan padang. Sebelum saya lepas ke mal, saya juga anjurkan mereka untuk massage,” tutur Ripka.

Banyaknya tempat dikunjungi para wisman selama di Batam, Ripka berharap dapat menggerakan perekonomian di sektor pariwisata. “Ini grup pertama, jika ini sukses. Perusahaan yang menaungi para wisman ini datang ke Batam, menilai Batam pantas dikunjungi. Mungkin nantinya dari departemen lain datang, mereka berjanji akan hal itu,” ujarnya.

94 orang wisman ini, diklaim Ripka grup turis yang terbesar datang ke Batam sejak pandemi. Sebab sejauh ini, beberapa travel hanya mampu mendatangkan wisman dalam rombongan kecil. “Saya rasa belum ada yang sebesar ini,” ungkapnya.

Mengenai masih dimintanya pembelian asuransi dan tes antigen, sebelum masuk ke Batam. Sudah dikeluhkan beberapa pelaku pariwisata, salah satunya Ketua Nongsa Sensation, Andy Fong. Ia mengatakan jumlah wisman yang datang mulai meningkat, tapi tidak maksimal.

“Aturannya belum berubah, masih meminta syarat antigen dan asuransi,” tuturnya. Ia berharap ada perubahan aturan, sehingga semakin memaksimalkan orang datang ke Batam.

Hal yang senada diucapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar. Ia mengatakan permasalahan ini sudah dibicarakan dengan kementerian terkait. Tapi, masih belum ada perubahan atas Surat Edaran no 17, yang mengatur syarat masuknya Pelaku Perjalanan Luar Negeri.

“Kami juga meminta terkait bukan pemegang paspor non Singapura, dan bermukim kurang dari 14 hari tidak perlu diminta tes PCR,” ungkap Buralimar.

Jika aturan ini ditiadakan, Buralimar menyebut ada potensi wisman yang berlibur ke Singapura dapat menyeberang atau berlibur sehari atau dua hari ke Kepri. “Tentunya ini menambah jumlah wisman yang datang ke Kepri,” kata dia. (*)

Reporter: Juanda