Rabu, 10 Agustus 2022

Satu Keluarga Terinfeksi Covid-19

Batam Bertambah 11 Kasus Positif

Baca Juga

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
PETUGAS medis dari Puskesmas Botania melakukan rapid test kepada pedagang pasar Botania 2 Batam Kota, Jumat (15/5).

BATAM (BP) – Kasus positif terkonfirmasi Covid-19 di Batam melonjak. Kemarin, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam mengumumkan 11 kasus baru.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam Muhammad Rudi menga-takan, tambahan kasus ini merupakan hasil tracing closes contact yang terus berlangsung dari klaster terkonfirmasi positif nomor 32 (WN India) dan nomor 35 (kasus DD Bengkong) yang telah meninggal dunia, serta kasus nomor 49 (mahasiswa usia 18 tahun) yang saat ini masih dalam perawatan di ruang isolasi rumah sakit swasta di Batam.
“Terdiri atas tiga perempuan dan delapan orang Laki-laki,” ujar Rudi, kemarin.
Rudi merinci, kasus pertama, lelaki berinisial LM berusia 39 tahun (kasus 55). Dua warga Kampung Seraya yang bekerja sebagai petugas kebersihan di salah satu rumah sakit swasta di Lubukbaja dan teman kasus nomor 32.

“Sewaktu temannya tersebut dirawat di rumah sakit tempatnya bekerja yang bersangkutan sering membantu melakukan aktivitas sehari-hari almarhum, kasus 32,” terang Rudi.
Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi (PE) dan tracing terhadap kasus nomor 32 tersebut, pada 5 Mei yang bersangkutan diperiksa RDT dengan hasil reaktif. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan pertama pada 6 Mei dan hasilnya diketahui 8 Mei, negatif.

Kemudian, diisolasi di RS tempatnya bekerja, dan pada 15 Mei diperiksa swab kedua. Hasilnya positif.
Perlu diketahui, pada awal Ramadan yang bersangkutan bersama dengan kasus terkonfirmasi nomor 46 (klaster Jemaah Tabligh) melaksanakan salat Tarawih berjemaah di Masjid A-I Kampung Seraya.
“Sejauh ini, kondisinya stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, serta saat ini telah menjalani perawatan isolasi di rumah sakit tempatnya bekerja,” kata dia.

Kedua, laki-laki berinisial H berusia 45 tahun (kasus 56). Buruh angkut barang yang juga warga Kampung Seraya ini teman satu pekerjaan dengan nomor 46 yang saat ini masih dalam perawatan isolasi di RSKI Covid-19 Galang. Sebelumnya juga bersama-sama melaksanakan salat Tarawih di Musala D-A Kampung Seraya.
Pada 5 Mei, H di-rapid yang hasilnya nonreaktif. Mengingat yang bersangkutan adalah closes contact dari kasus nomor 46, kepadanya dilakukan rujukan untuk isolasi terpusat di Rusun Tanjunguncang yang diikuti dengan pengambilan swab tenggorokan pada 6 Mei dengan hasil negatif.

“Guna penguatan penegakan diagnosis, pada 15 Mei dilakukan pengambilan swab tenggorokan yang kedua, dan hasilnya diketahui pada kemarin positif. Sejauh ini kondisinya stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, dan saat ini telah dilakukan perawatan di ruang isolasi di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam,” papar dia.
Kasus ketiga, laki-laki berinisial S berusia 55 tahun (kasus 57). Lagi-lagi warga Kampung Seraya yang bekerja sebagai petugas kamar pemulasaran jenazah di salah satu rumah sakit swasta di Lubukbaja, juga merupakan teman nomor 32. Sewaktu temannya tersebut dirawat di rumah sakit tempatnya bekerja, yang bersangkutan juga sering membantu melakukan aktivitas sehari-hari almarhum.

Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi (PE) dan tracing terhadap kasus nomor 32, pada 5 Mei yang bersangkutan dites rapid dengan hasil nonreaktif. Namun, mengingat S adalah closes contact dari nomor 32, maka dilakukan rujukan untuk isolasi terpusat di Rusun Tanjunguncang, yang diikuti dengan pengambilan swab tenggorokan pada 6 Mei dengan hasil terkonfirmasi negatif.

“Pada 15 Mei kembali dilakukan pengambilan swab tenggorokan yang kedua dan hasilnya positif,” kata Rudi.
Perlu diketahui, pada awal Ramadan S bersama dengan kasus 46 melaksanakan salat Tarawih berjemaah di Masjid A-I Kampung Seraya, Kelurahan Seraya, Kecamatan Batuampar, Batam.

Keempat, laki–laki berinisial B, usia 43 tahun (kasus 58), warga Kelurahan Taman Baloi, Batam Kota. B merupakan ayah kandung dari kasus terkonfirmasi positif nomor 49 (mahasiswa usia 18 tahun, red) yang saat ini masih dalam perawatan ruang isolasi salah satu rumah sakit swasta di Baloi, Lubukbaja.

Mengingat B merupakan close contact primer, pada 14 Mei dilakukan pemeriksaan RDT kepada seluruh keluarganya yang hasil diketahui nonreaktif. Kemudian keesokan harinya dilanjutkan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya positif.
Menurut pengakuannya, kata Rudi, yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit jantung dan secara rutin melakukan kontrol ke salah satu rumah sakit swasta di Baloi, Lubukbaja. B dalam waktu dekat ini tidak pernah memiliki riwayat perjalanan keluar daerah.
“Sejauh ini kondisinya dalam keadaan cukup baik dan stabil serta tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, serta saat ini telah menjalani perawatan di ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 RSBP Batam,” ujarnya.

Kelima, kasus 59 Batam merupakan pelajar lelaki berinisial KMB berusia 13 tahun, adik kandung dari nomor 49.
KMB, pada 14 Mei dites rapid bersama seluruh anggota kelurganya dengan hasil diketahui nonreaktif. Kemudian, keesokan harinya, dilanjutkan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya positif.
“Sejauh ini kondisinya dalam keadaan baik dan stabil serta tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, serta saat ini telah menjalani perawatan di ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 RSBP Batam.”
Keenam, ED berusia 44 tahun, merupakan kasus baru Covid-19 nomor 60 ibu kandung nomor 49.

“Pengakuannya yang bersangkutan tidak ada memiliki riwayat penyakit tertentu, dan juga mengatakan dalam waktu dekat ini tidak pernah melakukan perjalanan keluar daerah. Kondisinya sekarang baik dan dirawat di RSBP,” imbuhnya.
Ketujuh, kasus nomor 61 berusia 7 tahun berinisial CMB. Yang bersangkutan merupakan adik kandung nomor 49.
Rudi menyatakan bahwa CMB dalam keadaan baik dan stabil serta tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, dan kini dirawat di ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 RSBP Batam.

Kedelapan, kasus nomor 62 merupakan sekuriti berusia 21 tahun. Pria berinisal IK ini merupakan warga Kampung Seraya, Batuampar. Sebelumnya pernah melaksanakan salat Tarawih di Masjid A-I. Beberapa jemaah pernah contact dengan nomor 32.
Setelah masjid tersebut tidak lagi melaksanakan salat berjemaah, IK kembali melaksanakan salat Tarawih berjemaah di Musala D-A bersama nomor 46 di perumahan yang sama.
Menindaklanjuti kasus tersebut, Tim Puskesmas Tanjungsengkuang bersama Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Batuampar melakukan rapid test terhadap jemaah masjid dan musala tersebut pada 14 Mei dengan hasil reaktif, dan dikarantina di Rusun Tanjunguncang.

“15 Mei dilakukan pengambilan swab tenggorokan yang hasilnya diketahui pada hari ini (kemarin, red) positif. Dia kini dirawat di RSBK Batam,” katanya.
Kesembilan, seorang perempuan berinisial SYK berusia 20 tahun warga Kampung Seraya, merupakan kasus baru nomor 63. SYK merupakan tante (adik ibu) dari nomor 62 yang tinggal serumah. Pada 14 Mei Tim Puskesmas Tanjungsengkuang bersama Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Batuampar melakukan rapid test terhadap yang bersangkutan. Hasilnya dinyatakan nonreaktif, dan diedukasi untuk karantina mandiri di rumahnya.
“Yang bersangkutan dinyatakan positif setelah pengambilan sampel pada 15 Mei. Sekarang dirawat di RSBP.”

Kesepuluh, Z, kasus nomor 64 Batam, remaja lelaki berusia 15 tahun, warga Bengkong Sadai. Dia merupakan tetangga DD yang merupakan kasus Covid-19 nomor 35. Yang bersangkutan hadir mengikuti kegiatan takziah tahlilan di rumah almarhum dan contact dengan anaknya yang merupakan kasus nomor 38.
Sehubungan dengan kasus tersebut, yang bersangkutan bersama dengan warga lainnya pada 2 Mei dites rapid yang hasilnya disimpulkan nonreaktif, dan selanjutnya diedukasi untuk melakukan karantina mandiri.

“15 Mei yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan di RS Awal Bros Batam yang hasilnya baru diketahui dan dinyatakan terkonfirmasi positif. Kondisinya baik dan dirawat di RSBP Batam,” imbuhnya.
Kesebelas, WSC, kasus 65 adalah lelaki berusia 22 tahun, warga Bengkong Sadai. WSC merupakan tetangga almarhum DD. Dia takziah tahlilan di rumah almarhum dan contact dengan anaknya yang merupakan kasus nomor 38.

Sehubungan dengan hal tersebut, yang bersangkutan bersama dengan warga lainnya pada 2 Mei di-rapid test yang hasilnya disimpulkan nonreaktif. Selanjutnya diedukasi untuk melakukan karantina mandiri.
Pada 15 Mei, WSC diperiksa swab tenggorokan di RS Awal Bros Batam yang hasilnya baru diketahui kemarin, dan dinyatakan positif.

“Sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, dan saat ini sudah dalam proses perawatan di ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 RSBP Batam,” kata Rudi.
Dari hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan terhadap seluruh klaster terkonfirmasi positif Covid-19, diperoleh kesimpulan sementara bahwa masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai klaster, maupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun impor. Hal ini mengingat masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol dan imbauan dari pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus penyakit Covid-19.

“Makanya, selanjutnya diingatkan dan diimbau kembali kepada seluruh masyarakat Kota Batam untuk kemaslahatan bersama agar tetap mengikuti anjuran pemerintah, menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap di rumah saja, dan menggunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur serta istirahat yang cukup,” tutur dia.

Sementara itu, dua orang dalam pengawasan terkait Covid-19 di lokasi karantina Rusunawa BP Batam Tanjunguncang dipindahkan ke rumah sakit. Dua ODP ini terindikasi positif terpapar Covid-19 sehingga harus ditangani di rumah sakit.
Informasi yang didapat, dua ODP ini dipindahkan ke rumah sakit pada Minggu (17/5) malam. Keduanya dipindahkan setelah petugas di sana menerima hasil lab dan swab yang menyatakan positif.

“Semalam dipindahkan, katanya ke RSBK. Iya, positif mereka,” ujar koordinator pengamanan Nur Arifin, Senin (18/5).
Jumlah ODP yang ada di rusunawa saat ini ada 33 orang. “Belum ada penambahan lagi. Yang sisa ini dari wilayah Batuampar, Bengkong, dan Sekupang,” sebutnya.

Batam jadi Episetrum Covid-19 Kepri
Terkait penambahan 11 kasus positif Covid-19 di Batam, pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto, kembali didesak untuk segera menentukan sikap, apakah melakukan karantina wilayah atau mengajukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Kementerian Kesehatan.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIPOL) Tanjungpinang, Endri Sanopaka, menilai Batam berpotensi menjadi episentrum Covid-19 di Provinsi Kepri.
“Kita tahu Batam batal mengajukan PSBB, dan Tanjungpinang juga tidak mengajukan usulan tersebut. Sementara kasus Covid-19 di daerah zona merah, khususnya Batam terus bertambah,” ujar Endri, Senin (18/5) di Tanjungpinang.
Pria yang ikut melakukan kajian epidemiologi terkait kondisi Kota Tanjungpinang setelah ditetapkannya Tanjungpinang sebagai zona merah menilai, kondisi Batam saat ini penyebaran lokal sudah semakin masif. Namun kenyataanya, Wali Kota Batam batal mengajukan PSBB, meskipun juga sudah ada kajiannya.

“Tahap awal memang yang mengajukan usulan tersebut adalah bupati atau Wali kota. Namun, apabila kepala daerah tingkat II tidak mengajukan, sementara kondisi semakin membahayakan dengan terus bertambahnya angka positif, Plt Gubernur Kepri bisa mengambil alih untuk mengajukan PSBB se-Provinsi Kepri,” jelas Endri. Ketua Muhammadiyah Provinsi Kepri, Yudi Carsana juga mendesak Plt Gubernur Kepri, Isdianto, menutup akses pelayaran dari Tanjungpinang ke Batam. Menurutnya, langkah tersebut perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 secara lokal menjadi lebih luas, apalagi mengingat Batam dan Tanjungpinang sudah ditetapkan sebagai Zona Merah oleh Kementerian Kesehatan.

“Dari awal sudah kita sampaikan, yang perlu dijaga itu wilayah antara daerah. Sementara akses antara zona merah di Kepri masih terus dibuka. Artinya peluang penyebaran Covid-19 tetap ada,” kata Yudi.
Kondisi Covid-19 di Provinsi Kepri per 18 Mei, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Provinsi Kepri terjadi penambahan sebanyak 23 orang di Batam. Sedangkan daerah lainnya tidak terjadi penambahan (lihat tabel, red). (***)

Reporter : ADIANSYAH – EUSEBIUS SARA – JAILANI
Editor : MUHAMMAD NUR

Update