Rabu, 10 Agustus 2022

Iptu HA Dijerat 3 Pasal Berlapis

Tersangka Penggelapan Mobil jadi Empat Orang

Baca Juga

F. CECEP MULYANA/BATAM POS
DUA anggota Ditkrimum Polda Kepri ­mengawal HA (tengah),
tersangka penipuan dan penggelapan
83 mobil di Mapolda Kepri,
Selasa (19/5) lalu. Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan
barang bukti belasan mobil
dan tiga pelaku lainnya.

BATAM (BP) – Tersangka kasus penggelapan 83 unit kendaraan berbagai jenis di Batam, Tanjungpinang, dan Karimun, terus bertambah. Dari yang sebelumnya tiga orang, kini bertambah menjadi empat orang. Tidak menutup ke­mungkinan akan bertambah pelaku lagi.

Pelaku utama, Iptu HA, sudah berada di Mapolda Kepri. Perwira polisi ini dibawa dari Pelalawan, Riau, menuju Batam melalui jalur laut. Polisi memberikan pengawalan ketat. Sejumlah anggota berpakaian resmi hingga preman bersiaga mulai dari dermaga di Pelabuhan Domestik Sekupang, hingga pintu keluar pelabuhan tersebut.
Pantauan Batam Pos, HA hanya pasrah saat digiring jajaran Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Kepridari kapal menuju ke mobil penjemputan.

Dirkrimum Polda Kepri Kombes Arie Dharmanto membenarkan kedatangan Iptu HA lewat jalur laut. “Dari Riau ke Karimun, Karimun ke Batam,” ujarnya di Nongsa, Selasa (19/5).

Arie mengaku, tertangkapnya HA dapat membantu pihaknya mengungkap tuntas kasus ini. Saat didesak, Arie mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

“Kami fokus memeriksa para pelaku dulu,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta keterangan dari para korban. Hingga kemarin, sudah 12 korban yang melaporkan ke Mapolda Kepri.

Arie membeberkan bahwa penyelidikan kasus ini juga melibatkan setiap unit di Ditreskrimum, Direktorat Lalu Lintas, Intel, serta Propam. “Jadi, ada tim gabungan yang memeriksa kasus ini. Semuanya sudah bergerak dan bekerja hingga kini.”

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt mengatakan, ada penambahan barang bukti menjadi 16 unit, dan akan terus bertambah.

“Selain memanfaatkan kendaraan rental, juga menawarkan kendaraan yang bersifat leasing,” ungkapnya.

Selain itu, penyidik juga masih mempelajari modus-modus lainnya yang dilakukan Iptu HA dan komplotannya. Pihaknya akan menjeratnya dengan tiga pasal berlapis, yakni pasal 372, 378, dan 263 KUHP.

Dalam pasal 372 disebutkan, barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

Lalu pasal 37 berbunyi; barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Lalu pasal 263 berisikan, barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan utang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun.

“Selain penipuan, penggelapan, juga disangkakan mengenai pemalsuan dokumen,” ucapnya.

Harry berharap, masyarakat yang pernah berurusan dengan komplotan ini dan menjadi korban, segera melaporkan diri ke Mapolda Kepri. Apabila ada kendaraanya, di antara barang bukti yang ada, nantinya akan dilakukan pencocokan.

“Jangan lupa bawa surat-surat atau dokumen kendaraan,” ungkapnya. (*)

Reporter : FISKA JUANDA
Editor : CHAHAYA SIMANJUNTAK

Update