Rabu, 10 Agustus 2022

Bertambah jadi 107 Mobil

Iptu HA Dibantu Sopir Ambulans untuk Memuluskan Aksinya

Baca Juga

Dirkrimum Polda Kepri, Arie Dharmanto (kedua dari kiri) didampingi Kabid Humas dan kabid Propam
Polda Kepri
memberikan keterangan pe-ngungkapan kasus penenipuan dan penggelapan mobil oleh Iptu HA dan tersangka lainnya di Mapolda Kepri, Rabu (20/5) lalu.
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

Kasus penipuan HA, perwira polisi dari Polres Bintan terus bergulir. Dari yang sebelumnya didata ada 83 unit mobil yang digelapkan, kini bertambah menjadi 107 unit mobil.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri pun fokus melakukan penyelidikan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan Iptu HA bersama tiga rekannya.
“Tidak menutup kemung-kinan jumlah tersebut akan terus bertambah. Barang bukti yang diamankan sudah 34 unit ditambah 15 unit dari Tanjungpinang,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Arie Dharmanto, Kamis (21/5).
Arie mengaku, pihaknya terus mengembangkan dan mencari kendaraan yang sudah digelapkan Iptu HA.
Terungkap, Iptu HA memiliki modus yang sama dan berulang dalam aksinya. Salah satunya terhadap perusahaan Auto3000. HA mengadakan perjanjian sewa-menyewa kendaraan. Perjanjian ini tidak hanya dilakukan HA, tapi ju­ga kaki tangannya, Ar. Perjanjian itu dibuat dengan jangka waktu yang cukup lama.
Isi perjanjiannya, HA meminjam mobil untuk disewakan ke sebuah perusahaan di Bintan.

Namun, setelah beberapa bulan, ia tak lagi membayar uang sewa kendaraan. Selanjutnya, diketahui bahwa ia tengah berusaha menjual kendaraan milik Auto3000 tersebut. Sehingga saat dilakukan pemeriksaan, ternyata tidak ada perusahaan yang menyewa kendaraan itu di Bintan.
Selain Ar, HA juga memiliki kaki tangan lainnya, yakni Sb. Sb bertugas sebagai pemetik dan penadah kendaraan yang digelapkan.

Ada lagi, Sa yang bertugas sebagai perantara yang membawa kendaraan dari Batam ke Pelabuhan Tanjunguban, yang selanjutnya diantar ke tempat yang telah ditunjuk HA. “Sa ini berprofesi sebagai supir mobil ambulans (tenaga honorer, red),” ungkap Arie.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt, menyampaikan pesan Kapolda Kepri Irjen Aris Budiman, yang meminta masyarakat yang menjadi korban Iptu HA, segera melapor ke Mapolda Kepri. “Nantinya ada tim yang membantu mencocokkan dan mengidentifikasi kendaraan korban berdasarkan dokumen kendaraan,” ucapnya.

Saat ditanya status HA di kepolisian, Kabid Propam Polda Kepri, Kombes Agus Nurpatria, mengatakan, HA masih anggota Polri. Pemeriksaan kode etik Iptu HA, baru akan dilakukan setelah vonis pidananya inkrah. “Apabila sudah ada putusan hakim, barulah kami adakan sidang kode etiknya,” ungkapnya. Di tempat terpisah, Wakapolres Tanjungpinang Kompol Agung Gima Sunarya mengatakan, Polres Tanjungpinang sudah menyita barang bukti kejahatan Iptu HA dan jaringannya, berupa 15 unit mobil berbagai jenis. “Iya, kami sita dan amankan barang bukti penggelapan 15 unit mobil berbagai merek,” ungkap Agung di Mapolres Tanjungpinang, kemarin. Pihaknya juga telah menyerahkan belasan mobil sitaan ke penyidik Polda Kepri guna proses penyelidikan lebih lanjut. “Kami turut membantu penyelidikan,” ujarnya.
Selain belasan mobil, penyidik Polres Tanjungpinang juga menyita belasan surat dan dokumen kendaraan yang diduga palsu. “Tidak ada kendala dalam proses penyitaan. Pemilik mobil kooperatif,” kata Agung.

Sementara itu dari wilayah hukum Polres Bintan tempat pelaku bertugas, sebanyak 25 unit mobil hasil penipuan HA juga sudah diamankan. “Dari 25 unit itu, 13 mobil sudah kami serahkan ke Polda Kepri,” ungkap Kasi Propam Polres Bintan, Ipda Sutomo, kepada koran ini, kemarin.
Sedangkan 12 unit mobil sisanya, masih diamankan di Markas Polres Bintan di Bintan Buyu. “Rencananya besok (hari ini, red) mau kami cek fisik dan parkir tersusun,” tambah Sutomo.

Sebelumnya, Iptu HA dilaporkan menggelapkan puluhan mobil rental di Tanjungpinang dan Batam. Caranya, dia merental kemudian mobil dijual dengan harga murah. Setelah terbongkar, Iptu HA mulai absen dari kedinasan di Polres Bintan. Ia tidak masuk kantor sejak Jumat (8/5) lalu. Dia sempat bersembunyi di beberapa kawasan di Kepri, lalu melarikan diri ke Pelalawan, Riau. Pelalawan menjadi persembunyiannya. Ia berhasil diamankan Tim Polda Kepri, Minggu (17/5) lalu.

Iptu HA dan rekannya dijerat pasal 372, 378 dan 263 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun penjara. Bahkan ia juga terancam dipecat dari Polri. (***)

Reporter : FISKA JUANDA
SLAMET NOFASUSANTO
YUSNADI NAZAR
Editor : CHAHAYA SIMANJUNTAK

Update