Rabu, 10 Agustus 2022

Status Nongsa Berubah Kuning

Satu Warga Positif Covid-19, 18 Diperiksa Rapid Test Klaster Seraya, 40 Warga Reaktif

Baca Juga

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Kondisi Pasar Tos 3000 tampak padat pengunjung, Kamis, (21/5). Melihat kondisi ini, tentu mereka mengabaikan imbauan pemerintah untuk social dan physical distancing di tengah pandemi Covid-19. Sementara kasus positif terus bertambah.

BATAM KOTA (BP) – Kota Batam bertambah satu pasien positif Covid-19. Pasien me­ru­pakan warga Nongsa yang bekerja sebagai pedagang. Dia pun kini diisolasi di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang.
“Nongsa tak lagi hijau, sudah berubah kuning. Yang masih hijau yakni Belakangpadang, Bulang, dan Galang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi, Kamis (21/5) siang.

Hasil penelusuran dari pasien kasus ke-79 ini, ada 18 orang yang berinteraksi. Di antaranya anggota keluarga (anak, istri, serta pembantu) dan close contact kepada warga lainnya, karena ia sempat salat berjemaah di masjid yang diikuti 10 orang. “Ini data sementara, besok (hari ini, red) akan di-swab,” terang Didi.

Didi menambahkan bahwa episentrum Covid-19 di Batam ada di wilayah Ba­tuampar, tepatnya di Kampung Seraya.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan, dengan bertambahnya pasien positif ini, ma­ka total jumlah kasus di Kepri menjadi 141 orang, atau kasus ke-79 di Batam, per Kamis (21/5).

“Secara akumulatif, Kota Batam 79 kasus, Tanjungpinang 26, Karimun lima, Bintan dua kasus, dan klaster Galang 29 kasus. Sedangkan, Lingga, Anambas dan Natuna nihil kasus,” urainya.
Sementara itu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kian bertambah 518 orang, Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 4.323 orang, dan Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 5.328 orang. Sedangkan pasien sembuh tidak ada penambahan. Masih sama dengan sebelumnya yakni sebanyak 83 orang (29 pasien di Batam, 20 di Tanjungpinang, empat di Karimun, satu di Bintan, dan 29 orang di klaster Galang).

Dua Kali Di-swab,
Hasil PCR Dokter Negatif
Sementara itu, petugas medis di garda terdepan dalam penanganan Covid-19 layak menjadi perhatian. Kesehatan dan keselamatan mereka juga termasuk hal yang sa­ngat penting. Salah satu dokter yang bertugas di Tanjunguncang, beberapa waktu lalu, hasil Rapid Diagnostic Test (RDT) menunjukkan hasil reaktif. Syukurnya, setelah di-swab petugas tersebut dinyatakan bebas dari Covid-19.

Dokter tersebut juga turut menangani karantina gadis kecil berusia 7 tahun 8 bulan, yang ketiga kakaknya positif Covid-19. “Alhamdulillah, hasil PCR (Polymerase Chain Reaction) dokter ini sudah keluar dan hasilnya negatif. Padahal sebelumnya, setelah dinyatakan reaktif, dia sempat ngungsi ke rusun,” ungkap Didi, kemarin.
Setelah dinyatakan negatif, ia pun akan langsung bekerja kembali. “Tetap menggunakan APD, dijaga saja kesehatannya,” kata Didi.
Mengganasnya Covid-19 di Batam beberapa hari terakhir yang ditandai jumlah kasus melampaui 10 kasus per hari, membuat Wali Kota Batam yang juga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, gusar. Ia pun kembali mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi peraturan pemerintah dan menerapkan physical distancing dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Warga Batam, patuhilah physical distancing,” tegas Rudi, usai penyerahan bingkisan Ramadan untuk para imam dan marbot masjid di kantor BP Batam, Rabu (20/5).
Apalagi menjelang Hari Raya Idulfitri. “Maka dari itu, pe­laksanaan ibadahnya harus bergeser posisi. Biasanya kita melaksanakan di masjid, kali ini tidak bisa semua. Bukan karena kemauan saya selaku Wali Kota Batam atau Kepala BP Batam, melainkan karena kondisi saat ini yang belum memungkinkan,” ujarnya.

Ia mengakui, persoalan beribadah menjadi salah satu masalah yang kerap menimbulkan perdebatan di tengah-tengah masyarakat. Namun, Rudi mengingatkan bahwa tujuan pemerintah membatasi beberapa kegiatan sebagai salah satu upaya untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Memang ada yang tidak bisa menerima, tapi pada hakikatnya kita semua harus paham dan membuka diri terutama umat beragama di Kota Batam, bahwa kehidupan akan memiliki arti jika dapat bermanfaat untuk orang lain,” lanjutnya.

Selain itu, sebagai pimpinan daerah yang juga ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, Rudi memiliki kewajiban menjaga keselamatan warganya.
“Maka dari itu, langkah membatasi beberapa kegiatan harus kami lakukan, me­rujuk pada arahan Presiden RI melalui Kementerian Kesehatan RI. Tentunya kami ber­harap masyarakat Batam dapat mendukung kami dengan menerapkan peraturan ini, agar badai Covid-19 segera berlalu dari Kota Batam,” pungkasnya.

Tanjungpinang
menuju Zona Kuning
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, mengklaim tidak terjadi penambahan kasus postif Covid-19 di Tanjungpinang. Ini sudah melewati setengah bulan. Dengan tren tersebut ia meyakini Tanjungpinang sedang menuju zona kuning.
“Memang kita sudah ditetapkan sebagai zona merah dengan adanya sejumlah kasus. Akan tetapi sebentar lagi kita akan masuk zona kuning, karena sejak 2 Mei 2020 lalu dari laporan terakhir di Kota Tanjungpinang tidak ada penambahan kasus Covid-19,” tuturnya, di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Rabu (20/5).

Melihat kondisi yang mulai membaik tersebut, Rahma mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar tetap mematuhi protokol kesehatan yang disampaikan pemerintah. Seperti tetap berada di rumah, jangan berkerumun, jaga jarak, dan menggunakan masker saat keluar serta menjalankan pola hidup sehat dan bersih, dengan rajin mencuci tangan.

“Tujuannya untuk memutus ma­ta rantai penularan, hingga tidak ada lagi penambahan kasus baru Covid-19 di Kota Tanjungpinang,” jelas Rahma.
Sementara itu, Plt Direktur Umum Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib (RSUD RAT) Tanjungpinang, Elfiani Sandri, mengatakan, jumlah pasien positif Covid-19 di Tanjungpinang tersisa tiga pasien. Terdiri dari dua pasien dirawat di RSUP RAT, dan satu orang menjalani isolasi mandiri.
“Saat ini kami juga merawat lima Pasien Dalam Pemantauan (PDP). Kelimaa pasien tersebut, saat ini sedang menunggu hasil tes lab PCR swab-nya dari Batam, untuk diketahui positif atau negatif Covid-19,” jelasnya. (*)

Reporter : ADIANSYAH
JAILANI
RIFKI SETIAWAN
Editor : CHAHAYA SIMANJUNTAK

Update