Rabu, 10 Agustus 2022

Awalnya Sembako, Kini Baju untuk Lebaran Tersedia

Tren Bantu Sesama dengan Sedekah lewat Cantelan

Baca Juga

Pemberian sedekah dengan cara menggantungkan makanan di pagar lagi tren di masyarakat. Ini untuk mengurangi kontak fisik antara pemberi dengan penerima. Warga Wiyoro Lor, Baturetno, Banguntapan, Bantul, mengembangkan teknik sedekah ini. Dari awalnya sayuran, makanan atau sembako, kini juga baju pantas pakai untuk Lebaran.
F. Meitika Candra Lantiva/Radar Jogja/JPG

aneka bungkusan sayur tergantung di pagar-pagar jalan. Termasuk di Masjid Al-Falah RT 04. Ada lobak, wortel, bumbu dapur, bahkan menjelang sore aneka menu makanan menghiasi gang sekitar masjid itu. Mulai kolak, es hingga nasi bungkus.
“Warga yang melintas dipersilakan mengambil. Gratis,” ungkap salah seorang takmir Masjid Al Falah, Dharsono (17/5) lalu.

Ia mengungkapkan, di tengah pandemi Covid-19 tak sedikit warga kehilangan pekerjaan dan tak berpenghasilan. Sehingga dengan sedekah itu dapat membantu meringankan beban masyarakat sekitar.
Tak hanya itu, menjelang Lebaran warga juga sepakat membuka sedekah pakaian pantas pakai. Untuk membantu mereka yang tidak mampu membeli baju. Ada berbagai macam pakaian, mukena, sajadah dan lain-lain.

“Baju pantas pakai ini digantung di samping masjid. Warga yang membutuhkan di perkenankan mengambil,” katanya.
Dikatakan, rutinitas ini sudah dimulai sejak hari ketiga awal Ramadan. Kemudian berjalan lalu muncul ide membuat sedekah pakaian pantas pakai. Hal ini mendapat respons war­ga sekitar. Dan ternyata, ada pula warga yang membu­tuhkan pakaian untuk Lebaran.

Dia mengatakan, ke depan kegiatan ini akan dikembangkan. Harapannya dapat mengandeng jamaah masjid yang lebih luas lagi. Tak me­nutup kemungkinan juga akan membuka donasi makanan maupun pakaian pantas pakai di lingkup lebih luas.

Dia berharap dengan bergotong royong bisa meringankan beban orang lain. Selain itu juga dapat memberikan kebahagiaan. Saat ini semua kondisi sedang tidak stabil akibat korona. Maka dengan cara berbagi dapat memerangi dampak ekonomi pagebluk ini.
“Ada ratusan warga yang terlibat dalam kegiatan ini. Saya berharap mampu menginspirasi warga lain,” harapnya. (***)

Reporter : MEITIKA CANDRA LANTIVA/Radar Jogja
Editor : CHAHAYA SIMANJUNTAK

Update