Rabu, 10 Agustus 2022

Polisi Amankan 10 Ton Kayu Ilegal

Baca Juga

Pompong dan 10 kayu ilegal yang diamankan Satpolair Karimun, beberapa waktu lalu. Kini kasus tersebut masih didalami petugas.

KUNDUR (BP) – Satpolairud Polres Karimun mengamankan pompong beserta 10 ton kayu hutan yang diduga ilegal pada Kamis (14/5) lalu. Kayu tersebut diduga berasal dari Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kayu jenis meranti olahan dengan tebal kurang lebih 8 inci ini kemungkinan akan dibawa menuju Layang Sawang, Kecamatan Kundur Barat dengan cara dirakit di dalam air dan ditarik dengan menggunakan kapal pompong.
Kasat Polairud Polres Karimun, Iptu Binsa Samosir mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat.”Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Kopat KP XXX-1 33-2001, saudara Toni Henri Wibowo yang sedang melakukan patroli didaerah sekitar itu,” jelas Kasat Polairud Polres Karimun Iptu Binsa Samosir, Selasa (19/5).

Saat di lokasi, petugas juga menginterogasi seorang saksi bernama Sukemi alias Emi yang bekerja mengangkut kayu dari pantai menuju ke daratan. Dari keterangan saksi, petugas mengetahui jika kayu tersebut pesanan dari saudara Atan, warga Sawang, Kecamatan Kundur Barat. Kayunya diantar saudara Jas menggunakan pompong tanpa nama dari Tanjung Saru Selat Panjang kabupaten Kepulauan Meranti. “Kita akan melakukan pengusutan lebih lanjut terhadap kepemilikan kayu tersebut,” katanya. (*)

Reporter : TRI HARYONO
Editor : DEDE HADI

Update