Rabu, 10 Agustus 2022

Pemilik Bisa Pinjam Pakai Barang Bukti

Baca Juga

F. YUSNADI NAZAR/BATAM POS
BARANG bukti kejahatan Iptu HA yang diamankan di Mapolres Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Barang bukti mobil ini kini sudah dipindahkan ke Mapolda Kepri di Nongsa, Batam.

BATAM (BP) – Ditreskrimum Polda Kepri terus menggenjot pemeriksaan kasus dugaan penipuan dan penggelapan mobil yang dilakukan Iptu Ha bersama kaki tangannya, Ar, Sb, dan Sa. Selain para pelaku, sejumlah saksi juga diperiksa secara maraton untuk dimintai keterangan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Kepri.

Para korban yang ditipu HA dan komplotannya juga terus berdatangan ke Mapolda Kepri. Mereka berharap kendaraan mereka bisa diambil karena umumnya dipakai untuk kegiatan usaha.

“Pemeriksaan kami lakukan secara maraton,” kata Direskrimum Polda Kepri, Kombes Arie Dharmanto, Jumat (22/5).

Arie mengaku telah meminta Wadirkrimum Polda Kepri menelusuri korban serta kendaraan yang digelapkan Ha dan komplotannya. Ia mengatakan, tidak menutup kemung­kinan jumlah kendaraan akan terus bertambah.

“Kami juga berusaha mengejar di mana saja kendaraan yang telah digelapkan dan dijual para tersangka ini,” katanya.

Sejauh ini, barang bukti berupa mobil sudah diamankan di Mapolda Kepri sebanyak 49 unit.

Kendaraan tersebut berjejer rapi di depan Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum. Selebihnya masih ada di Mapolresta Bintan.

Kepada masyarakat, Arie meminta segera melaporkan diri apabila menjadi korban penipuan Ha.

“Apabila ada kendaraanya di sini, bisa membawa dokumen yang lengkap. Agar dicocokkan dengan kendaraan yang ada di sini.”

Arie membenarkan ada beberapa pemilik kendaraan yang ingin kendaraan mereka secepatnya bisa diambil karena digunakan untuk kegiatan usaha sewa menyewa. Mengenai hal ini, pihaknya siap membantu, sepanjang yang bersangkutan benar-benar pemilik mobil dengan dibuktikan dokumen-dokumen yang valid dan sah.

“Kami memahami sebagian besar kendaraan ini untuk usaha sewa-menyewa. Boleh saja diambil tapi dengan status pinjam pakai. Karena ini barang bukti, sewaktu-waktu dibutuhkan untuk kepentingan penyidikan dan pembuktian, maka harus bisa dihadirkan kembali. Makanya statusnya pinjam pakai barang bukti,” ujarnya.

Ia menambahkan, tindak pidana yang dilakukan HA dan komplotannya sudah sering dan berulang. Modus yang sama selalu dilakukannya terhadap korban-korbannya. Kendaraan-kendaraan tersebut tidak hanya dijual di Batam, tapi juga luar daerah seperti Tanjungpinang dan Bintan.

Mobil-mobil tersebut dibawa ke Tanjunguban menggunakan kapal roro. Begitu sampai di Tanjunguban, sudah ada orang yang mengambil dan membawa kendaraan tersebut yakni Sa. Kendaraan tersebut dibawa Sa ke tempat yang telah ditentukan HA. Selain dugaan penggelapan dan penipuan, polisi juga menduga ada pemalsuan dokumen.

“Kami masih dalami kasus ini, mencari apakah ada dugaan-dugaan pelanggaran pidana lainnya,” imbuh Arie.

Diberitakan sebelumnya, Iptu Ha dilaporkan telah menggelapkan puluhan mobil rental di Tanjungpinang dan Batam. Caranya, dia merental kemudian mobil dijual dengan harga murah.

Setelah kejadian ini mulai terbongkar, Iptu HA absen dari kedinasan sejak Jumat, (8/5) lalu dan sempat melarikan diri ke Pelalawan, Riau, kemudian ditangkap tim Polda Kepri, Minggu (17/5).

Iptu Ha dan rekannya dijerat pasal 372, 378 dan 263 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun penjara. Ia juga terancam di­pecat dari Polri. (*)

Reporter : FISKA JUANDA
Editor : CHAHAYA SIMANJUNTAK

Update