Rabu, 10 Agustus 2022

New Normal Batam 15 Juni

Kepri Mulai 29 Mei Rumah Ibadah Mulai Dibuka

Baca Juga

Pegawai Negeri Sipil Pemko Batam meninggalkan kantor usai melaksanakan aktivitas kerja (kiri). Sejumlah karyawan pabrik elektronik di Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning, pulang kerja, Selasa (26/5).

Pemerintah pusat menetapkan Kepri sebagai pilot project new normal dalam menanggulangi wabah Corona Virus Disease-19 (Covid-19). Hal ini sempat ditentang pemerintah daerah dengan alasan masih tingginya temuan kasus positif di provinsi ini, khususnya di Batam. Namun, akhirnya, mau tak mau, harus menerima keputusan pusat ini.

Ada pun salah satu proyek new normal yang akan diterapkan yakni aktivitas dan kegiatan rumah-rumah ibadah mulai dibuka Jumat (29/5) mendatang. Khusus Batam, secara resmi 15 Juni setelah Pemko Batam selesai menerapkan pembatasan aktivitas ma­syarakat (PAM) yang direncanakan mulai 7 Mei-14 Juni 2020.

Namun, Pemko Batam mulai kemarin sudah melakuan uji coba pembukaan rumah ibadah yang ditandai dengan salat Zuhur berjemaah di Masjid Agung Batam Center.
Bahkan, seluruh pegawai Pemerintah Kota Batam dan BP Batam kembali berkantor setelah sebelumnya menjalani work from home (WFH).

“Kebijakan ini merupakan salah satu langkah Pemprov Kepri dalam menyambut era new normal yang dicanangkan pemerintah pusat. Kepri masuk dalam pilot project penerapan new normal dari pemerintah pusat bersama Yogyakarta dan Bali,” ujar Plt Gubernur Kepri, Isdianto, di Gedung Daerah, Tanjungpinang, kemarin.

Langkah ini, kata Isdianto, akhirnya diterima karena khawatir tingkat kejenuhan masyarakat akan terus meningkat apabila pembatasan tempat ibadah terus dilakukan. Selain itu, pemerintah juga merasa yakin, warga sudah sadar akan bahaya virus Covid-19, sehingga mampu melindungi dirinya sendiri ketika new normal diterapkan.
“Ini alasannya, kenapa kita berani. Masyarakat kita sudah bisa melindungi diri masing-masing,” jelas Isdianto.

Dia menyebutkan, setelah pelonggaran tempat ibadah, secara bertahap pihaknya juga akan mulai melonggarkan aktivitas di tempat umum lainnya.
Ia sangat optimistis, apabila masyarakat mendukung protokol kesehatan selama penerapan new normal, maka Kepri diprediksi bisa bebas dari wabah mulai Juli mendatang. “Dengan begitu roda perekonomian akan bergulir kembali. Saya yakin dan percaya,” tutup Isdianto.

Sementara itu, Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, bersama tokoh agama menggelar rapat terkait rencana new normal di Dataran Engku Putri Batam. Ada pun kesimpulan rapat itu, tempat ibadah kembali dibuka.
“Makanya selesai rapat tadi (kemarin, red), peserta rapat yang muslim langsung salat jamaah di Masjid Agung. Tujuannya melihat protokol kesehatan, terutama physical distancing, penggunaan masker hingga tersedianya hand sanitazer, dan pengukur suhu tubuh di setiap pintu masuk. Masuknya tak berdesakan dan jaga jarak,” ujar Kepala Kemenag Batam, Zulkarnain Umar.

Tidak hanya masjid, tempat ibadah umat beragama lain juga dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Jika tidak , tempat ibadah akan tetap ditutup sementara.
“Sama juga untuk nonmuslim. Semua mendengar, kami sepakat tetap jalani protokol kesehatan. Maka pengurus tempat ibadah harus membuat surat pernyataan tentang kesanggupan menjalani protokol kesehatan, kalau tidak mampu, akan ditutup lagi . Tidak ada kompromi,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, uji coba yang dilaksanakan kemarin masih menunggu keputusan final rapat pemerintah dengan pelaku usaha, termasuk usaha hiburan. Namun, informasi yang dirangkum Batam Pos, surat pernyataan pemberlakuan protokol kesehatan di tempat hiburan justru sudah dijalankan. Rencananya, Rabu (27/5) akan diadakan rapat dengan pengusaha.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Batam, Azril Apriansyah, mengatakan, pegawai di Pemko Batam kemarin mulai kembali bekerja, tanpa terkecuali. Hal ini berbeda dengan rencana awal WFH masih berlaku hingga 29 Mei mendatang. Pelaksanaan WFH sebelumnya, yakni eselon empat hingga staf. Sekarang giliran WFH sementara eselon dua dan tiga guna menghindari kerumunan.
“Seluruh ASN sudah masuk. Diterapkan seperti biasa yaitu wajib mencuci tangan, pengukuran suhu sebelum masuk ke gedung, pakai masker, jaga jarak, dan protokol kesehatan lainnya,” papar dia.

Untuk diketahui, sebelumnya kasus Covid-19 di Batam pernah menyebar secara signifikan yakni klaster Dinas Pemberdayaan Perempuan. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Umiyati mengatakan, di kantor yang ia pimpin, semua pegawai kembali masuk. “Udah masuk kerja hari ini (kemarin, red) termasuk yang sudah sembuh. Tanpa kecuali semua masuk baik ASN maupun THL (tenaga harian lepas),” kata Umiyati.
Rudi mengatakan, tatanan hidup normal baru ini, ASN harus bertugas mengedukasi warga agar tetap patuh protokol kesehatan.

“Saya sengaja menginstruksikan semua ASN masuk menjalankan tugas berat ini,” kata Rudi saat memimpin rapat bersama ASN di panggung utama Dataran Engku Putri Batam, kemarin.

Ia ingin, dengan jumlah ASN yang banyak dapat ditugaskan di semua kecamatan se-Kota Batam. “Secara umum, sudah saya sampaikan ke ASN terkait tatanan hidup normal baru ini. ASN tetap pakai masker serta menjaga jaga jarak,” ujarnya.

Kehidupan baru ini pula, kata Rudi, harus ditularkan ke warga Batam agar saat semua aktivitas di Batam dibuka dengan wajibmenerapkan protokol kesehatan.
“Kita sama-sama mengedukasi warga agar tetap patuh imbauan kita.”
Di kesempatan itu, Rudi menekankan ada tiga hal yang perlu diterapkan di tengah masyarakat. Pertama, wajib memakai masker. Hal ini didasari aturan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sehingga perlu disampaikan agar warga tetap mamatuhi ini.
“Kedua, jaga jarak termasuk di rumah ibadah. Hari ini (kemarin, red) saya kumpulkan semua ulama dan imam masjid terkait ini,” ujarnya.

Bahkan, untuk tempat ibadah, pihaknya akan membuka dalam waktu dekat ini. Sementara pusat keramaian lain seperti pelabuhan, mal, dan sebagainya dibuka pada 15 Juni nanti.
“Ketiga, semua ASN harus mengedukasi warga menerapkan pola hidup bersih dan rajin berolahraga,” ujarnya.

Langkah-langkah ini, kata Rudi, sebagai upaya persiapan pelonggaran 15 Juni nanti. Alasannya, agar seluruh kegiatan, baik sosial dan ekonomi bahkan keagamaan di Batam bisa mulai berjalan kembali, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Semua sudah mengeluh ke kami, bagaimana mau bayar air, bagaimana bayar listrik, semua sudah terdampak, jadi kita bertekad nanti kita buka semua aktivitas di Batam,” kata Rudi.

Dengan begitu, di sisa waktu hingga 14 Juni nanti, semua akan bertugas bagaimana Batam bersih dari Covid-19. “Yang sakit jadi sembuh, yang sehat makin bugar,” kata dia.
Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Tanjungpinang, Endri Sanopaka, mengatakan, dengan penerapan kebijakan new normal itu nanti, sama artinya membiarkan masyarakat untuk bertahan dengan kemampuan sendiri (herd immunity). Karena ia melihat peran pemerintah daerah masih jauh dari optimal untuk menjaga keselamatan masyarakatnya di tengah pandemi Covid-19.
“Tidak ada jaminan pemerintah ada di tengah-tengah masyarakat pada semua lininya, apalagi pada penerapan new normal. Ini harus menjadi alert bagi kita untuk lebih meningkatan kewaspadaan,” ujar Endri, kemarin.
Terpisah, Ketua Muhamadiyah Provinsi Kepri, Yudi Carsana, mengatakan, pada satu sisi ia mendukung dengan dibukanya aktivitas rumah ibadah, khususnya masjid dalam waktu dekat ini. Namun demikian, tetap harus memperhatikan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Ditegaskannya, bagi yang sakit dan lanjut usia sebaiknya beraktivitas ibadahnya tetap di rumah.
“Kita berharap untuk kepentingan rumah ibadah, ada dukungan alat pengaman diri (APD) dari pemerintah juga,” ujar Yudi, kemarin.
Pada sisi lain, mantan legislator Komisi II DPRD Kepri tersebut mendesak untuk sementara waktu jalur transportasi umum dari Pulau Batam ke Pulau Bintan (Tanjungpinang-Bintan) ditutup selama 14 hari. Ia yakin, dengan diputusnya akses antardaerah, penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepri akan cepat diputus mata rantainya.
“Batam kondisinya sekrang bertambah terus. Sementara daerah lain sudah mulai setop kasus positifnya. Makanya kita minta sementara waktu jalur transportasi kesana ditutup sementara,” tegas Yudi.

Kepri Tambah 7 Kasus Positif Covid-19
Kritikan yang dilayangkan Ketua Stisipol Tanjungpinang, Endri Sanopaka, bahwa new normal sama artinya membiarkan masyarakat untuk bertahan dengan kemampuan sendiri alias herd immunity, cukup beralasan. Sebab kasus penambahan positif Covid-19 di Kepri terus terjadi, khususnya di Batam yang kemarin bertambah enam kasus dan satu kasus di Tanjungpinang.
Berdasarkan data yang dipe-roleh Batam Pos dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri, per 26 Mei, Kepri bertambah tujuh kasus baru. Satu kasus positif di Tanjungpinang, sisanya enam kasus di Kota Batam. Satu di antara enam kasus baru di Batam meninggal dunia.
Penambahan enam kasus baru di Batam membuat Batam mencatatkan kasus ke-96. Itu belum termasuk 29 kasus positif di klaster Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Covid-19 (29 kasus). Sementara Tanjungpinang, setelah hampir sebulan nihil tambahan positif, kemarin bertambah satu orang, sehingga mencatatkan kasus positif ke-27.
“Total se-Kepri yang positif saat ini ada 161 orang (termasuk klaster RSKI Galang). Yang dirawat masih ada 27 orang, dikarantina 32 orang, meninggal 13 orang, dan sembuh 89 orang,” ujar Jubir Gugus Tugas Kepri, Tjejep Yudiana, kemarin.
Tak hanya yang positif bertambah, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) juga bertambah 11 orang menjadi 565 orang, orang dalam pengawasan bertambah 105 orang menjadi 4.650 orang. Sedangkan orang tanpa gejala (OTG) bertambah lima orang menjadi 5.635 orang. “Batam masih mendominasi jumlah PDP, ODP, dan OTG,” ujar Tjetjep.

Sementara itu, informasi yang diperoleh Batam Pos, menyebutkan, dari enam tambahan positif itu, tiga orang warga Kampung Seraya, Batuampar. Mereka masuk klaster WNA India yang telah meninggal. Satu orang Warga Nongsa yang masih terkait dan satu keluarga dengan pasien positif sebelumnya. Satu orang lagi warga Tanjunguncang, Batuaji. Kemudian yang wafat warga Batam Kota.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi menjelaskan, pasien positif Covid-19 yang meninggal seorang laki-laki berinisial HA berusia 43 tahun. Dia dinyatakan sebagai kasus 96. Pada 22 Mei, HA datang berobat ke IGD salah satu rumah sakit swasta di Batam Center dengan keluhan sesak napas, batuk berdahak, dan demam selama tiga hari. Sebelumnya disertai BAB mencret dan nyeri dada kanan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak rumah sakit, HA didiagnosa Sepsis ec Bronkopneumonia, DD. TB Paru+B20. Dia ditetapkan PDP Covid-19. Kemudian dilalukan pemeriksaan RDT dengan hasil nonreaktif, namun hasil uji swab positif.
“Kondisinya sebelum swab keluar semakin memburuk. Tim medis rumah telah berbuat maksimal. Pada pukul 13.40 WIB (kemarin, red) dinyatakan meninggal dunia dan dimakamkan dengan protokol Covid-19,” ungkap dia, kemarin.
Terkait Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam yang memutuskan tidak lagi merilis detail riwayat pasien sembuh maupun penambahan positif, termasuk soal terkaitnya kasus tertentu dengan kasus lainnya menuai kritikan.
Anggota DPRD Batam, Aman, memahami soal riwayat penyakit pasien tidak perlu didetailkan, namun ia meminta pemerintah memperhatikan informasi soal keterkaitan klaster.
“Soal riwayat mungkin tidak masalah, yang penting klasternya yang perlu diketahui,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, pentingnya klaster diketahui karena Batam sudah transmisi lokal. Ia mencontohkan meningkatnya kasus yang terkait klaster Bengkong dan Seraya. Dengan diketahui keterkaitan klaster akan menjadi rujukan masya-rakat sehingga lebih hati-hati.
“Keterkaitan klaster ini penting agar masyarakat memahami bahwa sekarang yang menjadi sentral di mana, agar dapat terantisipasi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, tidak perlu detail sepenuhnya seperti riwayat penyakit, namun bisa diantisipasi dengan keterbukaan informasi perihal penyebaran. “Susahnya kalau tidak terbuka masyarakat sulit antisipasi dan tidak termonitor dengan baik dan akan menghadirkan trasmisi lokal baru, ini kita khawatirkan.”

Sementara itu, Juru Bicara Gugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Azril Apriansyah, menyebutkan, pembaruan data akan tetap disampaikan termasuk tracing tetap dilakukan Dinkes Kota Batam, tetapi rilis detail tidak lagi disampaikan.
“Terkait penambahan dan sembuh dapat dilihat dari perkembangan update progress harian termasuk peta sebarannya,” ujarnya. Data perkembangan kasus Covid-19 di Batam hingga 26 Mei terkonfirmasi positif sebanyak 96 kasus. Dengan rincian 35 sembuh, sembilan meninggal, dan 52 orang dalam perawatan. “Yang masih dirawat salah satunya dalam kondisi lemah yakni pasien kasus 76. Sedangkan 47 lainnya dalam kondisi stabil,” ujar Azril. (***)

Reporter: Jaelani Adiansyah,Yulitavia

Editor: Chahaya Simanjuntak

Update