Rabu, 10 Agustus 2022

Hasil PCR Syarat Masuk Jakarta

Baca Juga

Dua penumpang keluar dari pintu kedatangan di Bandara
Hang Nadim
Batam, Selasa (26/5). Di masa wabah Covid-19 ini ada beberapa peraturan yang harus dipenuhi calon
penumpang
yang akan melakukan
penerbangan.

BATAM (BP) – Syarat terbang makin berat. Para calon penumpang, khususnya bagi mereka yang hendak ke Jakarta, wajib menunjukkan dokumen hasil pemeriksaan negatif Covid-19. Bukan tanpa alasan, ini karena Pemerintah DKI Jakarta meminta masyarakat pendatang wajib menunjukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

“Selain itu, penumpang wajib membawa dokumen negatif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) alias hasil uji swab,” ujar Direktur Bandar Udara dan Teknologi Informasi Komunikasi (BUTIK), Suwarso, Selasa (26/5).
Peraturan ini, mereka terima dari pihak otoritas Jakarta, dan berlaku mulai kemarin, sebagai antisipasi arus balik sekaligus pencegahan penularan virus antar-wilayah. “Jadi, masyarakat yang akan berangkat ke Jakarta wajib memperlihatkan negatif Covid-19 berdasarkan hasil swab itu. Rapid test tak berlaku lagi,” katanya.

Bagi masyarakat yang memiliki dokumen negatif Covid-19 berdasarkan rapid test, nantinya akan diperiksa lagi sesampai di Jakarta. “Di Cengkareng akan diperiksa lagi. Kalau memang tidak ada (dokumen negatif Covid-19 hasil PCR), maka akan menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Kalau dari sini boleh saja berangkat, tapi ya di sananya pasti kena,” ungkapnya.

Sampai kapan kebijakan ini berlaku? Suwarso mengaku tak tahu jadwal pasti. Hanya saja, selama PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Jakarta berlangsung, maka kemungkinan aturan itu masih berlaku. “PSBB Jakarta itu berakhir 4 Juni mendatang,” tuturnya.

Sementara itu, penerbangan lainnya ke daerah selain Jakarta, syaratnya masih sama. “Surat tugas, negatif covid-19 berdasarkan rapid test masih bisa diterima,” ungkapnya.
Sejauh ini, kata Suwarso, rute penerbangan paling dominan dalam sebulan ini adalah ke Jakarta. “Hampir semuanya ke Jakarta, untuk daerah lain tak ada,” ucapnya.

Selasa (26/5) kemarin, Bandara Hang Nadim melayani penerbangan dari Batam ke Jakarta dengan membawa 20 penumpang. “Satu orang gagal berangkat, apakah karena syarat itu, saya belum mengetahuinya,” tuturnya.

Suwarso mengatakan, di hari pertama Idulfitri, Bandara Hang Nadim tidak melayani satu penerbangan pun. Di hari kedua, Hang Nadim melayani dua penerbangan dan tujuannya ke Jakarta.

“Mengenai kapan normalnya penerbangan, saya belum mengetahuinya. Hingga kini belum ada surat edaran yang baru,” pungkasnya. (*)

Reporter : FISKA JUANDA
Editor : CHAHAYA SIMANJUNTAK

Update