Rabu, 10 Agustus 2022

Isdianto Terbitkan Edaran Protokol Ibadah di Masjid

Adaptasi Terhadap Perubahan Pola Hidup

Baca Juga

f. dokumentasi batam pos
Isdianto

TANJUNGPINANG (BP) – Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri Isdianto mengeluarkan edaran protokol pelaksanaan ibadah di masjid pada fase kelaziman baru (New Normal). Pelaksanaan ibadah tersebut dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 di masjid.

“Pelaksanaan ibadah secara berjamaah pada zona merah dan zona kuning pada prinsipnya pemerintah tetap menganjurkan untuk salat berjamaah di rumah. Namun demikian, bagi pengurus dan jemaah masjid yang tetap berkeinginan untuk melaksanakan salat berjamaah di masjid diperkenankan dengan syarat pengawasan ketat dari pemerintah setempat dalam hal penerapan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 di masjid,” kata Isdianto dalam edaran tertanggal 26 Mei 2020 itu.

Surat yang ditujukan kepada bupati dan wali kota sebagai Ketua Tim Gugus Tugas itu dalam rangka persiapan pelaksanaan adaptasi perubahan pola hidup pada situasi Covid-19 (New Normal) di Provinsi Kepulauan Riau. Surat itu juga memperhatikan Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaran Ibadah di Saat Wabah Pandemik Covid-19.
Menurut Isdianto, berdasarkan Fatwa MUI dimaksud menyatakan setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang dapat menyebabkan terpapar penyakit, karena merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams).

Dalam edaran itu, pengurus masjid wajib memperhatikan dan melaksanakan standar protokol pencegahan penyebaran Covid-19 di Masjid. Standarnya antara lain menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun, melakukan pemeriksaan suhu tubuh jemaah, serta menggunakan masker bagi pengurus maupun jemaah.

Selain itu, jemaah diminta membawa sajadah masing-masing. Mereka pun diminta untuk tidak berjabat tangan dan berpelukan. Jemaah juga dimintakan menerapkan physical distancing/menjaga jarak, minimal 1 lengan antara satu jemaah dengan jemaah lainnya. Surat itu juga menganjurkan dalam ibadah salat untuk menggunakan ayat-ayat pendek, mempersingkat pelaksanaan khutbah.

Larangan-larangan juga diberlakukan untuk jemaah. Bagi jemaah yang tidak menggunakan masker tidak diperkenankan untuk berjamaah di masjid.
Kemudian bagi jemaah yang kurang sehat atau yang memiliki gejala demam, batuk, bersin tidak diperkenankan untuk berjamaah di masjid.“Jemaah diprioritaskan bagi warga setempat sekitar masjid atau jemaah tetap masjid,” demikian surat bernomor 56/SET-GTC19/V/2020.

Isdianto juga dalam surat tersebut mengimbau kepada seluruh pengurus dan jemaah untuk melaksanakan doa bersama setiap selesai salat berjamaah agar pandemi Covid-19 segera berakhir. “Bupati/wali kota selaku Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid- 19 kabupaten/kota menetapkan jadwal pemberlakuan ibadah berjamaah di masjid dalam rangka fase New Normal.

Meningkatkan pembinaan dan pengawasan secara ketat terhadap pelaksanaan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 pada kegiatan ibadah berjamaah di Masjid dan dapat menambahkan standar protokol di atas mengikuti situasi dan kondisi di daerah masing-masing,” kata Isdianto. (*)

Reporter : DEDE HADI
Editor : GUSTIA BENNY

Update