Rabu, 10 Agustus 2022

Lion Air Grup Setop Beroperasi

Baca Juga

F PAKSI SANDANG PRABOWO/JPG
PESAWAT Lion Air ketika akan mendarat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu. Selain Lion, dua maskapai Lion group lainnya, Wings Air dan Batik Air berhenti terbang antar rute domestik di Indonesia hingga Minggu (31/5) mendatang.

JAKARTA (BP) – Lion Air Group menghentikan penerbangan domestik ke seluruh wilayah di Indonesia. Penghentian operasional ini bersifat sementara, berlaku terhadap semua maskapainya, yakni Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), dan Batik Air (kode penerbangan ID).

”Pengoperasian penerbangan penumpang berjadwal yang melayani jaringan domestik, kami hentikan sementara selama lima hari sampai akhir Mei ini,” ujar Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro lewat siaran pers yang diterima koran ini, Rabu (27/5).

Danang mengungkapkan, kebijakan ini kembali diberlakukan guna mendukung pemerintah terkait dengan usaha pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), melalui peran serta aktif melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di setiap lingkungan dan aktivitas perusahaan serta mensosialisasikan di lingkungan sekitar perusahaan.

Berdasarkan evaluasi atas pelaksanaan operasional penerbangan sebelumnya, banyak calon penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan atau tidak bisa terbang dan harus kembali dengan segala biaya yang telah dikeluarkan (kerugian), hanya karena ketidaktahuan atau ketidakpahaman atas ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi untuk dapat melaksanakan perjalanan dengan pesawat udara.

”Kami ambil kesimpulan, para calon penumpang masih membutuhkan sosialisasi yang lebih intensif untuk mengetahui dan memahami secara jelas terkait ketentuan-ketentuan dan persyaratan dokumen yang dibutuhkan untuk rencana bepergian menggunakan pesawat udara,” ungkap Danang.

Calon penumpang, lanjut Danang, masih banyak yang belum mengetahui dan memahami bagaimana dokumen-dokumen perjalanan dipenuhi dan dimana mendapatkannya. Selain itu, perusahaan ini juga wajib memastikan kondisi kesehatan fisik dan jiwa seluruh karyawan.

”Atas dasar ini, Lion Air Group memutuskan untuk melakukan sosialisasi yang lebih intensif melalui website dan kantor-kantor cabang serta menghentikan sementara operasional penerbangan sampai 31 Mei 2020 nanti,” jelas Danang.

Danang mengatakan, bagi calon penumpang yang sudah memiliki atau membeli tiketdapat melakukan proses pengembalian dana tanpa potongan (full refund) atau mengubah jadwal keberangkatan tanpa tambahan biaya (reschedule) melalui Kantor Pusat dan Kantor Cabang Penjualan Tiket Lion Air Group di seluruh kota di Indonesia.

Surat PCR Berlaku 1 Minggu, Rapid Test 3 Hari
Sementara itu, pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 6/2020 tentang status keadaan darurat bencana non alam, Covid-19 sebagai bencana nasional. Dalam surat ini menegaskan mengenai lama berlakunya dokumen bebas Covid.
Direktur Bandar Udara dan Teknologi Informasi Komunikasi (BUTIK), Suwarso mengatakan sudah ada pembatasan waktu berlakunya dokumen bebas Covid 19. ”Dalam surat edaran itu dijelaskan, mulai besok (hari ini, red) akan kami berlakukan,” ujarnya ketika ditemui di Nongsa, kemarin.

Ia mengatakan, untuk dokumen bebas Covid-19 berdasarkan hasil Rapid Test, hanya berlaku selama tiga hari saja. Melewati batas tersebut, dokumen rapid test dianggap tak berlaku.
Sementara dokumen bebas Covid-19 hasil dari pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction), berlaku selama satu minggu.

Aturan baru lainnya, yakni pemberlakuan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Surat ini hanya diterapkan untuk memasuki Jakarta. Sedangkan daerah lainnya, tanpa menggunakan SIKM.

”Untuk syarat lainnya masih sama dengan sebelumnya, Seperti pegawai negeri atau pegawai swasta harus menunjukan surat tugas. Perubahan aturan ini hanya mengenai lama waktu berlakukan dokumen rapid test dan PCR saja,” ungkap Suwarso.
Sejauh ini, kata Suwarso tidak ada keberatan dari masyarakat mengenai aturan ini. Masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Hang Nadim, sudah memahami aturan tersebut. Sehingga telah mempersiapkan dokumen perjalanan sesuai protokol yang ada.

Dampak dari persyaratan tersebut, tidak banyak aktivitas penerbangan di Bandara Hang Nadim. Arus balik yang seharusnya minggu ini menjadi puncaknya, tidak terlihat. Pantauan langsung di lapangan, hanya ada satu dan dua penerbangan seharinya. Rute penerbangan pun hanya menuju ke Jakarta. (***)

Reporter : CHAHAYA SIMANJUNTAK
FISKA JUANDA
Editor : CHAHAYA SIMANJUNTAK

Update