Rabu, 10 Agustus 2022

3 Bar Kampung Bule Disegel

Nekat Beroperasi sebelum New Normal Protokol Kesehatan Sektor Pariwisata sedang Disusun

Baca Juga

FOTO: IMAM TOHARI UNTUK BATAM POS
Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 mendatangi bar yang ber­operasi di Kampung Bule, Nagoya, Kamis (28/5) malam lalu.

Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 menyegel tiga bar di kawasan Kompleks Batam Plaza atau Kampung Bule, Nagoya, Kamis (28/5) malam. Ketiga bar tersebut melanggar aturan social dan physical distancing sehingga terpaksa disegel karena beroperasi sebelum masa new normal resmi diberlakukan.

Kasi Trantib Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari, mengatakan, penyegelan bar tersebut dilakukan dalam kegiatan rutin tim gabungan untuk menyisir lokasi hiburan dan tempat masyarakat berkumpul. “Setiap malam kita berjalan, sambil sosialisasi Covid-19 ini. Ternyata masih ada bar yang buka,” ujar Imam.

Adapun tiga tempat hiburan yang disegel tersebut, yaitu Secrets Bar, BB Bar, dan Home Bar. Selain disegel, ketiga pemilik bar tersebut diangkut untuk diperiksa. “Nanti, sanksinya bisa berat, karena tetap beroperasi di tengah pandemi ini. Bisa saja usaha itu ditutup dan izinnya dicabut,” kata Imam.

Ia meminta kepada seluruh pemilik usaha khususnya tempat hiburan mematuhi imbauan pemerintah, dan juga mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah, serta menjaga kebersihan.

“Untuk saat ini, semuanya diminta tutup. Agar menghindari aktivitas berkumpul,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kasat Sabhara Polresta Barelang, Kompol Firdaus yang meminta pemilik tempat hiburan tetap tutup sampai situasi Batam kembali normal.

“Sekarang Batam zona merah. Jadi, penularan saat berkumpul itu sangat besar potensinya,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Jasa Hiburan (Ajahib) Kota Batam Gembira Ginting mengatakan, pihaknya telah rapat bersama dengan Wali Kota Batam, Rabu (27/5) lalu. Beberapa tempat keramaian boleh buka asalkan menaati protokol kesehatan.

“Katanya akan dibuka kembali, tapi ada protokol kesehatan. Jadi, saya tanya langsung ke Pak Wali (HM Rudi, red), nanti ada aturannya. Tunggu saja,” ujar Gembira.

Gembira mengatakan, belum bisa menyampaikan lebih jauh mengenai kapan tempat hiburan mulai buka kembali. Sebab, pihaknya belum mengetahui seperti apa penerapan protokol kesehatan di tempat hiburan.

“Katanya ada protokol kesehatan. Kita ikut saja. Jadi saya tanya terakhir, itu tadi. Nanti kita lihat dulu, jangan nanti ribut sana dan ribut sini. Gitu kata wali kota,” tuturnya.

Tidak hanya itu, ia juga telah menghubungi Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam mengenai aturan teknis pelaksanaan protokol kesehatan itu. Namun, jawaban dari Dinas Pariwisata, aturan tersebut sedang disusun.

“Kita menunggu itu. Nanti bagaimana di lapangan kita informasikan kembali,” katanya.
Sementara itu, kondisi tempat hiburan selama tutup untuk seluruh karyawan dari usaha jasa hiburan, sudah dirumahkan seluruhnya karena penutupan ini.

Terkait gaji karyawan, beberapa perusahaan masih memberikan gaji penuh maupun setengah bulan gaji. Hal itu tergantung kebijakan dari perusahaan dan kesepakatan bersama.

“Kita kasihan juga sama anak bini mereka. Jadi, kita berdoa sama-sama supaya berakhir virus ini. Dampaknya banyak sekali, kasihan kita semua,” ujarnya.

Disbudpar Gesa Protokol Kesehatan Sektor Pariwisata
Sementara itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam tengah menyiapkan prosedur tetap perihal penerapan new normal sektor usaha jasa pariwisata. Penerapan new normal sektor pariwisata disebut berbeda dengan sektor lain.

“Sedang kami siapkan, mudah-mudahan tidak lama lagi akan keluar. Sehingga tanggal 15 Juli udah kita mulai,” ucap Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, kemarin.

Ia menyebutkan, penyiapan protokol kesehatan juga mempertimbangkan masukan pelaku usaha pariwisata, seperti hotel, restoran, tempat hiburan hingga tempat spa, di samping merujuk pada regulasi yang sudah ada.

“Kemenperkraf sendiri belum memberikan acuan, mereka juga sudah mulai menyusun,” katanya.

Menurut Ardi, karena konsepnya new normal, maka semua sektor tentu harus beradaptasi. Tidak terkecuali sektor pariwisata. Lebih lanjut, Ardiwinata mengatakan, new normal juga akan berlaku pada hiburan seperti diskotek, bar, dan tempat hiburan lainnya.

“Jika harus pakai masker (di diskotek) tidak aneh. Kita kan namanya new normal, kita mesti adaptasi. Kalau dulu anggap aneh, sekarang tidak aneh,” katanya.

Ia meminta semua pelaku usaha pariwisata juga pemanfaat jasa pariwisata dapat beradaptasi. Ia memungkinkan di pantai-pantai bahkan akan disiapkan klaster yang membatasi jarak. “Ini hal-hal yang akan kami siapkan di Batam. Kenapa demikian, supaya dunia luar percaya terhadap penanganan Covid-19 di sini,” papar dia.

Sebelumnya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, new normal kelak akan berlaku bagi semua sektor, tidak terkecuali bagi usaha hiburan. Namun tetap wajib menjalani protokol kesehatan.

“Tidak jalankan protokol akan ditindak,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, aktivitas pariwisata di Belakangpadang sudah kembali dibuka. Sebanyak 25 kios sudah siap beroperasi sesuai protokol kesehatan.

Camat Belakangpadang, Yudi Admajianto, mengatakan, tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Belakangpadang melaksanakan rapat. Sebagai tindak lanjut arahan Pemerintah Kota Batam yang akan mulai membuka kegiatan ekonomi dengan tatanan baru atau new normal.

“Kami sudah kumpulkan pelaku usaha di Belakangpadang untuk mensosialisasikan new normal dalam menjalankan usahanya. Ada 25 kios dan belasan pemilik kedai kopi,” ujar Yudi, Jumat (29/5).

Menurut dia, pada dasarnya pelaku usaha mengerti dan bersedia menjalankan protokol kesehatan di lokasi usahanya. Pihaknya juga akan memantau kesiapan para pelaku usaha tersebut, sehari setelah dibuka.

“Besok tim akan turun memantau. Apabila tak sesuai, maka tim yang akan mengatur langsung posisi meja kursinya sesuai protokol,” papar Yudi.

Masih kata Yudi, setiap pengunjung yang datang ke Pulau Penawar Rindu wajib mengenakan masker. Bahkan di ponton pelabuhan, ada petugas yang siaga untuk mengecek suhu tubuh pengunjung.

“Baik warga maupun pengunjung yang datang ke Belakangpadang, wajib tes suhu tubuh,” imbuh Yudi. (***)

Reporter : YOFI YUHENDRI
EGGI IDRIANSYAH
ADIANSYAH
YASHINTA
Editor : CHAHAYA SIMANJUNTAK

Update