Rabu, 10 Agustus 2022

70 PDP Meninggal

10 Kasus Baru, Tembus 120 Positif

Baca Juga

F. DALIL HARAHAP/BATAM POS
Sejumlah TKI yang dikarantina di Rusun BP Batam Tanjunguncang mengikuti olahraga dan berjemur di halaman rusun, Senin (30/3) lalu. Kasus Covid-19 di Batam terus meningkat.

BATAM (BP) – Masa uji coba new normal di Batam mendapat tantangan serius. Hal ini bisa dilihat dari kasus positif Covid-19 yang terus meningkat. Bahkan, ada 10 tambahan kasus baru, Jumat (29/5). Sehingga Batam mencatatkan 120 kasus sejak kasus pertama bergulir pertengahan Maret lalu.

Tak hanya itu, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, angka pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal juga terus meningkat di kota ini. Hingga kemarin, sudah 70 orang dari 452 PDP meregang nyawa. Sepuluh di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19.

Angka ini diprediksi meningkat karena masih ada 279 orang yang hasil rapid test-nya reaktif hingga kini. Hampir 100 orang masih menunggu hasil swab. Mereka umumnya pernah kontak langsung dengan pasien positif yang tergabung dalam beberapa klaster.
“Kasus Covid-19 di Batam memang semakin laju, tapi ada kabar baiknya. Meski sebelumnya tambah 10 kasus baru, tapi ada juga tambahan lima yang sembuh,” ujar Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, kemarin.

Dia menyebutkan, secara kumulatif, tercatat 187 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kepri. Dari jumlah tersebut, 156 kasus merupakan kasus lokal atau murni warga Kepri. Selebihnya dari luar, yakni 29 kasus dari klaster KM Kelud, dan dua kasus terbaru dari kru KM Sabuk Nusantara 48. Dari keseluruhan itu, tercatat 102 dinyatakan sembuh, dan 14 meninggal dunia.

“Saat ini terdapat 71 pasien yang masih perawatan. Terdiri dari 34 pasien dikarantina dan 37 pasien positif diisolasi,” sebut Tjetjep.

Ia juga menyebutkan, terdapat penambahan PDP 13 orang menjadi 604 (154 dalam pemantauan), ODP bertambah 64 orang menjadi 4.880 orang (1.472 masih dalam pemantauan), OTG bertambah 73 orang menjadi 5.952 orang (771 masih dalam pemantauan).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, menyebutkan, 10 kasus positif baru, semua hasil tracing closes contact dari klaster nomor 49 (jemaat salah satu gereja di Batam,red) yang saat ini sudah dinyatakan sembuh, dan dalam masa karantina mandiri di rumahnya.

“Kasus baru itu terdiri atas lima perempuan dan lima laki-laki,” kata Rudi, kemarin.
Ia merinci, pertama, laki-laki berinisial EW, 30. Pekerja swasta dari Perumahan Pulo Mas, Batam Kota, nomor 111.

EW merupakan jemaat gereja yang pernah closes contact dengan temannya kasus ke-49 dan pendetanya (kasus ke-82), saat pertemuan persiapan ibadah online.
Pada 19 Mei EW diswab pertama, dan hasilnya negatif. Namun, pada 26 Mei di-swab kedua yang hasilnya positif.

Kedua nomor 112, laki-laki berinisial DP, 37. Pekerja swasta dari Perumahan Citra Laguna, Tembesi, Sagulung.

DP satu gereja dengan EW. Pernah closes contact dengan nomor 49 dan nomor 82 saat persiapan ibadah online.

“Pada 27 Mei lalu dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diketahui pada hari ini (kemarin, red) terkonfirmasi positif,” kata Rudi.

Selanjutnya nomor 113. Inisial SM, 47. Juga pekerja swasta dari Perumahan Bunga Raya, Batam Kota.

Rudi mengatakan, pada 26 Mei SM melakukan pemeriksaan RDT yang hasilnya reaktif, dan keesokan harinya dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya positif.

Kasus baru keempat, nomor 114, perempuan berinisial HH, 43. Seorang ibu rumah tangga dari Perumahan Bunga Raya, Batam Kota.

HH merupakan istri dari nomor 113 yang juga merupakan jemaat salah satu gereja di Batam.

Pada 26 Mei bersama suaminya dirapid test dengan hasil reaktif. Keesokan harinya dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya positif.

Kasus kelima, nomor 115. Perempuan berinisial YAR, 20. Berstatus mahasiswa yang juga berasal dari Perumahan Bunga Raya, Batam Kota. YAR merupakan anak kandung dari nomor 113 dan 114 yang juga jemaat di gereja yang sama.

Pada 27 Mei bersama orangtuanya di-rapid test dengan hasil nonreaktif. Kemudian, di-swab yang hasilnya diketahui kemarin, positif.

Selanjutnya nomor 116. Laki-laki berinisial HWK, 57. Pekerja swasta, beralamat di Perumahan Cipta Villa, Kelurahan Tanjungriau, Sekupang, masih terkait dengan nomor 49 dan 82.

“Pada 26 Mei dilakukan RDT yang hasilnya reaktif dan kemudian keesokan harinya dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan, hasilnya diketahui kemarin positif,” beber Rudi.

Kasus ketujuh, nomor 117. Perempuan berinisial RG, 31. Wiraswasta ini beralamat di Perumahan Eden Park, Batam Kota. Sejauh ini, kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti. “Kita rujuk ke RSKI Covid-19 Galang,” kata Rudi.

Kasus kedelapan, nomor 118. Perempuan berinisial GRSG, 8. Pelajar beralamat di Perumahan Eden Park, Kelurahan Taman Baloi, Batam Kota.

Rudi mengatakan, yang bersangkutan merupakan anak kandung dari nomor 117.
Kasus kesembilan, nomor 119. Laki-laki berinisial YAY, 34. Dia staf gereja beralamat di Perumahan Pulo Mas, Kelurahan Taman Baloi, Batam Kota. Kemudian kasus ke-10, nomor 120. Perempuan berinisial LO, 31. Ibu rumah tangga di Perumahan Pulo Mas, Batam Kota.
LO merupakan istri dari nomor 119. “RDT pada tanggal 26 Mei reaktif dan hasil swab 27 Mei terkonfirmasi positif,” sebut Rudi.

Ia menyampaikan, sejauh ini, kondisi para pasien dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti. Mereka dirujuk ke RSKI Covid-19 Galang Kota Batam.

“Kepada masyarakat, kami ingatkan dan imbau kembali guna kemaslahatan Batam agar tetap mengikuti anjuran pemerintah, menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap dirumah saja dan jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup,” ajak Rudi.

Sementara itu, Rudi juga menyebutkan, lima pasien yang dinyatakan sembuh per Kamis (29/5). Mereka adalah warga Batam terkonfirmasi positif nomor 48, 50, 62, 68, dan 80.
Diantaranya, Devandry Ramadhan Ndalo (nomor 48), siswa sekolah dasar berusia 9,8 tahun. Sebelumnya dirawat di RSUD Embung Fatimah Batam. Kedua, Chotijah Koli (nomor 50), ibu rumah tangga, 61, yang dinyatakan sembuh setelah dirawat di RSKI Galang.
Ada juga Ismail Kiang (nomor 62). Pria, 21, yang bekerja sebagai satpam.

Keempat, Muhammad Isa,49 (nomor 68), serta yang terakhir Elycia (nomor 80), batita berusia 2 tahun yang sempat dirawat di RSUD Embung Fatimah Batam, sebelum dirujuk ke RSKI Galang.

“Mereka sudah diperbolehkan pulang. Saat ini, kondisi yang bersangkutan dalam keadaan sehat dan stabil, tapi wajib karantina mandiri,” ujar Rudi.

Sementara itu, sebanyak enam orang dalam pengawasan (ODP) dari rusunawa BP Batam Tanjunguncang dipindahkan ke rumah sakit khusus pasien Covid-19 Galang, Jumat (29/5) siang. Mereka terindikasi positif Covid-19.

“Sakit, makanya dipindahkan ke Galang,” ujar Koordinator lapangan dari tim Tagana yang bertugas di Rusunawa, BP Batam Nur Arifin.

Rusunawa Pemko Batam Tanjunguncang I, ODP yang diawasi masih tetap 264 orang. Mereka adalah TKI asal Malaysia yang dipulangkan beberapa waktu lalu. Mulanya ada 293 orang. Sebanyak 29 orang lainnya dalam kondisi rentan sehingga dipindahkan ke rumah sakit dan Shelter Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) di Baloi.

Godok Strategi Keluarkan Perwako/Perbup
Selain menyampaikan kondisi perkembangan kasus Covid-19 Kepri, Tjejep Yudiana, mengatakan pihaknya tengah menggodok strategi penguatan menghadapi new normal. Salah satu strategi tersebut adalah Plt Gubernur akan menerbitkan imbauan bagi seluruh kepala daerah, agar mengeluarkan Perwako/Perbup yang mengatur tentang protokol kesehatan, baik di tempat ibadah, pasar, swalayan, tempat hiburan, dan tempat keramaian lainnya.

Dalam peraturan itu ada sanksi. Berupa penutupan tempat usaha seperti lapak pedagang di pasar, swalayan, maupun di tempat keramaian, apabila ada pedagang atau swalayan yang karyawannya tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Penutupan tempat usaha itu bisa tiga hari atau lima hari, tergantung Perwako/Perbup-nya. Nantinya akan ada petugas khusus yang akan melakukan pemantauan,” papar Tjetjep.

Tjetjep juga menyampaikan, diharapkan sebelum penerapan strategi itu dilakukan, terlebih dahulu pemerintah daerah melakukan sosialisasi di tengah masyarakat.

“Ini salah satu arah kita menuju new normal. Karena tidak mungkin kita akan begini terus. Kita akan tetap bekerja dan tempat usaha boleh beraktifitas tetapi dengan syarat menerapkan protokol kesehatan,” tutup Tjetjep. (*)

Reporter : ADIANSYAH
JAILANI
EUSEBIUS SARA
Editor : CHAHAYA SIMANJUNTAK

Update