Rabu, 10 Agustus 2022

Sabar Bunda, Begini Tiga Cara Menangani Anak yang Rewel

Baca Juga

f. HENDRA EKA/JAWA POS
Ilustrasi anak bermain dengan teman sebaya.

Ketika anak menangis dan rewel dengan kencang saat bermain, terkadang membuat para ibu stres dan pusing. Alhasil sejumlah ibu bisa kehilangan kesabaran.

Ternyata alasan paling umum mengapa anak sering rewel dan merengek itu karena anak merasa kurang percaya diri. Tidak peduli seberapa berani, tapi kadang ada saatnya ketika sang balita melihat wajah-wajah asing atau bergaul bersama anak lainnya, membuat mereka menolak.

Sang balita merasa minder bermain dengannya teman-temannya. Saat itulah air mata mulai mengalir. Dalam laman Young Parents, disebutkan beberapa tips bagi bunda agar tenang dalam menghadapi anak yang rewel.

1. Bangun kepercayaan dirinya
Cara paling efektif untuk membantu balita mengelola rutinitas hariannya tanpa larut dalam isak tangis adalah dengan membangun kepercayaan dirinya dalam tahap-tahap kecil. Yakinkan dia bahwa dia semua baik-baik saja dan secara bertahap dorong dia untuk menjadi lebih tangguh.

Misalnya, beri tahu dia bahwa Anda tidak keberatan dia menangis, tetapi tetap harus mencoba yang terbaik. Tingkatkan kepercayaan dirinya secara perlahan dan mantap.
Dan setiap kali balita mengatasi kesulitan kecil, beri dia banyak pujian. Biarkan dia tahu betapa senangnya Anda karena dia mengelola aktivitas tanpa menangis.

2. Tetap Tenang
Balita selalu menangis karena dia menemukan cara yang efektif untuk mendapatkan perhatian Anda. Sebaliknya, abaikan beberapa menit. Dia kemungkinan akan menangis lebih keras beberapa menit kemudian.

Misalnya, setelah 10 menit mengabaikan air matanya sampai dia berhenti mena-ngis. Katakan padanya betapa senangnya Anda bahwa dia tidak menangis lagi.
Kombinasi dari dua teknik ini pada akhirnya akan me-ngurangi tangisannya. Balita akan belajar bahwa perhatian dapat ditarik dengan cara yang lebih positif. Sehingga dia tak menjadi manja.

3. Biarkan Anak Tetap Bahagia
Saat anak mudah menangis mungkin saja bisa menjadi tanda kecemasan dan ketidakbahagiaan anak. Mungkin karena dia secara teratur mendengar pertengkaran orangtuanya di rumah atau mungkin karena cemburu pada saudara kandung.

Cobalah untuk mengetahui penyebab ketidakbahagiaannya dengan mengamati dan berbicara dengannya. Setelah masalahnya ditemukan, Anda akan menemukan bahwa dia tidak lagi menangis dan rewel. (*)

Update