Rabu, 10 Agustus 2022

Tetap Optimistis di Tengah Pandemi

Baca Juga

F. HENDRA EKA/JAWA POS
Ketua DPR RI Puan Maharani mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di rumah dinas Ketua DPR, Kuningan, Jakarta, Senin (1/6). Puan bertugas membacakan naskah Pembukaan UUD 45 sebagai bagian dari rangkaian upacara yang diikuti Presiden Joko Widodo dan seluruh pimpinan Lembaga Negara.

JAKARTA (BP) – Peringatan hari lahir Pancasila kemarin (1/6) tidak bisa dirayakan semeriah tahun lalu. Pandemi Covid-19 membuyarkan rencana rutin menampilkan kebhinnekaan Indonesia. Untuk kali pertama, upacara hari lahir Pancasila harus diselenggarakan secara virtual. Bukan dari Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri.
Yang ada hanyalah tampilan layar yang jamak. Karena upacara diselenggarakan menggunakan fasilitas videokonferensi. Presiden Joko Widodo memimpin upacara dari ruang Garuda di Istana Kepresidenan Bogor. Tidak mengenakan pakaian adat daerah seperti tahun lalu, melainkan setelan jas dan masker. Sementara, para undangan mengi-kuti upacara dari kantor dan kediaman masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyebut bahwa peringatan hari kelahiran Pancasila di tengah pandemi Covid-19 benar-benar menguji daya juang Indonesia sebagai bangsa. Juga menguji pengorbanan, kedisiplinan, kepatuhan, dan ketenangan dalam mengambil kebijakan.

Karena itu, Indoensia patut bersyukur memiliki Pancasila sebagai penggerak. Tidak hanya menggerakkan persatuan. ’’Menggerakkan rasa kepedulian kita untuk saling berbagi,’’ ujarnya. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus terus dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Situasi saat ini, lanjut Jokowi, memerlukan daya juang dan kerja keras kita sebagai bangsa, agar mampu melewati masa sulit pandemi. Semua negara dalam kesulitan dan tengah berlomba-lomba untuk menjadi pemenang dalam mengatasi pandemi. Sebagai bangsa yang besar kita juga harus tampil sebagai pemenang.

”Kita harus optimistis. Kita harus mampu menciptakan peluang di tengah kesulitan,’’ tegas mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Kesulitan akibat pandemi harus dijawab dengan inovasi dan karya nyata. Karena itu, kreasi dan inovasi menjadi penting agar mampu berprestasi di tengah pandemi. Sehingga kesulitan yang ada mampu dimanfaatkan menjadi sebuah lompatan. (*/byu)

Reporter : JP GROUP
Editor : MOHAMMAD TAHANG

Update