Rabu, 10 Agustus 2022

Tempat Hiburan Boleh Beroperasi

Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Baca Juga

f. dokumentasi dispar kota batam untuk batam pos
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menyosialisasikan protokol kesehatan di bar-bar Kampung Bule, Nagoya, Senin (1/6).

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam memantau langsung persiapan new normal di Kampung Bule, Nagoya, Batam. Tak hanya tempat hiburan di Kampung Bule, di tempat lain yang memenuhi protokol kesehatan juga dibolehkan beroperasi.
“Kami cek kesiapan mereka sembari menandatangani surat pernyataan (jalani protokol kesehatan, red) sehingga tanggal 15 (Juni) bisa opening semuanya,” kata Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, Senin (1/6).

Ardi menyebutkan, protokol kesehatan pada umumnya sama dengan sektor lain. Untuk itu, tempat hiburan yang sudah mulai melakukan protokol kesehatan dapat mulai beroperasi di masa Pembatasan Aktivitas Masyarakat (PAM) yang saat ini sedang berjalan.
“Sudah banyak yang siap tadi, sekitar 14 usaha. Sudah ready, silakan buka (saat PAM).

Di luar Kampung Bule juga sudah ada. Makanya, kami cek tadi yang sudah siap,” jelasnya.
Soal pengawasan, lanjut Ardi, tentu akan dilakukan dengan sangat ketat. Ditegaskannya,
semua tempat usaha yang terkait pariwisata, seperti diskotik, bar, harus menjaga jarak sesuai protokol kesehatan.

Namun, ia juga meminta kerja sama masyarakat dan pengelola kawasan hiburan. “Tadi sudah cek, seperti bar dibuat membran plastik sehingga customer dan bartender tak berhubungan langsung. Hand sanitazer, masker, dan lain-lain disiapkan,” ujarnya.
Menurut Ardi, tim sendiri akan melakukan pengawasan ekstra, agar aturan dapat dipedomani pengelola kawasan hiburan tersebut. “Pengawasan itu kan tupoksi, kita insentifkan lagi. Seandainya tidak diikuti, kita tegakkan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Sebelumnya, ada tiga bar di kawasan Kampung Bule yang disegel tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Batam karena dinilai melanggar protokol kesehatan.
Ketua Asosiasi Jasa Hiburan (Ajahib) Batam, Gembira Ginting, saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui aturan yang sudah memperbolehkan tempat hiburan dibuka kembali.

Sebab, dari koordinasinya dengan Disbudpar Kota Batam, tempat hiburan baru buka pada 15 Juni mendatang atau saat pelaksanaan new normal.

“Iya, itu lah. Saya pun tidak menyarankan (buka). Tapi protokol kesehatan untuk diikutkan (buka tanggal 15). Semalam saya telepon Pak Kadis Pariwisata belum, tanggal 15 (buka) jadi kita observasi dulu katanya begitu,” ujar Gembira.

Menurut pembicaraannya dengan Kadis Pariwisata, tempat hiburan belum diperbolehkan buka hingga ada aturan dalam mematuhi protokol kesehatan khususnya di tempat hiburan.

“Jadi, kita di bawah Ajahib belum kita sarankan. Tapi kalau di lapangan sudah ada anggota (Ajahib yang sudah buka), saya pun belum lihat juga. Cuma saya berpatokan kepada Pak Wali Kota saja yang meminta buka tanggal 15,” tuturnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini Ajahib belum mendapatkan informasi diperbolehkan atau tidaknya tempat hiburan untuk buka. “Tapi mungkin di lapangan mereka pikirnya sudah buka. Bisa jadi udah ada yang buka,” bebernya.

Sementara adanya tempat hiburan di kawasan Kampung Bule yang sudah mulai buka, Gembira mengungkapkan bahwa pihaknya sudah lama tidak berkoordinasi dengan pengelola tempat hiburan di Kampung Bule. “Intinya Ajahib masih menunggu, karena menurut Pak Kadis Pariwisata tanggal 15 resminya buka,” imbuhnya.

Batam Tetap Bersiap
Batam belum masuk daftar kota yang boleh menggelar new normal. Namun, menurut Jubir Gugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Azril Apriansyah, hal itu bukan mutlak. Maka, Batam masih menggelar Pembatasan Aktivitas Masyarakat (PAM) hingga 14 Juni mendatang.

“New normal ini memang belum diberlakukan di semua kota di Indonesia, termasuk Batam. Tapi tentu kita harus bersiap-siap jika nanti diberlakukan,” kata Azril, kemarin.
Diakuinya, karena Batam belum melaksanakan new normal, maka PAM digelar untuk sosialisasi, edukasi, dan simulasi agar pada saat diberlakukan new normal nanti, masyarakat dan pelaku usaha sudah paham atau mengerti. “Sehingga tidak gagap terhadap apa yang harus dilakukan,” imbuhnya.

Ketika ditanya terkait rujukan Batam akan menggelar new normal, padahal belum termasuk dalam daerah yang diizinkan? Azril mengirimkan rilis yang dikeluarkan Kemenperkraf RI tentang Sektor Parekraf Berpeluang Bangkit Lebih Cepat dengan Penerapan Standar Kenormalan Baru.

Dalam rilis itu disebutkan, penerapan prosedur standar tatanan atau kenormalan baru di sarana publik akan memberikan peluang yang baik bagi sektor ekonomi dan kreatif (parekraf) untuk pulih lebih cepat dari Covid-19.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Dampak Covid-19 di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Ari Juliano Gema, dalam pernyataannya, Rabu (27/5), mengatakan, sesuai yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat melakukan penyajian kesesuaian menggunakan perangkat standar tatanan baru normal di sarana publik disetujui untuk lebih mendisiplinkan masyarakat terkait protokol kesehatan saat berada di sarana publik.

Protokol disesuaikan dengan tatanan normal baru yang sudah disiapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan disosialisasikan secara masif kepada masyarakat, sehingga masyarakat tahu apa yang harus dikerjakan. Baik tentang jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, dan tidak berkerumun sesuai jumlah yang banyak. Sesuai harapan masyarakat akan kedisiplinan dan protokol kesehatan terus meningkat dan penerapan Covid-19 dapat terus ditingkatkan.

“Ini merupakan bagian dari langkah untuk mengatur kesiapan masyarakat menjalankan kenormalan. Baru yang akan menggerakkan anggaran nasional termasuk di dalam perencanaan pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Ari Juliano Gema.
Kemenparekraf/Baparekraf, kata Ari, tengah menyiapkan program Kebersihan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja atau CHS (Cleanliness, Health and Safety) yang akan diterapkan di berbagai destinasi wisata Tanah Air. Tujuan wisata tidak hanya membahas tujuan yang lebih baik sesuai dengan standardisasi kebutuhan wisatawan dalam kenormalan baru nanti, tetapi juga dalam penerapan disiplin bagi masyarakat. Hal ini bertentangan dengan target pemerintah agar masyarakat sadar akan kedisiplinan dan protokol kesehatan terus meningkat.

Kemenparekraf/Baparekraf melanjutkan, persetujuan pada akhir bulan ini kemudian dilanjutkan verifikasi CHS di destinasi pada Juni hingga Juli 2020. Selanjutnya diterapkan dan program sertifikasi yang disetujui berlanjut selama Agustus hingga Desember 2020.
Program CHS rencananya akan diluncurkan di Bali, Yogyakarta, dan Kepulauan Riau, serta diluncurkan di lima destinasi superprioritas untuk dimulai di seluruh wilayah udara.
Beberapa faktor yang dipertimbangkan dalam CHS, adalah untuk kebersihan seperti membersihkan ruang dan barang publik dengan disinfektan, menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun, tempat sampah bersih, dan lainnya.

Sementara itu, kesehatan terkait dengan koordinasi antara Satgas Covis-19 daerah dan rumah sakit, memeriksa suhu tubuh, gerakan memakai topeng, mempertanggungjawabkan batuk dan bersin termasuk menentang berjabatan tangan, serta mendukung pengunjung dengan masalah kesehatan kompilasi beraktivitas di lokasi.
“Faktor dalam keselamatan persetujuan pengunjung, pengaturan jumlah kerumunan, pengaturan jarak antar-individu, penanganan pengamanan, media dan pengaturan komunikasi penanganan darurat, dan lainnya,” sebut Ari lagi.

Presiden Joko Widodo kemarin juga menyampaikan, dalam menerapkan prosedur standar tatanan baru di fasilitas publik akan menerjunkan unsur TNI dan Polri guna melakukan pengawasan. Nantinya TNI/Polri akan ditempatkan di objek-objek wisata seperti pasar, mal, dan tempat wisata yang memungkinkan untuk bersusah payah.
Terkait hal ini, Ari akan memastikan Kemenparekraf /Baparekraf juga akan bersinergi dengan TNI/Polri dan pihak terkait lainnya dalam penerapan CHS di destinasi. “Memasukkan dalam program sosialisasi dan pendampingan menerapkan program pendukung CHS di lingkungan usaha parekraf dan tujuan wisata juga akan melibatkan non-TNI/Polri,” kata Ari. (***)

Reporter : ADIANSYAH
EGI IDRIANSYAH
Editor : MOHAMMAD TAHANG

Update