Rabu, 10 Agustus 2022

8 Juni Penerbangan Normal Lagi

Baca Juga

Calon penumpang antre menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis di pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam, Senin (1/6). Pemeriksaan kesehatan merupakan prosedur yang wajib dijalani calon penumpang untuk meng-antisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19.

BATAM (BP) – Larangan terbang ke berbagai rute domestik di seluruh Indonesia direncanakan berakhir Selasa (2/6) hari ini. Namun, Peraturan Kemenhub 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama Masa Mudik Idulfitri 1441 Hijriah, diperpanjang hingga 7 Juni.

“Kami sudah terima suratnya (larangan penerbangan diperpanjang hingga 7 Juni, red). Pihak maskapai juga menyampaikan hal yang sama,” kata Direktur Bandar Udara dan Teknologi Informasi Komunikasi (BUTIK), Suwarso, Senin (1/6).

Menurut Suwarso, dampak dari aturan tersebut, maka penerbangan khusus di Bandara Hang Nadim juga diperpanjang hingga batas waktu yang ditentukan tersebut. “Jadi, masih menggunakan SOP sesuai protokol Covid-19,” jelasnya.
Bagi penumpang yang akan berangkat, lanjutnya, harus melengkapi dokumen-dokumen yang diminta. Seperti bagi pegawai negeri atau swasta, wajib menyeratkan surat tugas. Lalu juga menyertakan dokumen bebas Covid-19 berdasarkan rapid test maupun tes PCR (polymerase chain reaction).

“Sekedar informasi, untuk rapid test berlaku tiga hari. Tes PCR berlaku hingga satu minggu,” ungkapnya.
Khusus untuk masyarakat yang akan menuju ke Jakarta, juga harus melengkapi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). “Jadi, ke Jakarta itu, menggunakan tes PCR. Bagi yang memiliki dokumen rapid test saja, nantinya akan menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Protokol ini sesuai aturan dari Pemerintah DKI Jakarta,” jelasnya.

Selama penerbangan khusus ini, lanjut Suwarso, penumpang yang lalu lalang di Bandara Hang Nadim menurun drastis. Akibatnya, Bandara Hang Nadim juga turut terkena imbasnya. Pendapatan juga turun drastis. “Pendapatan Hang Nadim yang hilang sebanyak Rp 15 milliar. Namun, demi menekan penyebaran, kami siap mendukung program dari pemerintah,” katanya.

Hilangnya pendapatan ini juga dirasakan para tenant di Bandara Hang Nadim. Suwarso mengaku, pihaknya memberikan keringanan bagi para tenant. “Kami mengusulkan adanya FOC (Free Off Charge). Kelonggaran ini diberikan hingga 70 persen selama April dan Mei,” sebutnya.

Dia menambahkan, dengan adanya kelonggaran ini, belum ada satupun tenant yang mengundurkan diri dari Bandara Hang Nadim. “Semuanya masih bertahan.”
Kemarin, lanjutnya, beberapa maskapai mengajukan penerbangan seperti Citilink, Lion Air, dan Garuda. “Lion itu melayani penerbangan Kualanamu (Medan) dan Surabaya. Citilink melayani penerbangan ke Jakarta, Pekanbaru, Surabaya, Medan, dan Padang. Lalu Garuda ke Padang,” terangnya.

Untuk hari ini (2/6), Suwarso mengaku, belum mengetahui jadwal dari maskapai. “Biasanya diajukan sore hari.”
Sementara itu, pantauan di Bandara Hang Nadim kemarin, lumayan padat, meski masih menggunakan protokol Covid-19 untuk bisa terbang. Berbeda dengan hari biasanya yang masih sepi. (*)

Reporter : FISKA JUANDA
Editor : MOHAMMAD TAHANG

Update