Rabu, 10 Agustus 2022

Rusuh, Trump Pilih Urus Masalah Luar Negeri

KBRI Washington: Kondisi 142.441 WNI Aman

Baca Juga

F. CHANDAN KHANNA/AFP
Para pengunjuk rasa berkumpul di lokasi peringatan sementara untuk menghormati George Floyd yang menandai peringatan satu minggu wafatnya, di Minneapolis, Minnesota, AS, Selasa (2/6). Sejumlah wilayah di AS diguncang aksi protes hingga berujung bentrokan dengan polisi dan penjarahan sejak kematian George Floyd.

WASHINGTON DC (BP) – Perhatian Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump justru tak tertuju pada unjuk rasa yang berujung kerusuhan dan penjarahan di banyak wilayah di negaranya. Trump justru sibuk mengumumkan kejutan-kejutan terkait kebijakan internasional pemerintah AS.

Terbaru, dia mengumumkan keputusan untuk menunda pertemuan G7. Pertemuan tujuh negara dengan ekonomi maju itu dijadwalkan kembali pada September. “Saya menunda pertemuan tersebut karena daftar anggotanya tak lagi mewakili dunia,” ungkapnya seperti dilansir CNN, Selasa (2/6).

Trump memang mewacanakan pertemuan kepala negara G7 sejak Mei lalu. Menurut dia, pertemuan itu akan mewakili masa baru pasca Covid-19. Namun, pertemuan yang awalnya direncanakan bulan ini belum diterima oleh negara mana pun.

Pada akhirnya, Trump mengatakan bahwa dirinya batal menggelar G7 pada Juni. Dia juga memberikan wacana baru bahwa AS bakal ikut mengundang empat negara lain dalam pertemuan tersebut. Yakni, Rusia, Australia, India, dan Korea Selatan.

Dia menganggap posisi empat negara itu sejajar dengan negara anggota G7 lainnya. G7 terdiri atas AS, Kanada, Prancis, Inggris, Jerman, Italia, dan Jepang.

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC bersama dengan seluruh Konsulat Jenderal RI (KJRI) di AS terus memonitor dari dekat sekaligus memastikan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tersebar di berbagai kota dan wilayah di AS. Para WNI dipastikan aman menyusul merebaknya gelombang demonstrasi pasca kematian George Floyd.

“Seluruh WNI di AS yang berjumlah 142.441 orang saat ini berada dalam kondisi aman dan baik-baik. Tidak ada laporan terkait WNI yang terdampak akibat demo,” ujar Kuasa Usaha Ad-Interim/Wakil Duta Besar RI untuk AS, Iwan Freddy Hari Susanto, dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6).

Aksi unjuk rasa yang terjadi di berbagai negara bagian di AS, mulai dari wilayah Pantai Timur hingga Pantai Barat, telah berlangsung sejak 26 Mei 2030. Sebagian telah menerapkan peraturan jam malam dan status darurat. “Keselamatan dan keamanan WNI di AS menjadi prioritas utama dan perhatian khusus KBRI Washington DC dan KJRI-KJRI se-AS”, tambah Iwan.

“Sebagai salah bentuk perlindungan kepada WNI, semua Perwakilan RI di AS telah mengeluarkan imbauan kepada WNI agar tetap tenang, hati-hati dan tidak keluar rumah kecuali untuk kepentingan atau kebutuhan yang mendesak, seperti membeli kebutuhan rumah tangga sehari-hari atau pergi ke dokter,” imbuhnya.

WNI juga diminta agar menjauhi tempat-tempat terjadinya aksi unjuk rasa karena akan membahayakan keselamatan dan keamanan mereka. Patuhi setiap instruksi, kebijakan dan peraturan yang dikeluarkan oleh otoritas setempat.

Dia juga menambahkan, bahwa seluruh Perwakilan RI di AS terus menjalin kontak dengan simpul-simpul masyarakat Indonesia, termasuk mahasiswa, di berbagai wilayah di AS untuk membantu memantau dari dekat dan memastikan keselamatan WNI dalam situasi saat ini. KBRI Washington DC dan KJRI-KJRI se-AS juga membuka layanan nomor hotline bagi masyarakat Indonesia di AS jika membutuhkan bantuan atau pertolongan. (*)

Reporter : JP GROUP
Editor : MOHAMMAD TAHANG

Update