Rabu, 10 Agustus 2022

Tinggal Dua BB Belum Terlacak

Baca Juga

F. HUMAS POLDA KEPRI UNTUK BATAM POS
Barang bukti (BB) mobil yang digelapkan Iptu Ha dkk diparkir di halaman Mapolda Kepri, Selasa (2/6).

BATAM (BP) – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri telah menginventarisir sebanyak 123 unit kendaraan yang digelapkan Iptu Ha dan komplotannya. Sebanyak 121 unit mobil sudah berhasil dilacak dan berada di Mapolda Kepri. Sedangkan dua kendaraan lagi, masih ditelusuri Tim Direskrimum Polda Kepri.

“Tidak menutup kemung-kinan bertambah. Dari 121 kendaraan yang sudah ada itu, sebanyak 11 kendaraan statusnya pinjam pakai (pemiliknya meminjam sementara, red),” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Arie Dharmanto, Selasa (2/6).

Arie mengatakan, hingga kini baru 25 persen saja warga yang mengakui sebagai pemilik kendaraan tersebut. Sedangkan sisanya, belum diketahui siapa pemiliknya. Ia berharap masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan, dapat menyambangi Mapolda Kepri.

Kedatangan masyarakat, kata Arie, dapat membantu penelusuran pemilik dari kendaraan-kendaraan tersebut. “Bagi yang merasa kehilangan kendaraannya dapat datang ke Mapolda Kepri. Tentunya dengan membawa dokumen kepemilikan. Nantinya akan ada tim yang mencocokkan dokumen tersebut dengan barang bukti yang ada di sini,” jelasnya.

Dari 121 kendaraan ini, baru 60 unit saja yang sudah dilakukan pengecekan nomor rangka. Arie mengaku, kendala akibat cuaca dan juga libur lebaran. Ia mengaku akan meminta agar pengecekan nomor rangka ini dapat segera diselesaikan.

Untuk 60 unit kendaraan yang sudah dilakukan pengecekan rangka, terdapat 4 unit kendaraan nomor rangkanya dirusak. “Kami sudah cek ke Ditlantas Polda Kepri dan Polda Metro, tidak terdeteksi (nomor registrasi kendaraan). Jadi bisa disimpulkan positif bodong,” ungkapnya.

Karena belum dilakukan pengecekan rangka keseluruhannya, Arie mengatakan, tidak menutup kemungkinan jumlah kendaraan bodong akan bertambah. “Mungkin saja (jumlah kendaraan bodong bertambah). Setelah pengecekan selesai, akan kami sampaikan lagi,” tuturnya. Barang bukti kendaraan terbanyak ditemukan di Bintan, lalu disusul di Batam, Tanjungpinang, dan Karimun. Saat ditanyakan mengenai tersangka, Arie mengaku hingga saat ini sudah menetapkan 6 tersangka. “Sudah enam, Ar, Bh, Sy, Iptu Ha, Ra, satunya lagi siapa. Nantilah saya cek,” ucapnya.

Perbuatan para tersangka ini telah dilakukan berulang-ulang, sehingga bisa menggelapkan ratusan kendaraan. Arie mengungkapkan, Ra awalnya hanyalah broker mobil. Namun setelah dapat tawaran dari Iptu Ha, Ra diberikan tugas mencari kendaraan yang kreditnya macet atau bermasalah. Begitu juga dengan tersangka lainnya, Ba.

“Ra ini kurang lebih mencarikan 20 sampai 30 mobil. Sedangkan Ba itu mencari sebanyak 12 unit mobil. Semuanya diserahkan ke Ha,” jelasnya.

Tindak pidana yang dilakukan Iptu Ha, merupakan kasus penipuan dan penggelapan kendaraan terbesar di Kepri. Kasus ini juga menjadi atensi dari Kapolda Kepri untuk diusut tuntas.

Kasus ini bermula dari laporan Direktur Auto3000 pada 16 Mei lalu ke Mapolda Kepri. Berdasarkan laporan tersebut polisi langsung menyelidiki kasus tersebut. Hingga akhirnya, polisi mendapati keterlibatan Iptu Ha sebagai otak pelaku dari penipuan dan penggelapan.

Setelah kejadian ini terbongkar, Iptu Ha absen dari kedinasan di Polres Bintan. Ia tidak masuk kantor sejak 8 Mei 2020. Dia sempat melarikan diri ke Pelalawan, Riau. Ia berhasil diamankan Tim dari Polda Kepri, Minggu, 17 Mei 2020.

Iptu Ha dan rekannya dijerat pasal 372, 378 dan 263 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun penjara. Ia juga terancam dipe-cat dari Polri. (*)

Reporter : FISKA JUANDA
Editor : MOHAMMAD TAHANG

Update