Rabu, 10 Agustus 2022

15 Juni Siswa Kembali Masuk

Baca Juga

F. SMP MUHAMMADIYAH UNUK BATAM POS
Pelajar SMPS Muhammadiyah Karimun ketika proses belajar di luar kelas, beberapa waktu lalu.

KARIMUN (BP) – Penerapan fase new normal secara bertahap sudah dimulai di Karimun. Menurut rencana, Senin (15/6) mulai dibuka kembali sekolah formal, termasuk pondok pesantren. Dan, khusus untuk santri mondok atau tinggal di asrama diwajibkan memiliki surat keterangan (suket) sehat.

”Berdasarkan hasil rapat kita bersama dengan pihak sekolah dan pengelola pondok pesantren, khusus santri yang mondok diharuskan memiliki suket sehat yang keluarkan oleh Puskesmas, rumah sakit atau klinik.

Suket sehat tersebut harus ditunjukkan pada saat santri masuk ke pondok pesantren,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq kepada Batam Pos, Mingga (7/6).

Untuk pelajar SD dan SMP tidak wajib untuk membawa suket sehat. Ini disebabkan, pelajar SD dan SMP yang ada di Kabupaten Karimun tidak ada yang boarding atau tinggal di asrama. Artinya, setiap hari pulang ke rumah.

Sedangkan, untuk santri tempat tinggal di asrama. Sehingga, untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19 diwajibkan membawa suket sehat.

”Santri yang mondok di pesantren tidak hanya anak-anak tempatan atau lokal. Tapi, juga banyak yang berasal dari luar kabupaten dan luar provinsi. Sehingga, sudah tentu tidak dapat dipastikan bahwa santri yang dari luar dalam keadaan sehat. Untuk itu, tidak ada salahnya membawa suket sehat,” paparnya.

Dikatakan Bupati, untuk biaya suket sehat di Kabupaten Karimun. Khususnya, yang dikeluarkan dari Puskesmas tarifnya sudah ditentukan. Yalkni, sebesar Rp 10 ribu untuk setiap satu Suket sehat. Jika ada Puskesmas yang menetapkan biaya suket sehat lebih dari itu, maka hal ini tidak dibenarkan. Dan, bisa dilaporkan kepada pemerintah daerah. (***)

Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY

Update