Rabu, 10 Agustus 2022

Diperkirakan Ada 1.200 Orang Positif, Baru Terdeteksi 157 Orang

108 Ribu Warga Batam Harus Tes Swab

Baca Juga

F. CECEP MULYANA/BATAM POS
Suasana Grand Mall Batam terlihat ramai oleh pengunjung saat menikmati liburan dan berbelanja, Minggu (7/6). Pihak pengelola mal menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19.
F. TIM POSKO LAWAN COVID-19 KEPRI
Ketua Tim Posko Lawan Covid-19 Kepri di Batam, Buralimar, melakukan uji coba aplikasi pelacakan Covid-19 di Graha Kepri, Batam, Minggu (7/6).

BATAM (BP) – Ketua Tim Posko Lawan Covid-19 Kepri di Batam, Buralimar, menyebutkan, ada 108 ribu penduduk Batam perlu menjalani tes usap atau swab Covid-19 demi menghentikan penularan di kota ini. Data itu diperoleh setelah Buralimar berdiskusi panjang membahas hasil analisa data epidimologi yang telah disusun pakar yang tergabung dalam Tim Posko Lawan Covid-19 Kepri di Batam, Minggu (7/6).

Analisa ini berdasarkan hasil statistik World Health Organization (WHO) bahwa dari seluruh jumlah kumulatif positif di seluruh dunia, ada 1 persen pasien positif yang meninggal dunia. Berdasarkan analisa itu, diperkirakan ada 1.000-1.200 orang yang positif di Batam, dan baru terdeteksi sekitar 157 orang (versi Gugus Tugas Batam 158 orang, red).

Untuk itu, kata Buralimar, diperlukan upaya tracing aktif di tengah komunitas masyarakat secara sistematis dan dibarengi dengan tes swab secara agresif dan masif. “Ini yang harus menjadi fokus kita di Batam,” ujarnya.

Buralimar meyakini, jika dua hal ini bisa dilakukan dengan cepat, maka Batam bisa menghentikan transmisi dengan cepat dan tepat. Metode pengambilan tes dapat juga dilakukan menggunakan model pool test seperti yang dilakukan di Sumatera Barat sebagai antisipasi mahalnya biaya tes swab tersebut.

Selain perkiraan jumlah warga Batam yang positif, dari analisa pakar juga memperkirakan ada sekitar 7.000 orang di Batam yang bisa digolongkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP). “Kami menduga ada sekitar 7 ribu lagi pasien PDP yang berada di luar fasilitas kesehatan dan belum melaporkan diri untuk dilayani,” terangnya.

Dugaan ini mencuat berdasarkan analisa statistik atas data epidimologi yang ada di Batam. Tim Posko Lawan Covid-19 Kepri di Batam juga menemukan adanya keengganan masyarakat untuk ke fasilitas kesehatan guna memeriksakan dirinya. Hal ini disebabkan adanya ketakutan menjadi stigma buruk selaku penyandang kasus konfirmasi positif.

“Stigma ini juga yang perlahan lahan akan kami coba ubah dari pandangan masyarakat,” jelasnya.

Buralimar menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan pertemuan koordinasi secara online pada Minggu (7/6) di Posko Graha Kepri lantai 7 guna membahas penggunaan aplikasi tracing Covid-19 yang akan diuji coba di Batam. Langkah ini sesuai arahan Plt Gubernur Kepri, Isdianto, untuk menjajaki kerja sama dengan Masyarakat Epidimologi Indonesia. “Kami ingin mendalami seperti apa model dan keunggulan aplikasi ini dibanding dengan aplikasi yang dikembangkan Kominfo dan BNPB,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, CEO Masyarakat Epidimologi Indonesia, DR Sopiyuddin Dahlan, menganjurkan penggunaan aplikasi teknologi dalam melakukan tracing contact dan mengawal pergerakan masyarakat dalam masa pandemi di Batam. “Gunakan aplikasi teknologi sebagai game changer,” ujar Sopiyuddin yang dikenal sebagai pakar statistik.

Dia mengungkapkan, model tracing yang dilakukan manual seperti sekarang akan membuat upaya penghentian transmisi selalu kalah dengan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat. Namun, syaratnya adalah adanya payung hukum untuk mewajibkan seluruh penduduk menggunakan aplikasi tracing ini. Dengan demikian aplikasi ini akan berfungsi secara optimal. “Ini butuh political will dari pemerintah daerah,” tegasnya.

Aplikasi ini ditawarkan di Batam sebagai lokasi uji coba pertama di Indonesia. Sehingga seluruh pembiayaan menjadi gratis. “Ini komitmen kami bersama Bapelkes Batam dan Tim Posko untuk bersama menanggulangi penyebaran. Apalagi Batam merupakan gerbang kita yang berhadapan langsung dengan negara luar,” ujar Sopiyuddin.

Batam Catatkan Kesembuhan Ke-62
Tren penambahan kasus positif Covid-19 Batam yang sempat mengikuti bilangan puluhan per hari mulai melandai. Per Minggu (7/6), hanya ada satu tambahan positif dari klaster HoG Eden Park. Sementara yang sembuh bertambah tiga orang dari klaster Bengkong dan Kampung Seraya, sehingga Batam mencatatkan kesembuhan ke-62 dari 158 kasus.

“Alhamdulillah, kabar baik lagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang sembuh terus bertambah. Kali ini ada pasien nomor 39, 56, dan 89,” ujar Muhammad Rudi, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, kemarin.

Rudi menyebutkaan, ketiga pasien tersebut, pertama; Gilang Ramadhan (nomor 39), pelajar berusia 15 tahun ini sebelumnya dirawat di RSUD Embung Fatimah Batam. Kedua, Hamid (nomor 56) berusia 45 tahun yang bekerja sebagai karyawan swasta. Ia sempat dirawat di tiga rumah sakit, yakni RSUD Embung Fatimah, RSBP Batam, dan RS Budi Kemuliaan.

Ketiga adalah Aminah Humairah (nomor 89). Bocah perempuan berusia enam tahun ini sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Covid-19 Galang. Ia telah dinyatakan sembuh setelah uji swab dua kali dinyatakan negatif.

“Mereka sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Saat ini kondisi yang bersangkutan semua dalam keadaan sehat dan stabil. Namun, tetap harus karantina mandiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari,” ujar Rudi.

Sementara itu, kasus Covid-19 dari klaster HoG Eden Park Batam terus bertambah. Yak-ni, seorang anak perempuan prasekolah berumur 5 tahun berinisial AAP. Menurut Rudi, data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh tim analis BTKLPP Batam, berdasarkan hasil tracing closes contact.

AAP beralamat di Kaveling Senjulung, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, merupakan kasus nomor 158.

Rudi menyebutkan, yang bersangkutan merupakan anak kandung dari nomor 134, dan adik kandung dari nomor 140.

“Sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti,” jelasnya.

Pada Minggu (7/8), Rudi bertemu dengan dengan perwakilan pemuda-pemudi Batam. Ia mengharapkan peran pemuda ikut andil membangun kesadaran masyarakat menjemput new normal 15 Juni mendatang. “Saya minta tadi mereka juga jadi guru, sampaikan ke masyarakat lain agar perhatikan protokol. Karena kalau kami saja, sebaran informasi tak akan ter-cover,” ujarnya.

Sementara itu, jumlah pasien positif Covid-19 di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang, yang dikonfirmasi sembuh bertambah satu orang per 7 Juni. “Hari ini (kemarin, red) tercatat ada empat kasus pasien positif Covid-19 yang dikonfirmasi sembuh. Tiga kasus di Batam dan satu kasus lainnya di Tanjungpinang,” ujar Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, Minggu (7/6) di Tanjungpinang.

Menurut Tjetjep, secara kumulatif mengenai kondisi terkini kasus Covid-19 di Provinsi Kepri per 7 Juni 2020 ada 193 PDP, 1.809 ODP, dan 438 OTG yang tersebar di tujuh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepri. Selanjutnya untuk daftar sembuh secara kumulatif sebanyak 118 orang. Adapun dari jumlah tersebut, 89 yang dikonfirmasi sembuh merupakan kasus lokal.

“Jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal sebanyak 16 kasus. Selain itu, untuk saat ini ada tiga PDP yang meninggal dalam proses lab, apakah disebabkan Covid-19 atau penyakit penyerta,” tutup Tjetjep.

RSKI Galang Butuh Asupan Pangan dan Madu
Sementara itu, Plt Gubernur Kepri, Isdianto, meminta Tim Posko Lawan Covid-19, menyambangi Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang. Perintah tersebut untuk menindaklanjuti kunjungan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, beberapa hari lalu ke Batam.

Ketua Tim Posko Lawan Covid-19 Kepri, Buralimar turun langsung untuk ke RSKI Galang. Dalam kesempatan tersebut, Kepala RSKI Galang, Kolonel Ikhsan, menyampaikan beberapa hal. Kami menerima permintaan dari pihak RSKI Galang, dalam penanggulangan pasien Covid-19. Permintaan tersebut untuk kepentingan dan keselamatan pasien,” kata Buralimar, kemarin.

Dari dialog dengan Kepala RSKI Galang, Buralimar mengaku, mendapatkan informasi bahwa tim medis dan pasien membutuhkan aspek bahan dukung imunitas. Selain itu juga membutuhkan pasokan pangan. “Seperti madu untuk pasien. RSKI Galang sudah mulai kekurangan stok,” jelasnya.

Permintaan dari RSKI Galang ini, kata Buralimar, akan disampaikan ke Plt Gubernur Kepri, Isdianto dan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Buralimar mengaku bahwa kedua pimpinan daerah ini, akan memberikan solusi terbaik atas perjuangan tim medis beserta para relawan di RSKI Pulau Galang.

“(RSKI Galang) Berharap ada dukungan dan perhatian lebih dari gubernur dan wali kota untuk memperhatikan kesejahteraan anggota tim dari Rumah Sakit Khusus Infeksi Galang,” ujar Buralimar.

Selain itu, dia juga menyampaikan akan mencoba menjalin hubungan dengan pelaku dunis usaha, khususnya di bidang pariwisata untuk dapat memberikan bantuan serta dukungan terhadap RSKI Galang dalam penanganan pasien Covid-19. “Insya Allah dimudahkan semua jalan kita, sehingga keberpaduan dan semangat gotong royong kita membuat ini menjadi mudah,” tuturnya.

Dari catatan RSKI Galang, per 6 Juni 2020 sebanyak 52 pasien terjangkit Covid-19 dirawat di sana. Keseluruhan pasien tersebut berasal dari Batam.

Kedatangan Buralimar ini didampingi oleh anggota Tim Posko dan relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Kepala RSKI Galang Kolonel dr Ikhsan menyambut baik kedatangan tim ini. Diskusi antar kedua belah pihak terjadi di kantin RSKI Galang.

Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Kepri memberikan bantuan tim medis ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta, dan RSKI Pulau Galang, Batam. Bantuan tenaga medis ini sudah dilakukan Biddokes sejak maraknya Covid-19 di Indonesia.

Kepala Biddokes Polda Kepri, Kombes Muhammad Haris, membenarkan adanya tenaga medis RS Bhayangkara Batam dikirim ke beberapa tempat. “Ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet ada tiga orang kami kirimkan sehabis Lebaran lalu,” katanya, kemarin.

Ia mengatakan, ketiga tenaga medis tersebut terdiri dari dua perawat dan satu orang analisis kesehatan. Sementara itu bantuan tenaga medis ke RSKI Galang sudah sejak tiga bulan yang lalu. “Sudah cukup lama mereka di sana. Dan masa baktinya akan habis, nantinya setelah mereka ditarik semua. Akan kami ganti dengan tenaga medis yang lainnya,” ungkapnya.

Haris mengaku, pergantian yang disiapkannya untuk mengisi tim medis di RSKI Galang yakni satu orang dokter, dua orang perawat, dan satu orang yang bertugas di bagian rontgen. “Mereka ini nantinya dipimpin satu orang perwira polisi berpangkat Iptu, dengan latar belakang pendidikan Sarjana Kesehatan Masyarakat,” ujarnya.

Haris mengaku RS Bhayangkara Batam juga dapat berfungsi sebagai pendeteksi awal pasien Covid-19.

“Jadi bagi masyarakat sekitar RS Bhayangkara memiliki gejala Covid-19, bisa datang ke sini memeriksakan diri. Apabila positif, akan dirujuk ke rumah sakit penanganan Covid-19,” ucapnya. (*)

Reporter : ADIANSYAH
MUHAMMAD NUR
EGGI IDRIANSYAH
FISKA JUANDA
JAILANI
Editor : MOHAMMAD TAHANG

 

Update