Rabu, 10 Agustus 2022

Pelni Angkut Penumpang Hanya Separo Kapasitas

Baca Juga

F. ANTARA PHOTO
Pelni siap melaksanakan skenario new normal pada kegiatan operasional.

JAKARTA (BP) – Mengantisipasi kemungkinan dibukanya kembali kegiatan transportasi laut pekan depan, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) siap melaksanakan skenario new normal pada kegiatan operasional. Pelni akan beroperasi dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19 pada fase new normal ini.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro menyampaikan, perusahaan sudah memiliki skenario yang siap diterapkan di atas kapal. Misalnya, protokol terhadap kesehatan para kru, proses embarkasi dan debarkasi, layanan makan dan minum, serta protokol terhadap beberapa penggunaan fasilitas di atas kapal.

“Berkenaan dengan protokol kesehatan, kami akan lakukan rapid test kepada ABK maupun mitra yang akan bertugas di atas kapal untuk memastikan kondisi kesehatannya layak untuk bertugas. Faktor kesehatan, kenyamanan, dan keamanan dalam pelayaran adalah prioritas utama kami,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu (7/6).

Selain menjaga kebersihan serta menerapkan physical dan social distancing, manajemen juga telah menyusun strategi guna melindungi seluruh kru kapal dan penumpang. Mulai dari pembatasan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas, penggunaan Alat Pelindung Diri secara lengkap bagi kru kapal, hingga membatasi interaksi/pertemuan fisik dengan penumpang.

Manajemen juga terus mensuplai kebutuhan multivitamin bagi kru. Mulai saat ini kru kapal yang bertugas juga telah dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri, mulai dari penutup kepala (face shield), sarung tangan, baju, hingga penutup sepatu.

“Dengan adanya kelengkapan tersebut diharapkan dapat semakin menimbulkan rasa aman dan nyaman baik kepada kru yang bertugas maupun penumpang yang berlayar besama kami,” ungkap Yahya.

Sementara itu, sejak Mei 2020, beberapa kapal juga mulai membuka penjualan tiketnya untuk penumpang menuju pelabuhan yang membuka aksesnya. Penumpang yang diangkut adalah yang dikecualikan dari pembatasan sesuai regulasi sejumlah pemangku kepentingan.

Kapal-kapal yang beroperasi sejak Mei 2020 antara lain KM Egon, KM Ciremai, KM Dobonsolo, KM Sinabung, KM Gunung Dempo, KM Nggapulu, KM Tatamailau, dan KM Kelud. Jumlah penumpang tercatat sekitar 834 penumpang.

Sedangkan per Juni 2020, kapal yang direncanakan beroperasi adalah KM Ciremai, KM Dobonsolo, KM Gunung Dempo, KM Kelud, KM Egon, dan KM Sinabung. “Untuk penjualan tiket, kami lakukan melalui loket yang berada di kantor cabang. Hal tersebut untuk memastikan bahwa penumpang yang akan pergi telah memiliki dokumen yang dibutuhkan dan sesuai dengan persyaratan yang ada,” tuturnya. Dokumen yang diperlukan untuk melakukan perjalanan bersama kapal Pelni antara lain menunjukan surat hasil rapid test ataupun swab yang menunjukkan hasil non-reaktif/negatif Covid-19. Dokumen lain yakni KTP/ID dan surat keterangan/surat tugas.

Yahya menambahkan, manajemen berharap new normal dapat menggerakkan kembali perekonomian nasional. Pelni juga dapat mendukung program strategis pemerintah dalam hal pelaksanaan transportasi bagi publik. (***)

Reporter : JP GROUP
Editor : YUNUS SUCHARI

Update