Rabu, 10 Agustus 2022

Pekerja Rentan Wajib WFH

Pemko Siapkan Meja Khusus Pegawai Rentan 40 Kasus Positif se-Kepri dari Klaster Tunggal

Baca Juga

F. DOKUMENTASI TIM POS COVID-19 KEPRI UNTUK BATAM POS
Plt Gubernur Kepri, Isdianto, mengunjungi ruang kerja Tim Posko Covid-19 Kepri untuk Batam di Lantai 7 Graha Kepri, Selasa (9/6).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Doni Monardo, meminta pimpinan perusahaan tetap menginstruksikan karyawan yang mengidap penyakit penyerta atau komorbid bekerja dari rumah (work from home/WFH).

“Mereka yang memiliki penyakit bawaan rawan tertular Covid-19. Sebaiknya untuk sementara waktu jangan dulu diberikan tugas untuk datang ke kantor. Antara lain yang menderita ginjal, hipertensi, jantung, diabetes, kanker, dan sebagainya,” kata Doni, Senin (8/6) lalu.

Menyikapi imbauan Gugus Tugas Covid-19 pusat itu, ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, tetap meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki penyakit penyerta bekerja seperti biasanya. Namun, untuk berjaga-jaga, Pemko Batam menyediakan meja khusus dan tidak bergabung dengan pegawai lainnya.

“Tetap kerja. Karena banyak ASN yang berusia di atas 50 tahun.

Nanti akan disiapkan meja khsusus, sebab menurut data, mereka yang memiliki penyakit penyerta ini rentan terserang Covid-19,” kata Rudi, Selasa (9/6).

Pihaknya sudah meminta Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk mendata ASN sesuai tingkat kesehatannya. Beberapa waktu lalu pegawai sudah mengisi data terkait kondisi mereka. “Nanti mereka (BKPSDM) yang petakan. Apakah ASN itu harus bekerja dari rumah atau tetap di kantor. Namun, mejanya terpisah dan tidak tergabung dengan pegawai lainnya,” terangnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan, untuk sektor pekerja sudah ada usulan yang disampaikan kepada perusahaan. Mereka yang berusia di atas 50 tahun diupayakan untuk bekerja di jam normal atau pagi hari. “Kemarin sudah saya sampaikan kepada perusahaan. Menurut mereka, kalau untuk usia 50 tahun ke atas itu rata-rata di kantor dan mereka masuk jam normal semua,” jelasnya.

Sementara itu, untuk level operator, semua pekerja berada di usia produktif dan tidak ada yang 50 tahun ke atas. Sehingga kebijakan ini tidak berlaku untuk level operator. Kecuali ada penyakit bawaan.

Menurutnya, sekarang perusahaan jauh lebih ketat terkait aturan kesehatan. Langkah ini sudah mulai dari tahap penerimaan hingga pengecekan kesehatan rutin yang dilakukan perusahaan.

“Sekarang mau masuk ke perusahaan saja mereka sudah lakukan cek suhu. Hal ini agar bisa menekan penyebaran Covid-19 di lingkungan perusahaan. Sebab, kalau sudah kena satu yang lain juga harus dites, ini kan bisa mengganggu jalannya produksi perusahaan. Makanya mereka mencegah hal itu,” bebernya.

Sedangkan di lingkungan ASN, menurutnya, tergantung kebijakan dari pimpinan. Sebab pegawai dengan usia 50 tahun ke atas cukup banyak. Jika memang ada yang memiliki penyakit penyerta dan dikhawatirkan rentan terserang Covid-19, mungkin ada kebijakan yang diambil untuk hal tersebut.

Sementara itu, Orang Tanpa Gelaja atau OTG menjadi penyumbang terbesar penyebaran kasus Covid-19 di Provinsi Kepri. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan, dari 195 kasus lokal, 105 kasus yang terkonfirmasi positif merupakan OTG.

“Melihat jumlah tersebut, OTG memang mendominasi jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi Kepri. Bahkan persentasenya 53,84 persen,” ujar Tjetjep, Selasa (9/6) di Tanjungpinang.

Mantan Pejabat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Karimun tersebut menjelaskan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berada di urutan kedua dengan 61 kasus atau 31,28 persen yang dinyatakan positif. Kemudian Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat ada 29 kasus atau 14,87 persen. Menurutnya, pemetaan jumlah ini di luar klaster KM Kelud dan KM Sabuk Nusantara.

Kasus kematian 16 pasien disebabkan Covid-19. Kemudian, 73 kasus lainnya PDP yang meninggal disebabkan penyakit penyerta. Saat ini ada dua PDP yang meninggal masih dalam proses laboratorim. Apakah meninggal disebabkan Covid-19 atau penyakit penyerta.

Tjetjep juga menyampaikan kondisi terkini kasus Covid-19 di Provinsi Kepri per 9 Juni 2020. Berdasarkan data yang dikumpulkan dari masing-masing Gugus Tugas Covid-19 di kabupaten/kota sampai kemarin sore, tidak ada penambahan kasus positif.

“Jumlah yang dikonfirmasi positif masih tertahan pada angka 227 orang. Pada sisi lainnya, daftar sembuh bertambah satu orang terjadi di Tanjungpinang. Sehingga secara kumulatif jumlah yang sembuh sebanyak 121 orang,” sebutnya.

Ditegaskan Tjetjep, per kemarin jumlah kasus positif yang tersisa 90 kasus. Dari jumlah tersebut, 46 kasus dilakukan perawatan di rumah sakit. Sedangkan 44 kasus lainnya dilakukan karantina terpisah karena kondisi mereka stabil.

“Meskipun tidak terjadi penambahan kasus positif, tetapi pergerakan jumlah PDP, ODP, dan OTG terus bertambah. Kondisi ini mengingatkan untuk kita selalu waspada dan mengedepan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas di luar rumah,” jelasnya.

187 Kasus dari 15 Klaster
Di Provinsi Kepri tercatat 187 kasus dari 15 klaster. Sementara untuk klaster tunggul (non-klaster) tercatat 40 kasus. Total saat ini tercatat ada 227 kasus di Kepri. Klaster HoG Eden Park masih menjadi yang terbesar dengan penyebaran sampai 39 kasus yang dikonfirmasi positif. Sedangkan untuk klaster tunggal tercatat 40 kasus.

“Secara nasional untuk tingkat kesembuhan, Provinsi Kepri masih masuk dalam 11 besar. Semoga pasien-pasien yang tersisa semangat, sehingga jumlah pasien sembuhnya terus meningkat,” harap Tjetjep.

Sementara itu, di tempat terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto, kembali menegaskan arahannya kepada Tim Posko Lawan Covid-19 Kepri di Batam. “Tim ini dibentuk untuk membantu Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam melawan pandemi Covid-19,” tegas Isdianto, saat sidak ke Posko Lantai 7 Graha Kepri, kemarin.

Isdianto secara khusus mengingatkan Tim Posko Lawan Covid-19 Kepri di Batam yang dipimpin Buralimar, bahwa kehadiran tim ini semata-mata untuk membantu Pemko Batam dalam melawan pandemi Covid-19. Seperti diketahui, Batam adalah wilayah Provinsi Kepri yang memiliki penduduk terbanyak dan merupakan pusat ekonomi Kepri dan Indonesia.

“Kami berharap kehadiran tim ini dapat memberi rasa nyaman dan rasa yakin kepada masyarakat, bahwa pemerintah daerah sangat serius dan sangat peduli atas upaya mengatasi penyebaran pandemi Covid-19,” ujar Isdianto.

Ia juga berharap Tim Posko dapat bersama sama Pemko Batam menggugah kesadaran masyarakat agar tetap serius dan bersama dengan pemerintah bersatu melawan penyebaran Covid-19. “Dengan bersama-sama, saya yakin kita bisa membuat Covid-19 sirna dari Kepri,” tuturnya.

Isdianto juga memuji Buralimar selaku Ketua Tim Posko dan para anggota tim yang tetap semangat mengemban amanah dan tugas yang dibebankan. “Saya melihat tim masih semangat, mudah-mudahan ini bermanfaat bagi masyarakat,” harap Isdianto. (***)

Reporter : YULITAVIA
JAILANI
MUHAMMAD NUR
Editor : MOHAMMAD TAHANG

Update