Rabu, 10 Agustus 2022

BPSK Buka Posko Pengaduan Tagihan Listrik

Baca Juga

F. PERI IRAWAN/BATAM POS
Petugas BPSK Kota Tanjungpinang, saat melayani warga yang melaporkan lonjakan tagihan listrik, Jumat (12/6).

TANJUNGPINANG (BP) – Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Tanjungpinang membuka posko pengaduan lonjakan tagihan listrik di Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang.

Salah satu warga yang melapor, Yayan, 50, yang beralamat di Jalan Pemuda, mengeluhkan tagihan listriknya pada Juni 2020 membengkak lebih 100 persen dari bulan sebelumnya. Yakni dari Rp 1,4 juta menjadi Rp 3,4 juta.

”Naik sampai Rp 2 juta, naiknya gila-gilaan,” kata Yayan saat akan melaporkan tagihannya, Jumat (12/6).

Saat ini, Yayan yang menggunakan daya 1.300 VA mengaku belum membayar tagihan listrik karena merasa keberatan dengan tagihan yang dinilai tidak wajar. ”Sengaja belum bayar,” ucapnya.

Tidak hanya itu, keluhan juga disampaikan, warga Haji Ungar, Abdul Jalil, 67. Dirinya mengeluhkan tagihan listriknya membengkak dari Rp 800 ribu menjadi Rp 1,5 juta.

Dalam kesempatan itu, Koordinator Posko Pengaduan Lonjakan Tagihan Listrik, Jufri Helmi menjelaskan, setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Tanjungpinang dan pihak PLN maka dibukalah posko pengaduan.

”Posko PLN dibuat untuk relaksasi, sedangkan posko BPSK dibuat untuk mencari penyebab lonjakan tagihan itu bisa terjadi, itu perbedaan kedua posko,” kata Jufri.
Setelah data yang ada dipelajari maka diserahkan kepada gubernur dan DPRD untuk diminta rekomendasi jika ada temuan.

”Terkait wajar atau tidaknya setelah kajian terhadap data dilakukan, yang dicari adalah kesalahan perihal PLN yang tidak disengaja,” sebutnya.

Posko pengaduan itu, dikatakan Jufri akan dibuka hingga 18 Juni 2020 mulai pukul 08:00 sampai 13.00 WIB, untuk masyarakat akan melapor harus membawa, fotokopi KTP, bukti pembayaran tiga bulan terakhir dan foto KWh meteran. (***)

Reporter : PERI IRAWAN
Editor : GUSTIA BENNY

Update