Rabu, 10 Agustus 2022

Pariwisata Batam Siap Terima Turis

Pengusaha Mendesak Pemko Batam Longgarkan Syarat Masuk

Baca Juga

F. CECEP MULYANA/BATAM POS
Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, memberikan pengarahan dan penjelasan saat rapat dengan para pelaku usaha di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (16/6).

BATAM (BP) – Sejumlah pengusaha di sektor pariwisata di Batam mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyampaikan ke pemerintah pusat, agar ada kelonggaran syarat masuk wisatawan Nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) masuk ke Batam di era tatanan kehidupan baru (new normal) yang mulai diberlakukan sejak Senin (15/6) lalu.

“Selama ini kami kan mengandalkan wisman dari Singapura dan Malaysia. Bisa tidak Batam menyampaikan ke Singapura-Malaysia, bahwa Batam sangat siap menyambut kedatangan mereka,” ujar Steven, perwakilan dari Golf Palm Spring, saat rapat pengusaha dengan Pemko Batam, di lantai 4 Pemko Batam, kemarin.

Ia juga meminta Pemko Batam membuat kebijakan yang bisa mendatangkan wisatawan, baik wisnus maupun wisman. Terutama pelonggaran syarat masuk ke Batam. Sebab, saat ini, meski sudah new normal, namun syarat masuk masih terbilang berat. Baik pendatang dari luar negeri maupun dari berbagai daerah di Indonesia, wajib menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19 dari hasil rapid test dan atau uji swab yang berbiaya mahal dan hanya berlaku 3-7 hari.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membenarkan bahwa saat rapat bersama para pengusaha, umumnya memang menyampaikan keluhan dampak yang mereka rasakan selama masa pandemi Covid-19. “Untuk sektor pariwisata, memang saat ini hanya wisnus yang bisa diharapkan. Karena wisman sudah tidak bisa diharapkan hingga Desember mendatang,” kata Amsakar, kemarin.

Untuk itu, jika semua pelaku usaha siap menjalankan protokol kesehatan, Amsakar mengatakan, kelonggaran persyaratan wisnus juga bisa diterapkan di Batam. Menurutnya, mencari pemasukan dari domestik bisa menjadi alternatif.

Amsakar juga mengatakan, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam sudah menyiapkan protokol dan standar untuk semua tempat yang berhubungan dengan aktivitas keramaian seperti mal, perhotelan, lapangan golf, dan lainnya. Aturan ini akan disusun dalam bentuk peraturan wali kota (perwako).

“Memang yang terpenting ada kemudahan bagi mereka yang mau ke Batam, begitu juga fasilitas juga harus disiapkan. Untuk itulah kami panggil semua pelaku usaha ini,” jelasnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menambahkan, pelonggaran persyaratan bagi wisnus untuk masuk ke Batam, tergantung pemerintah pusat. Pengambilan kebijakan pelonggaran ini melibatkan berbagai pihak seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, dan kementerian atau badan lainnya.

“Usulan dari pelaku usaha nanti akan kami sampaikan ke pusat. Namun, keputusannya bukan di kita (Pemko Batam, red). Nanti ada pertimbangan dari Kemenkes juga terkait pelonggaran ini,” kata dia, kemarin.

Menurutnya, sektor pariwisata merupakan salah satu yang cukup siap menjalankan new normal ini. Dalam pertemuan kemarin, perwakilan dari perhotelan dan restoran sudah menyampaikan protokol kesehatan yang mereka siapkan dalam melaksanakan new normal. “Mereka sudah paparkan bagaimana cara penyambutan tamu, dan protokol yang harus dijalankan baik karyawan maupun tamu yang datang,” ujarnya.

Begitu juga dengan restoran, kebersihan dan kenyamanan tamu yang datang untuk makan juga sudah disusun dengan baik. Menurutnya, jika semua sudah siap menjalankan protokol kesehatan, pasti ada keputusan baik dari usulan yang akan disampaikan ke pusat tersebut.

“Untuk itu, fokus saya dalam waktu dekat ini menyelesaikan persoalan Covid-19 dulu. Seiring berjalannya waktu, semua akan mengikuti termasuk pelonggaran aturan tersebut,” tambahnya.

Rudi menginginkan protokol kesehatan tetap dijalankan, sebab hal ini sangat riskan dan dikhawatirkan malah ada klaster baru setelah pelonggaran ini. Ia berharap, dalam waktu satu atau dua bulan ke depan membaik, sehingga Batam benar-benar siap dalam menjalankan apapun terkait new normal ini.

“Semua kan harus sudah jalan ini. Untuk itu perlu langkah yang jelas dan terarah. Saya mau dua atau tiga bulan selesai dan semua bisa normal kembali,” harapnya.

Belum Ada Kenaikan Penumpang
Sementara itu, penerapan new normal sejak 15 Mei, belum berdampak pada lonjakan penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim. Penyebabnya, syarat terbang terlalu ketat.

Direktur Bandar Udara dan Teknologi Informasi Komunikasi (BUTIK), Suwarso mengatakan, penumpang sebelum new normal dan sesudahnya, tidak ada perbedaan.

“Sama saja saya lihat. Tak ada naik atau turun, masih di angka seribuan orang,” katanya, Selasa (16/6).

Suwarso membeberkan, sebelum new normal, yakni 13 Juni, jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 1.433 orang dan datang 1.076 orang. Lalu, 14 Juni, sebanyak 1.117 orang yang datang, dan penumpang berangkat sebanyak 1.280 orang. “Jumlah pesawat yang berangkat dan datang di kisaran 30-an,” ungkapnya.

Lalu, di hari pertama pelaksanaan new normal, penumpang yang datang sebanyak 904 orang dan berangkat sebanyak 1.353 orang. “Pesawat yang datang 15 dan berangkat 16,” sebutnya.

Di hari kedua new normal, Suwarso mengaku penerbangan berjalan lancar. Namun, masih ada juga penumpang yang menanyakan soal rapid test. “Jadi, ada yang menyangka new normal itu, normal seperti dulu, yang berangkat tanpa menunjukkan rapid test,” ungkapnya. “Saya jelaskan dengan rinci ke penumpang.”

Walaupun sudah diberlakukan new normal, namun kasus Covid-19 masih ada. Apalagi di Batam, yang jumlah kasusnya tiap hari bertambah. Pemberlakuan permintaan dokumen rapid test ini untuk membendung merebaknya Covid-19.

“New normal, kegiatan diizinkan pemerintah. Tapi dengan syarat-syaratnya, seperti untuk berangkat melalui bandara diminta memperlihatkan dokumen negatif Covid-19 berdasarkan rapid test,” jelasnya.

Suwarso menambahkan, jumlah rute dan penerbangan, juga belum normal di Hang Nadim. Masih banyak maskapai yang tidak menjalani sesuai frekuensi penerbangan yang dimilikinya. “Biasanya penerbangan di Hang Nadim di kisaran 68 penerbangan berangkat, 68 penerbangan datang. Tapi sekarang di kisaran 15 penerbangan berangkat dan 15 penerbangan datang,” ungkapnya.

Hingga kini, ada beberapa rute yang belum dilayani di Hang Nadim, yakni Bandung, Yogyakarta, dan Pontianak. “Selebihnya sudah, tapi ya seperti yang saya bilang tadi, frekuensinya berkurang,” terangnya. (*)

Reporter : YULITAVIA
FISKA JUANDA
Editor : MOHAMMAD TAHANG

Update