Senin, 10 Mei 2021
judul gambar

Ansar Ahmad lahir di sebuah kampung kecil di Kijang Kota, Bintan Timur, Bintan Kepulauan Riau, 10 April 1964. Putra keempat dari lima bersaudara ini, anak dari pasangan Abdul Ahad dan Ijah.

Sejak usia dua tahun, sang ayah meninggalkan Ansar selama-lamanya. Sang ibu menjadi orang tua tunggal bagi Ansar bersaudara. Pahit dan getir kehidupan, telah dialami Ansar sejak dini, membantu ibunya yang bekerja serabutan.

LEBIH DEKAT DENGAN ANSAR AHMAD

Sang ibu, berjualan sayur, mencuci pakaian, agar anak-anaknya tetap bisa terus sekolah. Sikap pantang menyerah, telah tertanam sejak kecil. Meski masih remaja, Ansar pernah menjadi tukang bangunan, mencuci bus dan guru mengaji keliling.

Selain sekolah, masjid Al Ikhlas Batu 3 Tanjungpinang adalah tempat Ansar belajar agama dan mengaji. Ansar pernah mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an mewakili Kecamatan Tanjungpinang Timur. Sampai saat ini, menjadi khatib dan ceramah di masjid, bukan sesuatu yang baru buat Ansar Ahmad.

Ansar tumbuh menjadi pribadi yang matang, religius dan pintar bergaul. Tamat dari SMPN 4 Tanjung, ia melanjutkan pendidikannya ke SMAN 2 Tanjungpinang. Kesulitan hidup tidak membuat ia patah arang. Ia yakin, pendidikan akan mengubah jalan hidupnya.

Dengan modal pas-pasan, Ansar Ahmad melanjutkan kuliah dan tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Riau. Ia harus mencari jalan, agar bisa kuliah dan membiayai dirinya sendiri. Semasa kuliah, Ansar masih bekerja serabutan dan terus mengajar mengaji.

Prestasi dan kerja kerasnya membuahkan beasiswa. Selain memenuhi kebutuhan sebagai mahasiswa perantauan, beasiswa itu juga digunakan membantu ibunya. Ansar mahasiswa yang aktif di kampus. Ia pernah menjabat sebagai ketua senat mahasiswa Unri serta menjadi Ketua Koperasi Mahasiswa Universitas Riau tahun 1984. Di tangan Ansar Ahmad, koperasi mahasiswa itu maju pesat.

Semasa kuliah, Ansar juga aktif di organisasi kepemudaan se¬perti Komite Nasional Pemuda Indonesia dan Kosgoro. Setelah meraih gelar sarjana ekonomi, Ansar Ahmad kembali ke Pulau Bintan. Ia menjadi pegawai negeri sipil dan bekerja sebagai pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Riau Kepulauan di Tanjungpinang. Karirnya terus melesat, sehingga menjadi Kabag Pembangunan Kabupaten Riau Kepulauan, setelah itu menjadi Kepala Bagian Perekonomian.

Politisi dari Pulau Bintan ini, sejak awal merintis karir politiknya di Partai Golkar. Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar selama tiga periode selama 15 tahun, dari 2005 sampai 2019. Karirnya di pemerintahan juga cemerlang. Per¬nah menjadi wakil bupati, lalu pelaksana tugas Bupati Kepulauan Riau, dan menjadi Bupati Bintan selama dua periode dari 2005 sampai 2015.

Nama Ansar Ahmad terpatri kuat di hati masyarakat Bintan. Apalagi, saat melintasi jalan Lintas Barat, yang memangkas jarak antara Tanjunguban dan Tanjungpinang.

Suryanti, warga Desa Lancang Kuning, Bintan menulis kesannya tentang Ansar Ahmad. Ia kaget, karena Ansar datang ke rumahnya menemui ayahnya tahun 2016 silam.

‘’Pak Ansar seolah tidak ada jarak dengan bapak saya yang hanya tukang kebun, orang kampung yang tidak mengerti politik. Pak Ansar ingin mendengar suara dari warga yang dipimpinnya,’’ tulis Suryati, yang menyimak percapakan Ansar Ahmad dengan ayahnya.

Janji Ansar terbukti. Jalan, jembatan, parit dan listrik di desa Lancang Kuning dibangun.

Suryati menuliskan pengalamannya saat bertemu Ansar Ahmad kedua kalinya, di sebuah kedai makan. Ia tertegun, ternyata Ansar membayari semua warga yang makan di kedai itu. Senyum dan tegur sapa lemah lembut seorang Ansar, sangat berkesan di hati Suryati.

‘’Pak Ansar pemimpin yang menghibahkan hidupnya untuk orang lain. Beliau baik bukan dibuat-buat atau pencitraan. Kebaikan akan bercerita sendiri, tanpa diminta,’’ tulis Suryati.

Ansar Ahmad juga dikenal sebagai pelobi ulung. Desa Kangboi di Kecamatan Toapaya, Bintan selalu langganan banjir. Ia berhasil mengatasi dengan anggaran dari BNPB.

Desa Kangboi tidak lagi langganan banjir. 7.000 rumah warga miskin dibangun. Pembatas beton tepi laut Pantai Wisata Trikora senilai Rp 78 Miliar tuntas. Semua berasal dari APBN.

Salah satu bukti nyata kerja keras Ansar adalah, enam jembatan yang membentang di jalan Lintas Barat, Kabupaten Bintan dari Tanjunguban menuju ke arah Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang.

Pembangunan enam jembatan di jalan Lintas Barat diusulkan pada masa Ansar menjadi Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Riau. Ansar Ahmad harus mondar-mandir Bintan – Jakarta melobi pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan enam jembatan di Kabupaten Bintan.

Tekad Ansar Ahmad untuk membangun Kepulauan Riau telah bermula sejak lama, jauh bertahun-tahun sebelumnya. Sebelum menjadi Bupati Bintan, Ansar ingin membangun ibukota Kabupaten Bintan yang baru, dia memilih satu dari empat desa yang akan menjadi tapak lokasi pembangu¬nan dengan membangun pusat Pemerintahan Bintan di Bintan Bunyu.

Pada Pemilihan Legislatif 2019, mengantarkan Ansar Ahmad ke Senayan sebagai anggota DPR RI daerah pemilihan Kepulauan Riau. Saat ini, Ansar merupakan anggota DPR RI periode 2019-2024 dari partai Golkar.

Pilkada serentak 9 Desember lalu, Ansar Ahmad pulang ke Kepulauan Riau, menjadi salah satu kontestan pada pemilihan Gubernur Kepri. Kepri di mata Ansar Ahmad memiliki lokasi strategis dan potensi yang besar. Agar pembangunan Kepri lebih cepat, ia memutuskan mencalonkan menjadi orang nomor satu di Kepulauan Riau.

Ansar Ahmad yang berpasangan dengan Hj. Marlin Agustina di Pilgub Kepri 2020 dengan tagline Ansar-Marlin Amanah Negeri (AMAN) ini diusung oleh Partai Golkar, Nasdem, PPP dan PAN serta didukung oleh PSI serta Perindo, memenangkan Pilkada Kepri 2020.

‘’Masyarakat Kepri jangan putus asa. Tetap semangat. Mari kita bergandengan tangan. Yang penting, tolong jaga protokol kesehatan. Kuncinya, kita kendalikan Covid-19 sehingga bisa meyakinkan investor dan turis asing, saya yakin Kepri bangkit,’’ kata Ansar Ahmad, dalam wawancara khusus dengan Batampos, di depan kedai kopi Amoy, Batu 16 Bintan, setelah rapat paripurna DPRD Kepri yang mengusulkan dirinya sebagai Gubernur Kepri.

Ansar Ahmad dan Marlin Agustina dilantik Kamis, 25 Februari 2021 sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau. ***

Reporter : Socrates
Editor : Hasanul Safri