Sabtu, 17 April 2021
judul gambar

LEBIH DEKAT DENGAN ASMAN ABNUR

Asman Abnur adalah menteri pertama di panggung politik nasional yang berasal dari Batam, Kepulauan Riau. Pria murah senyum itu harus membagi waktu antara di Jakarta, Batam dan Singapura untuk urusan bisnis, politik dan keluarga. Siapa dan bagaimana sosok Asman Abnur?

Asman Abnur lahir 2 Maret 1961 di Padang Pariaman, Sumatera Barat. Sejak balita, Asman dan keluarganya hijrah ke Kijang, Pulau Bintan, lalu pindah ke Batam sampai sekarang. Sekolah Dasar di Kijang, lalu Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) di Tanjungpinang.

Berasal dari keluarga pedagang yang ulet, jiwa bisnis Asman mulai diasah dan ditularkan sejak remaja. Putra pasangan H Aburuddin Hamzah dengan Hj Nur Cahya –Abnur adalah singkatan nama orang tuanya—tiap pulang sekolah, disuruh belajar mengetok perak dan emas serta menimbang emas. “Awalnya sempat grogi. Takut salah,” kata Asman, tertawa mengenang masa remajanya belajar jadi pengusaha.

Cita-citanya, jadi bankir dan bekerja di Bank Indonesia. Alasannya sederhana. Kerja di bank pakai dasi dan keren. Lulus jadi sarjana ekonomi Trisakti, Asman mendaftar tes jadi bankir di Bank Indonesia. Lulus. Tapi, sang ayah keberatan. ‘’Adik-adikmu masih kecil-kecil. Kalau kamu kerja di bank, tak bisa membantu keluarga. Kamu jadi pedagang saja, meneruskan usaha kita,’’ kata Asman menirukan ayahnya saat itu.

Asman muda terperangah dan rasanya mau menangis. Ia merasa tak pantas jadi pedagang. Tak sesuai cita-citanya. Dengan berat hati, Asman menurut. Syaratnya, semua manajemen dia ambil alih, termasuk kunci laci uang yang selalu dibawa kemana-kemana ayahnya.

Asman bikin gebrakan. Ia membuka toko emas yang luas, nyaman, bersih dan ber-AC. Ayahnya marah. Asman dianggap menghambur-hamburkan uang. Tapi, ia jalan terus. Asman benar. Pembeli meningkat. Omset bertambah. Ia menjalankan bisnis secara profesional. Tidak boleh ada pengeluaran tanpa catatan dan selalu dievaluasi. ‘’Jadi pengusaha atau entrepreneur itu gampang-gampang susah,’’ katanya.

Dari toko emas, bisnis Asman merambah ke berbagai bidang. Mulai money changer, apotik, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) rumah makan, café dan restoran, pusat kebugaran, lapangan futsal, dua Bank Perkreditan Rakyat. Toko emas dan money changer-nya berjumlah puluhan.

Meski sibuk jadi pengusaha, Asman Abnur aktif berorganisasi. Ini daftar organisasinya. Ketua Asosiasi Perdagangan Valuta Asing (APVA) Batam 1990 -1992. Ketua HIPMI Batam 1995 -1998. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam 1999 – 2004.

Sejak reformasi, tepatnya 1999, Asman terjun ke politik. Ia menjadi kader Partai Amanat Nasional besutan Amien Rais, sampai sekarang. Pada tahun 2000, Asman Abnur memulai karir politiknya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam dari Fraksi PAN.

Dalam tempo 8 bulan saja, Asman didaulat mendampingi Nyat Kadir sebagai Wakil Wali Kota Batam. Pasangan yang saat itu masih dipilih oleh anggota dewan, berhasil unggul dan terpilih sebagai pasangan Walikota dan Wakil Walikota Batam Periode 2001-2006. Karir politik Asman Abnur cemerlang dan terus bersinar. Tiga tahun menjadi Wakil Wali Kota Batam, Asman hijrah ke Senayan. Ia terpilih menjadi anggota DPR RI pemilu 2004. Asman Wakil Ketua Komisi XI bidang keuangan.

Tidak banyak orang bisa jadi anggota DPR RI sampai empat kali. Pertama, periode 2004-2009, kedua periode 2009-2014, ketiga periode 2014-2019 dan keempat 2019 sampai sekarang. Kiprahnya di partai matahari terbit juga moncer.

Karir politik Asman bersinar. Tahun 2005 Asman dipercaya menjadi Bendahara Umum DPP PAN. Tahun 2010-2015 Asman Abnur terpilih sebagai Ketua Badan Ekonomi. Berikutnya, Asman menjadi Wakil Ketua Umum 2015-2020. Tahun 2020, Asman Abnur salah satu kandidat Ketua Umum PAN sebelum akhirnya mundur dari bursa pencalonan dan kini diercaya menjadi Wakil Ketua Umum PAN periode 2020-2025.

Tanggal 27 Juli 2016, Presiden Joko Widodo memilih Asman Abnur menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia. Ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri 14 Agustus 2018 karena pertimbangan etika politik. ‘’Bagi saya, bisnis itu masa depan. Politik itu pengabdian,’’ kata Asman Abnur.

Prestasi Asman saat menjadi Menpan RB antara lain, menciptakan zona integritas yang teritegrasi, memperbaiki dan membubarkan lembaga non struktural yang tidak produktif, membenahi ssstem rekrutmen Aparatur Sipil Negara, serta membuat mal pelayanan publik.

Inilah beberapa hasil karya Asman di Batam. Selain jaringan bisnisnya, ia mendedikasikan dirinya di bidang keagamaan dan pendidikan. Sang ayah, memberi amanat kepada Asman agar membangun masjid. Asman Abnur menepati janjinya. Ia tidak mau setengah-setengah.

Di dunia pendidikan, Asman juga tidak mau tanggung-tanggung. Saat berniat ekspansi membuka restoran di Singapura, ia terperangah, saat ditanya, apakah kokinya punya sertifikat sebagai chef. Ini jadi berkah terselubung atau blessing in disguise, tantangan itu buat Asman jadi peluang.

Asman mendirikan Batam Tourist Polytechnic (BTP) dan diresmikan 15 September 2014. BTP memiliki tiga program diploma IV ini, yakni Room Division, Culinary Management dan Food Beverage Management ini, setara dengan Strata 1. Mahasiswa yang menamatkan studi di BTP bergelar Sarjana Terapan Pariwisata. Dan ini, satu-satunya di Indonesia!

BTP memiliki fasilitas seperti mixology lab, barista lab, demonstration kitchen, Patisserie et Chocolaterie Lab, Pizza and Baking Lab, Hotel Model Room. Modern Classroom, Function Room, Library and Reading Lounge serta asrama mahasiswa.

Tak hanya sampai disitu. Asman lalu mendirikan Institut Teknologi Batam (ITEBA) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung tahun 2017. Ia terobsesi, dua kampus ini akan melahirkan melahirkan entrepreneur dan pelaku bisnis berkelas internasional.

Masjid yang dinamakan Jabal Arafah, dibangun di lahan seluas 4.607,4 m2 berbukit-bukit dan didesain empat tingkat dengan konsep modern dan arsitektur minimalis. Mulai dibangun November 2011 dan diresmikan Jumat, 13 Juli 2012.

Setelah itu, Asman Abnur membangun sebuah tower setinggi 38 meter dan diberi nama Menara Jabal Arafah (MJA) Tower, yang diresmikan 19 Maret 2014 dilengkapi dengan restoran dan kafe serta teropong binocular.

Masjid Jabal Arafah juga dikembangkan menjadi masjid pintar (smart mosque). Setelah menjadi masjid percontohan dengan manajemen modern selama 8 tahun, masjid Jabal Arafah menargetkan sertifikat ISO 9001 tahun 2021. Masjid Jabal Arafah kini menjadi ikon wisata religi di Batam.

ITEBA memiliki fakultas seperti, Fakultas Teknologi Industri dengan program studi Manajemen Rekayasa, Fakultas Teknologi Informasi dengan program studi Sistem Informasi, Program Studi Teknik Komputer, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Program Studi Matematika, serta Sekolah Bisnis, Manajemen dan Hukum dengan Program Studi Digital Bisnis, Manajemen Bisnis Internasional dan Hukum Bisnis Internasional.

Pembina Yayasan Vitka –singkatan dari nama putra-putrinya Vidy dan Tika, menjadi kader terbaik Asman Abnur. Putrinya Astika Mutiarazma, lulusan University of Toronto, Kanada, jurusan Sosiologi dan Sastra Inggris. Saat ini, mulai terjun ke dunia usaha dan membuka Momoo Juice Bar and Coffee. Putranya Alvidyan Virgarazman jebolan London Economic School, Inggris. Saat ini, Alvidyan Virgarazman yang biasa disapa Vidy, menjadi CEO Vitka Group.

Mimpi Asman berikutnya adalah, membangun sekolah dasar dan sekolah menengah bertaraf internasional. Batam menjadi menjadi tempat studi berkelas internasional atau world class institute. Kawasan seluas 23 hektar are di Tiban, Sekupang itu akan dijadikanya smart and green campus dan Educity, kota pendidikan di Batam. Kini, ia sedang menghijaukan bukit di kawasan itu.

Politisi dan pengusaha terkemuka Batam ini, Dr H Asman Abnur SE, Msi dianugrahi Tanda Kehormatan Bintang Maha Putera Utama oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo 11 November 2020. Bintang Maha Putera Utama yang diterima Asman Abnur, sebagai penghargaan atas jasa-jasanya yang luar biasa di berbagai bidang, yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan serta kemakmuran bangsa dan negara.

Lima tahun terakhir, Asman Abnur membangun Masjid Jabal Arafah dan mendirikan Batam Tourist Polytechnic (BTP) dan Institut Teknologi Batam (ITEBA) di kampus seluas 26 hektar di Tiban, Sekupang, Batam. Juga bisnis pembibitan tanaman hias sekaligus menyuplai kebutuhan sendiri mewujudkan cita-citanya memiliki green campus. Asman percaya dengan kekuatan tim. Ia juga rutin mengevalusi kemajuan setiap unit usahanya dengan cara modern dan profesional. ***

Reporter: Socrates
Editor: Hasanul Safri